News Ticker
  • Pemkab Bojonegoro Optimis Jadi Daerah Percontohan Nasional Program Kawasan Tanpa Rokok
  • Seorang Warga Cirebon Ditemukan Meninggal di Kamar Tidur Tempat Kerjanya di Baureno, Bojonegoro
  • Peringati Hari Donor Darah Sedunia, PMI Bojonegoro Gelar Aksi Massal hingga Bazar Sembako Murah
  • Ancaman Disfungsi Metabolisme, Ledakan Kasus Diabetes Intai Usia Produktif dan Pekerja Kantoran
  • Cari Ikan di Sungai Bengawan Solo, Warga Ngraho, Bojonegoro Dilaporkan Tenggelam
  • Gubernur Khofifah Kukuhkan Kepala BPKP Jatim yang Baru, Tekankan Penguatan Sinergi Lintas Sektor
  • Remaja yang Dilaporkan Tenggelam di Sungai Bengawan Solo Kasiman, Bojonegoro Ditemukan Meninggal
  • Sinergi Program Prioritas, Cantika Wahono Dorong Kader PKK Aktif Tekan Stunting dan Sukseskan Program Gayatri
  • Gempur Rokok Ilegal, Tim Gabungan Sisir Toko dan Warung di Wilayah Baureno
  • 24 Juni dalam Sejarah
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 23 Juni 2026
  • DPRD Bojonegoro Gelar Tiga Rapat Paripurna Bahas Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2025
  • Kodim 0813 dan Pemkab Bojonegoro Gelar Rapat Matangkan Kegiatan TMMD ke 129
  • Wujudkan Lingkungan Nyaman untuk Generasi Muda, Pemkab Bojonegoro Rintis Standardisasi Masjid Ramah Anak
  • Kemenkes Dukung Peluncuran Komisi Jurnal Lancet Pertama Garapan Ilmuwan Tanah Air
  • Hendak Menyeberang Sungai Bengawan Solo, Seorang Remaja di Kasiman, Bojonegoro Tenggelam
  • Bojonegoro Bersiap Menuju Panggung Dunia di UNESCO Global Geopark
  • Gubernur Khofifah Dorong Media Siber Ciptakan Jurnalisme Bekualitas
  • 23 Juni dalam Sejarah
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 23 Juni 2026
  • Review Infinix Hot 40 Pro, Ponsel Gaming 900 Ribuan dengan Layar 90 FPS yang Gacor
  • Pengendara Motor Tewas Ditabrak Truk di Perempatan Lisman, Bojonegoro
  • Adu Strategi di Map Land of Dawn ,Ratusan Gamer Muda Padati Turnamen Mobile Legend Kapolres Blora Cup 2026
  • Kunjungi Desa Jumok, Cantika Wahono Ajak Kader PKK Bojonegoro Jadi Agen Perubahan Wujudkan Keluarga Sehat
Molor 3 Bulan, Dana Beasiswa Mahasiswa Cair Juni Ini

Molor 3 Bulan, Dana Beasiswa Mahasiswa Cair Juni Ini

Oleh Piping Dian Permadi 

Bojonegoro Kota - Proses pencairan tahap pertama beasiswa untuk mahasiswa Bojonegoro kurang mampu mengalami keterlambatan dari jadwal. Dari rencana bulan Maret tahun 2017, hingga bulan Juni ini Bagian Kesejahteraan Pemkab Bojonegoro baru mengajukan berkas ke Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Bojonegoro.

Keterlambatan ini diakibatkan lambatnya pembuatan Peraturan Bupati (Perbub) Bojonegoro sebagai landasan pencairan dana beasiswa itu. Saat ini perbub sudah ditandatangani bupati dan sebagai tindak lanjut bagian kesejahteraan mengajukan proses pencarian ke BPKAD.

Kasubag Pendidikan dan Kebudayaan, Bagian Kesejahteraan Rakyat Pemkab Bojonegoro, Muhammad Fadloli, kepadaberitabojonegoro.com mengatakan lambatnya pencairan ini juga disebabkan oleh kesalahan - kesalahan data alamat yang diajukan oleh mahasiswa. "Kadang desa ditulis dusun, terbalik RT dan RW-nya juga salah kita memperbaiki itu karena banyak yang salah," jelasnya Rabu (14/06/2017).

Ada sekitar 17 mahasiswa yang mengalami kesalahan dalam penyertaan alamat yang membuat lambatnya pencairan. Dari jumlah total dalam pencarian tahap pertama ini ada 188 mahasiswa yang sudah mengajukan pencairan.

Sedangkan kuota yang diajukan oleh Pemkab Bojonegoro untuk tahun 2017 ini adalah untuk 350 mahasiswa dengan nilai anggaran Rp 700 juta. Pihaknya berharap mahasiswa yang belum mengajukan pencairan agar segera mengajukan pencairan agar bisa segera diproses saat adanya ketersediaan dana.

Untuk tahun 2018 mendatang Pemkab Bojonegoro telah merencanakan pengajuan beasiswa sebanyak 500 beasiswa atau senilai Rp 1 milIar dengan besaran Rp 2 juta per mahasiswa. Hal itu didasarkan dari data pengajuan yang masuk ke bagian kesejahteraan hingga bulan Juni ini  sudah sekitar 450 mahasiswa dan diprediksi akan terus bertambah hingga akhir tahun 2017 mendatang.

"Kita berani berspekulasi 500 mahasiswa, karena jumlah pengajuan terus bertambah, jika masih semester 1 atau 2 kita akan geser," terangnya.

Diketahui setiap tahun, antusiasme mahasiswa cenderung mengalami peningkatan. Sejak tahun 2013 pencairan beasiswa itu diberikan kepada sebanyak 106 mahasiswa, meningkat pada tahun 2014 diberikan kepada 256 mahasiswa, tahun 2015 dicairkan untuk 437 mahasiswa dan di tahun 2016 dicairkan kepada 371 mahasiswa.

Kendala yang sering dialami pemkab saat pencairan adalah sulitnya menghubungi mahasiswa yang tidak memiliki nomor telepon seluler. Karena beasiswa ini memang diperuntukkan bagi mahasiswa yang kurang mampu.

Pemkab harus melakukan survei langsung dan memberitahu kepada pengajuan beasiswa jika ada kasus demikian. "Kita harus mendatangi, karena memang ada mahasiswa yang benar-benar tidak bisa beli handphone," imbuhnya.

Setelah mendapatkan pencairan terkadang mahasiswa juga ada yang tidak memberikan laporannya. Pihaknya cukup menyayangkan hal itu dan akhirnya harus kembali melakukan kunjungan ke rumah mahasiswa yang bersangkutan. (pin/kik)

Berita Terkait

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Berita Video

Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026 Resmi Ditutup

Berita Video

Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026 Resmi Ditutup

Setelah berlangsung selama empt hari mulai Rabu (17/06/2026), ajang Bojonegoro Wastra Batik Festival (BWBF) 2026 resmi ditutup oleh Ketua Dekranasda ...

Teras

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

Menyoroti Konsep Penanggulangan Bencana di Bojonegoro

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

"Berdasarkan Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007, tentang Penanggulangan Bencana, Pemerintah dan Pemerintah Daerah menjadi penanggung jawab dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana. ...

Opini

Menjadi "Raksasa" yang Lupa Cara Jadi Manusia

Menjadi "Raksasa" yang Lupa Cara Jadi Manusia

Pernahkah Anda merasa paling benar setelah memenangkan debat di kolom komentar? Atau merasa paling sukses saat melihat angka di saldo ...

Sosok

Bocah 9 Tahun Asal Bojonegoro Jago Otak-Atik Elektronik, Bercita-cita Jadi Insinyur

Bocah 9 Tahun Asal Bojonegoro Jago Otak-Atik Elektronik, Bercita-cita Jadi Insinyur

Bojonegoro - Berbeda dari anak-anak seusianya, seorang bocah dari Desa Growok, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro ini justru memiliki minat besar ...

Infotorial

Dari Ladang Migas ke Ladang Wirausaha: Jejak Nyata PEPC Zona 12 Membangun Kemandirian Desa

Dari Ladang Migas ke Ladang Wirausaha: Jejak Nyata PEPC Zona 12 Membangun Kemandirian Desa

Bojonegoro - Berakhirnya fase pengembangan Proyek Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB) pada 2021 menjadi titik balik bagi ratusan pemuda Desa Bandungrejo, ...

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Blora - Petugas gabungan dari TNI, Polri, BPBD dan warga sekitar terus melakukan pencarian terhadap serpihan pesawat tempur T-50i Golden ...

Religi

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Judul itu menjadi tema pembekalan sekaligus pengajian Rabu pagi (24/01/2024) di Masjid Nabawi al Munawaroh, Madinah, kepada jemaah umrah dari ...

Wisata

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, pada Rabu malam (18/03/2026), bertempat di Jalan Mas Tumapel Bojoonegoro, melaunching Kalender Event Bojonegoro ...

1782342053.9923 at start, 1782342055.0086 at end, 1.0163249969482 sec elapsed