Pekan Buku Kampung Ilmu 2017
Salurkan Donasi Buku dan Baju untuk Korban Banjir di Napis
Selasa, 02 Mei 2017 20:00 WIBOleh Heriyanto
Oleh Heriyanto
Bojonegoro - Panitia Pekan Buku Kampung Ilmu 2017 menyalurkan donasi buku untuk anak anak SD Negeri Napis 02 di Desa Napis, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro. Selain itu, donasi baju layak pakai untuk warga korban banjir di Desa Napis tersebut. Donasi buku dan baju ini berasal dari sejumlah donatur dari Bojonegoro, Tuban, Surabaya, Jakarta.
Donasi buku ini merupakan rangkaian akhir acara Pekan Buku Kampung Ilmu 2017. Sebelumnya digelar acara lomba baca puisi, lomba menulis cerita, lomba resensi buku, pemutaran film Rudi Habibie, dan bedah buku On karya Jamil Azzaini.
Donasi buku yang diberikan berupa buku cerita, buku ensiklopedia, dan buku bacaan. Anak-anak SD Negeri Napis 02 yang menerima bantuan buku tampak girang ketika menerima bantuan buku tersebut. Mereka adalah anak-anak yang rumahnya beberapa waktu lalu diterjang banjir bandang dan longsor. Rumah-rumah di Desa Napis ini berada di bawah perbukitan. Saat hujan deras beberapa waktu lalu, Kali Napis meluap dan membanjiri rumah warga.
Setelah menyerahkan bantuan buku, panitia Pekan Buku Kampung Ilmu lalu menuju ke perkampungan warga yang terkena banjir beberapa waktu lalu. Tampak, bangunan rumah warga dari kayu teronggok di samping rumah warga. Bangunan rumah itu diterjang banjir.
Warga juga tampak senang ketika menerima bantuan baju layak pakai. Sedikitnya ada 10 kepala keluarga yang terdiri 200 jiwa yang terdampak banjir luapan Kali Napis. Rumah-rumah warga ini berdinding kayu dan sebagian bersasak bambu.
Menurut Sutari, 56, salah satu warga Desa Napis, saat banjir menerjang beberapa waktu lalu, ia dan warga lainnya mengungsi. Sebab, kata dia, banjir mencapai leher. “Bangunan rumah warga ada yang hanyut terbawa banjir. Untung tidak ada korban jiwa,” ujarnya.
Menurutnya, banjir berasal dari lereng Gunung Sriwing dan Gunung Ngancik yang berada di sebelah selatan perkampungan warga. Air dari atas luruh ke bawah dan masuk ke Kali Pacal. Karena penuh, air lalu meluber dan menerjang rumah warga. “Banjir saat itu bercampur lumpur. Banjir berlangsung selama dua minggu,” ujarnya.
Menurutnya, bantuan buku dan baju sangat dibutuhkan oleh warga. Bantuan buku bisa menjadi bacaan bagi anak-anak agar terhibur setelah dilanda banjir. Apalagi, buku bacaan memang jarang dimiliki anak-anak di kampung yang berada di pedalaman ini.
“Bantuan baju juga sangat kami perlukan. Sebab, banyak baju yang hanyut juga saat diterjang banjir,” ujar Sutari lirih.
Sementara itu menurut Ketua Panitia Pekan Buku Kampung Ilmu 2017, Siti Mukhoiriyah, pekan buku kampung ilmu ini digelar dalam rangka memperingati hari buku sedunia yang jatuh pada 23 April dan juga Hari Pendidikan Nasional pada 02 Mei ini.
Menurutnya, tujuan Pekan Buku Kampung Ilmu 2017 yakni mengajak masyarakat menyukai dan mengakrabi buku, meningkatkan minat baca, dan mencerdaskan anak bangsa.
“Pekan buku ini digelar selama sepekan penuh. Kegiatan ini sudah berjalan tiga tahun ini,” ujarnya. (her/kik)











































.md.jpg)






