News Ticker
  • Arief Rahman Kembali Terpilih Jadi Ketua AMSI Wilayah Jawa Timur, Periode 2020-2023
  • Bupati Anna Muawanah Buka Konfercab XIX GP Ansor Bojonegoro
  • Media Massa dan Pemerintah Perlu Bekerjasama Mengatasi Masalah
  • Dorong Dunia Usaha Berkembang, Pemkab Bojonegoro Gelar Temu Mitra dengan Pengusaha
  • 2021, Pemkab Bojonegoro Akan Bangun 350 Kilometer Jalan Desa, Melalui Bantuan Keuangan Desa
  • Bupati Anna Muawanah Hadiri Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus Cabang ABPEDNAS Bojonegoro
  • Ketua Umum AMSI: Pandemi Kembalikan Media Massa ke Rumusan Paling Dasar
  • Konferwil AMSI Jatim, Anggota Dewan Pers Agus Sudibyo, Bedah Tantangan Media Siber Lokal
  • Gubernur Khofifah Indar Parawansa Buka Konferwil 2 AMSI Jawa Timur di Kota Batu
  • TikTok Buka Peluang Bagi Siapapun untuk Jadi Kreator Konten
  • Facebook Terapkan Standar Komunitas Ketat, Inilah Jenis Berita yang Berpotensi Dihapus
  • Polres Blora Amankan 2 Orang Pengedar Sabu-Sabu Asal Cepu
  • Gubernur Khofifah Indar Parawansa akan Buka Konferwil AMSI Jatim di Kota Batu
  • Tingkatkan Derajat Kesehatan Warga Desa, Menteri Desa PDTT Sambangi Tuban
  • Waduk Gongseng di Temayang Bojonegoro Rencananya Diresmikan Desember 2020
  • Pemkab Bojonegoro Gelar Seminar Tata Kelola Air dan Pengelolaan DAS Terpadu
  • Upaya Lestarikan Hutan, Kejaksaan Negeri Bojonegoro Kembali Gelar 'Jaksa Masuk Hutan'
  • Dalam Mengatasi Krisis, Perusahaan Harus Hati-Hati saat Bermain di Media Sosial
  • Piranti Internet dan Kemampuan Berkomunikasi Jadi Kunci Perusahaan Merespons Krisis
  • Hendak Mendahului, Bus Tabrak Truk Tangki dan Truk di Baureno Bojonegoro, 4 Orang Luka-Luka
  • Antisipasi Long Weekend, Sat Lantas Polres Bojonegoro Gelar Apel Kesiapan Anggota
  • AMSI Bersama EMCL, Serahkan APD untuk Rumah Sakit di Tuban dan Bojonegoro
  • Hari Santri Nasional, Sat Lantas Polres Bojonegoro Gelar Bakti Sosial di Pondok Pesantren
  • Inilah Pemenang Lomba, Peringatan Hari Santri Nasional 2020, Kabupaten Bojonegoro

Bekisar Merah

*Oleh Muhammad Roqib

Saya selalu terpesona dengan karya-karya Ahmad Tohari. Ya boleh dibilang karyanya selalu jaminan bermutu. Seperti halnya karya novel Bekisar Merah ini. Saya sudah pernah baca Ronggeng Dukuh Paruk, Senyum Karyamin, Lingkar Tanah Lingkar Air. Dan menurut saya Bekisar Merah ini salah satu karya Ahmad Tohari yang brilian.

Seperti halnya karya-karya lainnya, Ahmad Tohari begitu piawai meramu cerita dengan seting pedesaan dan tokoh-tokoh orang desa. Kesadaran dan pandangannya tentang alam dan pedesaan juga begitu mendalam dan kuat. Menurut saya jarang ada penulis sekaliber dia dalam hal kesadaran tentang alam pedesaan ini.

Novel Bekisar Merah ini mengambil seting pedesaan yaitu Desa Karangsoga. Desa itu dihuni oleh para penyadap nira kelapa. Penduduk desa bergantung hidup dari pohon-pohon kelapa yang menghasilkan gula kelapa.

Di Desa Karangsoga ini tinggal sepasang penderas gula kelapa yaitu Darsa dan Lasi. Darsa saban hari menyadap nira di pucuk-pucuk pohon kelapa. Sementara, Lasi mengolah nira itu menjadi gula kelapa. Hidup sepasang penderas gula kelapa ini sangat sederhana. Meski membanting tulang menderas gula kelapa, kehidupan keluarga penderas gula kelapa selalu pas-pasan. Mereka selalu dipermainkan oleh para tengkulak dan permainan harga gula kelapa yang selalu merugikan para penderas.

Lasi dan Darsa hidup bahagia. Lasi adalah perempuan yang sungguh cantik. Banyak orang yang iri mengapa Darsa bisa kawin dengan Lasi. Dulu, pada masa penjajahan Jepang, ibu Lasi dijadikan istri oleh tentara Jepang. Sehingga Lasi lebih mirip seperti perempuan Jepang, berkulit putih, bermata agak sipit, dan berambut hitam.

Namun, kebahagiaan Lasi tidak berlangsung lama. Suatu ketika sang suami, Darsa, jatuh dari pohon kelapa yang tinggi saat menderas nira kelapa. Suaminya lumpuh dan dirawat berbulan-bulan. Lalu, ada dukun desa yang mampu menyembuhkan Darsa namun dengan syarat Darsa mengawini putri dukun itu. Merasa dikhianati, Lasi lalu minggat dari kampung ikut Pardi, sopir pengirim gula kelapa, ke Jakarta, naik truk. Lasi tak punya tujuan, ia hanya ingin kabur dari kampung Karangsoga.

Lasi lalu bertemu dengan Bu Lanting, perempuan yang punya jaringan dengan orang-orang papan atas di Jakarta. Lasi lalu dipertemukan dengan Handarbeni, orang kaya di Jakarta. Lasi menjadi istri simpanan Handarbeni, orang tua yang suka perempuan keturunan Jepang. Hidup Lasi berubah mendadak. Apa yang ia perlukan ada di depan mata. Kendati demikian, ia tetap merindukan Karangsoga.

Lasi memendam rasa dengan Kanjat, teman semasa kecilnya, anak seorang makelar gula kelapa di kampungnya. Ia bertemu dengan Kanjat yang kini sudah dewasa. Kanjat juga memendam rasa dengan Lasi. Setelah lulus kuliah, Kanjat menjadi dosen dan juga mengabdikan hidupnya untuk para penderas gula kelapa yang nasibnya menurut dia tidak beruntung.

Lasi seperti hidup di sangkar emas. Ia menjadi boneka mainan. Menjadi Bekisar Merah milik Handarbeni. Ia seperti dijual oleh Bu Lanting yang sangat mengidolakan duit. Namun, Lasi lama kelamaan bisa menjalani hidup sebagai istri muda Handarbeni. Ia juga sempat pulang kampung di Karangsoga.

Namun, ketenangan Lasi tak berlangsung lama. Ia disukai oleh Bambung, seorang pelobi ulung yang dekat dengan penguasa. Handarbeni tak kuasa dan menyerahkan Lasi kepada Bambung. Hidup Lasi berubah dengan cepat. Ia diajak Bu Lanting dan bertemu dengan Bambung di Singapura. Bambung, sang bandot tua, begitu bangga menggandeng Lasi di hadapan teman dan relasinya.

Namun, Lasi tak mau menuruti kemauan Bambung. Lasi kabur dari Jakarta dan pulang ke Karangsoga. Oleh Eyang Mus, Kanjat lalu dinikahkan dengan Lasi. Hidup Lasi begitu senang ketika bisa kawin dengan Kanjat. Namun, kesenangannya itu tidak berlangsung lama. Ia dibawa dengan paksa oleh Bu Lanting dan orang suruhan Bambung kembali ke Jakarta. Namun, Lasi saat itu sudah hamil. Bambung tidak suka dengan perempuan bunting.

Hidup Lasi berubah lagi ketika Bambung ditahan karena kasus korupsi. Lasi dan beberapa orang diperiksa sebagai saksi. Kanjat menyusul ke Jakarta dan akhirnya bisa membebaskan Lasi. Akhirnya Lasi dan Kanjat bisa kembali pulang ke Karangsoga dan merencanakan kehidupan baru. Lasi sangat menanti buah hatinya bersama Kanjat lahir ke dunia. (*/kik)

Berita Terkait
Camat Kalitidu untuk Hari Jadi Bojonegoro ke-342 Tahun 2020 Camat Malo untuk Hari Jadi Bojonegoro ke-342 Tahun 2020
Camat Sumberrejo untuk Hari Jadi Bojonegoro ke-342 Tahun 2020 Camat Gayam untuk Hari Jadi Bojonegoro ke-342 Tahun 2020
Camat Ngraho untuk Hari Jadi Bojonegoro ke-342 Tahun 2020 Camat Kasiman untuk Hari Jadi Bojonegoro ke-342 Tahun 2020
Camat Kapas untuk Hari Jadi Bojonegoro ke-342 Tahun 2020 Camat Bojonegoro Kota untuk Hari Jadi Bojonegoro ke-342 Tahun 2020
Camat Dander untuk Hari Jadi Bojonegoro ke-342 Tahun 2020 Pak Adi PU untuk Hari Jadi Bojonegoro ke-342 Tahun 2020
Dinas Perindustrian Kab. Bojonegoro untuk Hari Jadi Bojonegoro ke-342 Tahun 2020 Dinas Perhutani untuk Hari Jadi Bojnegoro ke-343 Tahun 2020
Disdik Provinsi Jawa Timur untuk Hari Jadi Bojonegoro ke-343 Tahun 2020 Kades Malo untuk Hari Jadi Bojonegoro ke-343 Tahun 2020
Dinas Kesehatan Kab. Bojonegoro untuk Hari Jadi Bojonegoro ke-343 Tahun 2020 Kapolres Bojonegoro untuk Hari Jadi Bojonegoro ke-343 Tahun 2020

Videotorial

'Bobota', Robot Pintar untuk Dukung Tugas Kepolisian di Bojonegoro

Berita Video

'Bobota', Robot Pintar untuk Dukung Tugas Kepolisian di Bojonegoro

Kepolisian Resort (Polres) Bojonegoro, membuat inovasi berbasis Informasi Teknologi (IT), yakni dengan mengembangan robot pintar yang diberi nama Robot Bojonegoro ...

Berita Video

Video Prosesi Pemakaman Positif Corona Asal Kecamatan Sumberrejo Bojonegoro

Berita Video

Video Prosesi Pemakaman Positif Corona Asal Kecamatan Sumberrejo Bojonegoro

Bojonegoro - Seorang warga Kabupaten Bojonegoro, yang berstatus positif terkonfirmasi virus Corona (Covid-19), pada Sabtu (11/07/2020), sekitar pukul 01.30 WIB ...

Teras

2020, di Bojonegoro Telah Terjadi 16 Kasus Orang Tersengat Listrik, Korban Jiwa 18 Orang

Peristiwa Orang Tersengat Listrik

2020, di Bojonegoro Telah Terjadi 16 Kasus Orang Tersengat Listrik, Korban Jiwa 18 Orang

Bojonegoro - Berdasarkan data yang di himpun media ini, bahwa sejak Januari 2020 hingga Rabu (14/10/2020) hari ini, di Kabupaen ...

Opini

Penggunaan Teknologi untuk Mengurangi Angka Kecelakaan

Penggunaan Teknologi untuk Mengurangi Angka Kecelakaan

Pada beberapa tahun terakhir, angka kecelakaan lalu lintas semakin meningkat. Hal tersebut dipengaruhi beberapa faktor salah satunya kecepatan kendaraan yang ...

Quote

Tuntunan Ibadah Salat Tarawih di Rumah Saja, saat Pandemi Covid-19

Quote Islami

Tuntunan Ibadah Salat Tarawih di Rumah Saja, saat Pandemi Covid-19

KONDISI mewabahnya virus Corona (Covid-19) dalam bulan Ramadan ini tidak mengalami penurunan, bahkan semakin meningkat, maka untuk mencegah bahkan memutus ...

Sosok

Petani di Ngasem Bojonegoro ini Mencoba Peruntungan Dengan Menanam Buncis

Petani di Ngasem Bojonegoro ini Mencoba Peruntungan Dengan Menanam Buncis

Bojonegoro - Berawal dari niat untuk memaksimalkan hasil dari sawah yang dimilikinya, Charis Manan (39) petani asal Dusun Gempol Garut ...

Eksis

Toko Purnomo Bojonegoro, Eksis di Tengah Pandemi dengan Lanyanan Pembelian Secara Online

Toko Purnomo Bojonegoro, Eksis di Tengah Pandemi dengan Lanyanan Pembelian Secara Online

Bojonegoro - Sejak merebaknya pandemi virus Corona (Covid-19), yang disusul dengan kebijakan pemerintah agar masyarakat melakukan kegiatan di rumah dengan ...

Infotorial

Koestini dan Batik dalam Pemberdayaan

Koestini dan Batik dalam Pemberdayaan

Tuban - Koestini (52) tak pernah membayangkan minatnya pada batik dapat meningkatkan pamor Batik Tuban. Tak hanya itu, ia juga ...

Berita Foto

Foto Kecelakaan Lalu-Lintas di Dander Bojonegoro, yang Aklibatkan Mobil Pikap Terbakar

Berita Foto

Foto Kecelakaan Lalu-Lintas di Dander Bojonegoro, yang Aklibatkan Mobil Pikap Terbakar

Bojonegoro - Sebuah mobil pikap Mitsubishi L300 pada Minggu (18/10/2020) sekira pukul 04.00 WIB, hangus terbakar, setelah terlibat kecelakaan lalu-lintas ...

Feature

Mahasiswi Asal Blora, Manfaatkan Pelepah Pisang Jadi Makanan Lezat

Amelia Diaz Dwi Rahayu

Mahasiswi Asal Blora, Manfaatkan Pelepah Pisang Jadi Makanan Lezat

Blora - Di masa pandemi Covid -9 ini, tak menyurutkan warga untuk berkreasi dan berinovasi. Seperti yang dilakukan salah satu ...

Religi

Tata Cara Salat Idulfitri di Rumah saat Pandemi Virus Corona

Oase Ramadan

Tata Cara Salat Idulfitri di Rumah saat Pandemi Virus Corona

KARENA pelaksanaan salat idulfitri berjamaah di tanah lapang atau di masjid rentan mengorbankan kepentingan yang lebih utama, yaitu memutus rantai ...

Pelesir

Wisata Bukit Kunci Blora, Terapkan Protokol Kesehatan Covid-19 dengan Ketat

Wisata Bukit Kunci Blora, Terapkan Protokol Kesehatan Covid-19 dengan Ketat

Blora - Wisata Alam Bukit Kunci di Desa Bangowan Kecamatan Jiken Kabupaten Blora, memberlakukan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat. Hal ...

Hiburan

Cak Nun bersama Kyai Kanjeng Meriahkan Full Moon Festival di Negeri Atas Angin Bojonegoro

Full Moon Festival #2

Cak Nun bersama Kyai Kanjeng Meriahkan Full Moon Festival di Negeri Atas Angin Bojonegoro

Bojonegoro - Full Moon Festival kembali digelar untuk yang kedua kalinya, Selasa (10/03/2020) malam, di puncak di Negeri Atas Angin ...

Statistik

Hari ini

1.793 kunjungan

2.394 halaman dibuka

254 pengunjung online

Bulan ini

164.434 kunjungan

230.946 halaman dibuka

Tahun ini

3.077.793 kunjungan

4.389.457 halaman dibuka

Ranking Alexa 

Global: 772.044

Indonesia: 10.892

Ranking SimilarWeb 

Site Overview

Traffic Overview

Online sejak 1 Agustus 2015

1603683729.7349 at start, 1603683729.8781 at end, 0.1431610584259 sec elapsed