News Ticker
  • Pemkab Blora Kembali Gelar Gastra, Salurkan Santunan Anak Yatim dan Tekankan Kepedulian Sosial
  • 2 November dalam Catatan Sejarah
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 2 November 2026
  • Trio Wahyu, Seniman Muda Bojonegoro Bawa Wayang Thengul ke Panggung ASEAN
  • Tabrakan Motor vs Truk di Temayang, Bojonegoro, Pemotor asal Nganjuk Meninggal Dunia
  • Dokter Gizi Ungkap Manfaat Gula Stevia untuk Pengidap Diabetes dan Diet Berat Badan
  • Semarak Hari Santri 2026, PCNU Bojonegoro Gelar Mancing Bersarung di Kolam Unugiri
  • 1 November dalam  Catatan Sejarah
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 1 November 2026
  • Antisipasi Banjir Bengawan Solo, Pemprov Jatim dan Lima Daerah Gelar Simulasi Penanganan Bencana Lintas Wilayah
  • Film Gak Ada Matinya, Sebuah Komedi Situasi Absurd yang Cerdas Olah Drama Keluarga
  • Bojonegoro Borong Dua Penghargaan Wilwatikta Awards 2026, Buktikan Kedaulatan Pangan dan Pertumbuhan Ekonomi
  • 31 Oktober dalam Catatan Sejarah   
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 31 Oktober 2026
  • Resmi Jadi Desa Inklusi Pertama di Bojonegoro, Desa Margomulyo Balen Dorong Kesetaraan Kelompok Rentan
  • Bojonegoro Inovatif Award 2026, Pemkab Bojonegoro Dorong Kualitas dan Manfaat Nyata Inovasi Daerah
  • Polisi Ingatkan Bahaya Narkoba Berbentuk Jajanan Ringan ke Pelajar di SMPN 2 Sumberrejo
  • Negeri Atas Angin Bojonegoro Bersiap Bangkit, Perhutani Matangkan Pengelolaan Wisata
  • Diduga Sopir Mengantuk, Truk di Kalitidu, Bojonegoro Terperosok dan Terguling di Bahu Jalan
  • Kemenag Bojonegoro Ajak Masjid Jadi Pusat Perubahan Sosial
  • Pemprov Jatim Buka 4.807 Lowongan Kerja, 11 Perusahaan Siapkan Peluang bagi Penyandang Disabilitas
  • Perkiraan Harga Emas Hari Ini, 30 Oktober 2026
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 30 Oktober 2026
  • 30 Oktober dalam Sejarah
Novel Eragon Karya Christhoper Paolini

Buku

Novel Eragon Karya Christhoper Paolini

Oleh Muliyanto
 
Eragon adalah anak petani sederhana. Dia hidup bersama paman dan sepupunya--Roran. Eragon suka berburu, untuk memenuhi kebutuhan daging menjelang musim dingin--mereka tidak mampu untuk membeli, Eragon pergi ke pegunungan Spine--kawasaan pegunungan yang dianggap mengerikan oleh warga sekitar.
 
Ia kembali ke desa dengan membawa hasil. Namun bukannya hewan buruan, melainkan sebuah batu biru yang sangat indah. Eragon berniat menukarkan batu itu dengan daging, tetapi semua tidak sesuai dengan harapannya. Eragon menyimpan batu itu dan berencana menjualnya ketika para pedagang musiman mampir ke Carvahall. Namun sang pedagang perhiasan juga tidak mau membelinya. Lalu batu apakah itu?
 
Ternyata batu biru itu bukan batu sembarangan. Itu telur naga yang menetaskan seekor naga biru yang sangat indah. Eragon menyembunyikan naga kecil itu di hutan tidak jauh dari rumahnya. Tak ada yang mengetahui tentang naga itu, tidak juga pamannya dan Roran. Ia takut mereka akan menyakiti naga itu. Namun Eragon tak tahu, kehadiran naga itu justru akan lebih jauh menyakiti orang-orang yang ia sayangi. Naga itu akan mengubah seluruh masa depannya. Tak akan ada lagi hidup damai dan tenang. Seluruh hidupnya akan jungkir balik. Namun takdirnya akan mengubah dunia.
 
Masa depan apa yang akan menantinya? Apakah kebetulan ia yang menemukan telur itu atau memang ia ditakdirkan untuk menjadi Penunggang Naga? Mampukah ia bertahan dengan segala yang akan ia hadapi?
 
Membaca buku ini seperti masuk ke dunia baru yang luar biasa. Dunia yang tidak hanya dihuni manusia, tapi juga makhluk-makhluk yang hanya hadir di imajinasi: elf, naga, kurcaci--saya lebih suka jika tidak diterjemahkan (dwarf), Urgal, dll. Elf di sini dijabarkan lebih menyerupai elf dalam film Lord of The Rings--saya belum membaca bukunya--daripada dalam buku Spiderwick Chronicles. Sosok yang langsing, tinggi, dengan telinga lancip. Sosok yang begitu rupawan dan kuat.
 
Membahas tentang tokoh utama, Eragon dijabarkan begitu lemah namun juga kuat. Saya memahami kelemahannya, anak petani yang polos harus menghadapi nasib yang begitu jungkir balik. Namun saya kurang menyukai kekuatannya. Eragon menjalani pelatihan di bawah bimbingan Brom hanya beberapa hari, namun mampu menguasai ilmu sihir dan pedang dengan bagus. Mungkinkah bisa seinstan itu atau itu kelebihan dari status Penunggang Naga?
 
Buku yang bisa dibilang mirip bantal ini, tak terasa tebal karena kisah yang disampaikan sangat mudah dipahami. Kisah mengalir begitu saja. Mampu membawa pembaca hanyut ke dalam petualangan Eragon dan Saphira yang begitu menegangkan. 
Berita Terkait

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Berita Video

Dorong Produktivitas dan Kesejahteraan Petani, Pemkab Bojonegoro Gelar Gutanbo Fest 2026

Dorong Produktivitas dan Kesejahteraan Petani, Pemkab Bojonegoro Gelar Gutanbo Fest 2026

Bojonegoro Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menggelar Gumregah Tani Bojonegoro Festival (Gutanbo Fest) 2026 di Alun-Alun Bojonegoro pada Jumat (16/10/2026). Perhelatan dibuka ...

Teras

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

Menyoroti Konsep Penanggulangan Bencana di Bojonegoro

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

"Berdasarkan Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007, tentang Penanggulangan Bencana, Pemerintah dan Pemerintah Daerah menjadi penanggung jawab dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana. ...

Opini

Cara Kafein "Menipu" Otak Kita

Opini

Cara Kafein "Menipu" Otak Kita

Menghadapi tumpukan materi kuliah, kejaran tenggat tugas, dan jadwal kelas pagi yang tak kompromi sering kali memaksa mahasiswa mencari jalan ...

Sosok

Ki Ngesti Adi Anggoro, Dalang Muda Asal Purwosari yang Tekun Rawat Kesenian Tradisional

Ki Ngesti Adi Anggoro, Dalang Muda Asal Purwosari yang Tekun Rawat Kesenian Tradisional

Bojonegoro - Di tengah gempuran arus budaya modern, kepedulian terhadap pelestarian kesenian tradisional ditunjukkan oleh Ki Ngesti Adi Anggoro, seorang ...

Infotorial

Dari Sukoharjo ke Milan: Kisah Sukses Perempuan Desa Sekitar Lapangan Kedung Keris Bojonegoro

Dari Sukoharjo ke Milan: Kisah Sukses Perempuan Desa Sekitar Lapangan Kedung Keris Bojonegoro

Berbekal kedisiplinan dan keuletannya, Unanik kini bisa membantu ekonomi keluarga. Perempuan asal Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro ini mampu membiayai ...

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Blora - Petugas gabungan dari TNI, Polri, BPBD dan warga sekitar terus melakukan pencarian terhadap serpihan pesawat tempur T-50i Golden ...

Religi

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Judul itu menjadi tema pembekalan sekaligus pengajian Rabu pagi (24/01/2024) di Masjid Nabawi al Munawaroh, Madinah, kepada jemaah umrah dari ...

Wisata

Merawat Warisan Geologi di Kedung Lantung, Bojonegoro, dari Perut Bumi untuk Masa Depan

Wisata

Merawat Warisan Geologi di Kedung Lantung, Bojonegoro, dari Perut Bumi untuk Masa Depan

Bojonegoro - Bukan sekadar destinasi wisata anyar, Geosite Kedung Lantung di Desa Sugihwaras, Kecamatan Sugihwaras, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menjadi ...

1793591975.2474 at start, 1793591975.5769 at end, 0.32950496673584 sec elapsed