Karya Literasi Siswa Desa Bawa Kepala SDN Grebegan Kalitidu Raih Penghargaan Nasional
Rabu, 20 Mei 2026 10:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro - Dunia pendidikan di Kabupaten Bojonegoro kembali menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional melalui dedikasi seorang kepala sekolah di wilayah pedesaan. Rita Yuana yang menjabat sebagai Kepala SDN Grebegan, Kecamatan Kalitidu, sukses menyabet penghargaan bergengsi dalam ajang Insan Pendidikan Berdampak 2026 untuk kategori Inspirator Pendidikan Formal berkat inovasi literasi yang dinilai memberikan pengaruh nyata bagi peserta didik.
Keberhasilan ini berakar dari sebuah gerakan literasi unik yang digagas Rita dengan memfasilitasi para siswa menuliskan impian mereka hingga berhasil menerbitkan sebuah buku berjudul Membangun Mimpi dari Pelosok Negeri: Bunga Rampai Cita-Cita Siswa SDN Grebegan, Kalitidu, Bojonegoro. Langkah kreatif tersebut lahir dari rasa kepedulian Rita terhadap keterbatasan akses serta latar belakang sosial ekonomi murid-muridnya yang sebagian besar merupakan anak petani, di mana ia melihat ada potensi luar biasa yang selama ini belum mendapatkan wadah untuk berkembang.
Dalam pelaksanaannya, sebanyak 54 siswa dari kelas IV, V, dan VI dilibatkan secara aktif untuk merangkai mimpi, harapan, dan cita-cita mereka ke dalam bentuk esai sederhana. Kerja keras kolektif tersebut akhirnya membuahkan hasil berupa buku setebal 180 halaman yang resmi diterbitkan pada Februari 2026 kemarin melalui kolaborasi bersama PT Taman Baca Indonesia Bojonegoro.
“Anak-anak di desa juga memiliki mimpi besar. Mereka hanya membutuhkan ruang, pendampingan, dan seseorang yang percaya bahwa mereka mampu,” ungkap Rita Yuana saat menjelaskan latar belakang programnya.
Rita memaparkan bahwa pengerjaan buku ini diawali dengan melakukan pengamatan serta pendekatan personal kepada para murid. Tidak sendirian, ia bergerak bersama tim guru yang terdiri atas Sri Wuryani, Sriyanik, dan Sumiyati untuk mendampingi anak-anak menuangkan kisah seputar profesi impian, alasan di balik pilihan tersebut, hingga langkah yang akan mereka tempuh demi masa depan, yang mana proses penulisan ini juga mengintegrasikan implementasi Pembelajaran Mendalam dan Kecerdasan Artifisial.
Proses bimbingan tersebut diwadahi melalui program rutin bertajuk Sabtu BERSERI yang bertujuan mengenalkan aneka ragam profesi sekaligus memperluas cara pandang siswa mengenai masa depan mereka. Melalui kegiatan berkala ini, muncul berbagai cita-cita yang beragam dari pikiran anak-anak, mulai dari profesi konvensional seperti dokter, guru, polisi, tentara, pilot, masinis, atlet, pengusaha, hingga profesi modern seperti petani sukses serta konten kreator.
Dampak dari gerakan ini ternyata tidak melulu soal peningkatan budaya membaca dan menulis, melainkan juga membawa pergeseran positif pada pembentukan karakter para siswa di sekolah. Anak-anak yang mulanya cenderung pemalu kini mulai menunjukkan keberanian untuk berbicara di depan kelas, mengemukakan pendapat, serta mempresentasikan hasil tulisan mereka dengan penuh rasa percaya diri.
Lebih dari itu, aktivitas reflektif saat merangkai kata demi kata mengenai masa depan ini secara tidak langsung menanamkan pemahaman mendalam tentang arti penting pendidikan. Sikap disiplin, tanggung jawab, kerja keras, dan daya juang yang tinggi mulai tumbuh di dalam diri siswa sebagai bekal utama untuk mengejar impian yang telah mereka goreskan di dalam buku.
Inisiatif cemerlang dari SDN Grebegan ini pun langsung memanen pujian dan apresiasi dari jajaran pemerintah daerah setempat. Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah memberikan pandangan bahwa terobosan seperti ini sangat layak ditiru oleh satuan pendidikan lain karena terbukti mampu menyajikan metode pembelajaran yang mendalam serta menyentuh sisi humanis dari para peserta didik.
Saran senada juga disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro Mokhamad Anwar Mukhtadlo yang menyatakan bahwa kehadiran buku karya siswa ini menjadi sebuah bukti otentik bahwa sebuah cita-cita yang besar dan mulia bisa lahir dari sebuah kesederhanaan.
Bagi pihak sekolah, program penulisan ini bukan sekadar mengejar target penerbitan karya cetak, melainkan sebuah gerakan moral untuk menyalakan api harapan dan rasa percaya diri anak-anak. Berdiri di bangunan sekolah yang dikelilingi area persawahan, SDN Grebegan membuktikan bahwa kualitas pendidikan yang esensial tidak selalu diukur dari kemewahan fasilitas atau kecanggihan teknologi, melainkan dari keteladanan, kepedulian, dan keyakinan utuh pada potensi anak-anak desa.
Penghargaan yang diterima oleh Rita Yuana dalam ajang nasional ini mematrikan pesan kuat bagi dunia pendidikan bahwa ruang kelas yang sederhana di sudut pelosok daerah pun mampu menciptakan perubahan nyata dan menjadi sumber inspirasi bagi banyak orang.(red/toh)





































