News Ticker
  • Karya Literasi Siswa Desa Bawa Kepala SDN Grebegan Kalitidu Raih Penghargaan Nasional
  • Prakiraan Cuaca 20 Mei 2026 di Bojonegoro
  • 20 Mei dalam Sejarah
  • Tabrakan Supra vs Tiger di Kedungadem, Bojonegoro, Pengendara Supra Meninggal Dunia
  • Peringati Bulan Sura, Pemkab Bojonegoro Fasilitasi Tradisi Ruwatan Murwakala Gratis di Khayangan Api
  • Mengenal Proses Bersin dan Berbagai Faktor Pemicu Refleks Alami Tubuh
  • Dampak Anjloknya Rupiah, Harga Beras hingga Minyak Goreng di Bojonegoro Melejit
  • Belum Teridentifikasi, Mayat Perempuan yang Ditemukan di Hutan Ngasem, Bojonegoro Dimakamkan
  • Permudah Layanan Literasi, Dispusip Bojonegoro Luncurkan Program Tanya Pustakawan
  • Musim Kemarau Ekstrem, Enam Kabupaten di Jatim Siaga Darurat Kekeringan
  • Tinggal Sendirian, Warga Padangan, Bojonegoro Ditemukan Meninggal di Kamar Mandi
  • HMI Cabang Bojonegoro Rumuskan Arah Gerakan Progresif Lewat Konfercab Ke-XXIII
  • Penumpang Kereta Api di Stasiun Bojonegoro Tembus 9 Ribu Selama Libur Kenaikan Yesus Kristus
  • Prakiraan Cuaca  19 Mei 2026 di Bojonegoro
  • 19 Mei dalam Sejarah
  • Rumah Warga di Kanor Hangus Terbakar, Wabup Bojonegoro Gerak Cepat Bantu Korban
  • Kerangka Manusia Ditemukan di Tengah Hutan Temayang, Bojonegoro
  • Tingkatkan Kapasitas Kelembagaan, PDKB Bojonegoro Lakukan Studi Pembelajaran ke Kediri
  • Disbudpar Bojonegoro Matangkan Paket Wisata KaGeT Melalui Simulasi di Kedewan
  • Ratusan Pesilat Berebut Tiket Puslatda Jatim dalam Kejurprov Pencak Silat 2026 di Surabaya
  • Mengenal Ubi Cream Cheese, Camilan Viral yang Mengombinasikan Karbohidrat Kompleks dan Lemak Jenuh
  • Kemenag Tetapkan Awal Dzulhijah 1447 H Jatuh pada 18 Mei 2026, Iduladha 27 Mei
  • Prakiraan Cuaca 18 Mei 2026 di Bojonegoro
  • 18 Mei dalam Sejarah
Kejadian Kesurupan Biasanya Disebabkan Stres

Kejadian Kesurupan Biasanya Disebabkan Stres

Oleh Mujamil E Wahyudi

Kota – Kejadian lima siswa SMP Negeri 1 Padangan yang diduga kesurupan saat sedang belajar di sekolah mendapat perhatian dari konselor yang ada di Bojonegoro. Salah satunya yaitu seorang konselor, Abdul Muchit S Kom I. Ia mengatakan biasanya yang menjadi penyebab utama kejadian kesurupan adalah stres atau sedang mengalami banyak persoalan.

Gejala-gejala yang ditimbulkan orang yang diduga kesurupan di antaranya kepala terasa berat, selanjutnya badan dan kaki terasa lemas, pandangan kabur atau tidak jelas dan mengantuk. Bahkan, ia bisa pingsan. Namun biasanya gejala itu masih disadari oleh korban yang diduga mengalami kesurupan, tetapi setelah itu ia tiba-tiba tidak mampu mengendalikan dirinya.

"Orang yang kesurupan akan melakukan sesuatu di luar kemampuan dan keinginannya, namun ia merasakan seperti ada kekuatan yang mengendalikan dirinya itu," ujar Abdul Muchit S Kom I, pada BBC, sapaan beritabojonegoro.com, Rabu (30/09).

Ia menambahkan, mereka yang mengalami kesurupan merasakan dirinya bukanlah dirinya lagi, tetapi ada sesuatu yang mengendalikan dari luar. Namun keadaan kesurupan ini ada juga yang menyadari sepenuhnya, ada yang menyadari sebagian dan ada pula yang tidak menyadari sama sekali.

"Saat kesurupan, korban akan melakukan gerakan-gerakan yang terjadi secara otomatis, tidak ada beban mental dan dengan bebasnya ia akan bergerak. Saat seperti itu adalah merupakan kesempatan untuk mengekspresikan hal-hal yang terpendam melalui jeritan, teriakan, gerakan menari seperti keadaan hipnotis diri," jelas Muchit sapaan akrab Abdul Mucit.

Dalam hal ini, kemampuan yang perlu ditingkatkan pada para korban kesurupan yang terjadi di SMP Negeri 1 Padangan Bojonegoro adalah mengajari dan melatih korban untuk bagaimana mengelola stres dan konflik dengan cara yang baik dan benar, supaya mereka tidak mudah kesurupan.

Pagi tadi, sekitar lima siswa SMP Negeri 1 Padangan, diduga mengalami kesurupan. Salah satu siswa yang mengalami kesurupan paling parah yaitu Berlian Septia Fananti, siswa kelas tujuh. Ia sempat meronta-ronta dan tidak sadarkan diri beberapa kali. Ia juga seperti bicara ngelantur. Ia kemudian dipulangkan ke rumahnya di Dukuh Bringan, Desa Ngraho, Kecamatan Gayam.

Saat pulang di rumah, ia tidak mau masuk ke rumah. Ia masih berpakaian seragam batik dan rok berwarna putih. Ia dipegangi oleh kerabat dan tetangganya. Ia meronta di halaman rumah. Beberapa petugas polisi dari Polsek Gayam juga datang ke rumah korban. Namun, setelah ditenangkan oleh keluarga dan kerabatnya, Berlian akhirnya tenang. Namun, ia tetap tidak mau masuk rumah.

Menurut Izmi, keluarga korban, kejadian kesurupan yang dialami oleh Berlian saat di sekolah ini sudah kedua kalinya. Sebelumnya, kejadian serupa juga pernah terjadi. “Dia seperti bukan Berlian. Dia berlaku seperti orang lain,” ungkap Izmi.

Menurut Hamdan, salah satu guru SMP Negeri 1 Padangan, mengatakan, sejak dua tahun terakhir ini kejadian kesurupan sering terjadi pada siswa di sekolah. Pihak sekolah, kata dia, kini sedang mencari solusi yang tepat untuk mengatasi masalah itu. Sebab, kejadian kesurupan mengganggu proses kegiatan belajar-mengajar di sekolah. (yud/kik)

Foto siswa SMP Negeri 1 Padangan saat diduga mengalami kesurupan

 

 

Berita Terkait

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Berita Video

Bupati Resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark Bojonegoro

Berita Video

Bupati Resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark Bojonegoro

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark (PIGG) Bojonegoro, yang berlokasi di Jalan Panglima Sudirman, Bojonegoro, ...

Teras

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

Menyoroti Konsep Penanggulangan Bencana di Bojonegoro

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

"Berdasarkan Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007, tentang Penanggulangan Bencana, Pemerintah dan Pemerintah Daerah menjadi penanggung jawab dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana. ...

Opini

Menjadi "Raksasa" yang Lupa Cara Jadi Manusia

Menjadi "Raksasa" yang Lupa Cara Jadi Manusia

Pernahkah Anda merasa paling benar setelah memenangkan debat di kolom komentar? Atau merasa paling sukses saat melihat angka di saldo ...

Sosok

Bocah 9 Tahun Asal Bojonegoro Jago Otak-Atik Elektronik, Bercita-cita Jadi Insinyur

Bocah 9 Tahun Asal Bojonegoro Jago Otak-Atik Elektronik, Bercita-cita Jadi Insinyur

Bojonegoro - Berbeda dari anak-anak seusianya, seorang bocah dari Desa Growok, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro ini justru memiliki minat besar ...

Infotorial

ExxonMobil di Blok Cepu Siap Hadapi Target Produksi 2026

ExxonMobil di Blok Cepu Siap Hadapi Target Produksi 2026

Bojonegoro - Sepanjang 2025, produksi minyak Blok Cepu kembali melampaui target pemerintah. ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), sebagai operator salah satu ...

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Blora - Petugas gabungan dari TNI, Polri, BPBD dan warga sekitar terus melakukan pencarian terhadap serpihan pesawat tempur T-50i Golden ...

Religi

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Judul itu menjadi tema pembekalan sekaligus pengajian Rabu pagi (24/01/2024) di Masjid Nabawi al Munawaroh, Madinah, kepada jemaah umrah dari ...

Wisata

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, pada Rabu malam (18/03/2026), bertempat di Jalan Mas Tumapel Bojoonegoro, melaunching Kalender Event Bojonegoro ...

1779248512.8379 at start, 1779248513.6248 at end, 0.78691983222961 sec elapsed