News Ticker
  • Polwan Polres Bojonegoro Adakan Kegiatan "Polwan Sahabat Remaja"
  • Polres Bojonegoro Laksanakan Apel Gelar Pasukan, Operasi Cipta Kondisi 2018
  • Disnakan Bojonegoro Periksa Kondisi Hewan Kurban di Lapak Penjual dan Peternak
  • Lokakarya Tematik Akhiri Masa KKN Mahasiswa IPB di Blora
  • Penerimaan Pendapatan Pajak Parkir di Bojonegoro Hingga Agustus 2018 Capai Rp 160 Juta
  • Polisi Amankan Seorang Warga Jombang Pelaku Curanmor di Balen Bojonegoro
  • Malam Resepsi Tutup Rangkaian Kegiatan Agustusan di Blora
  • Gaul Bebas Kian Marak, HIV/AIDS Makin Merebak
  • Polisi Amankan Seorang Bandar Judi Dadu di Sekar Bojonegoro
  • Perayaan HUT Kemerdekaan RI, Warga Kembangbilo Tuban Gelar Festival Lesung
  • Inilah Pemenang Karnaval “Pesona Gemerlap Jiwa Nusantara” Kabupaten Blora
  • Pawai Pembangunan “Pesona Gemerlap Jiwa Nusantara” di Blora Berlangsung Meriah
  • Mendadak Belok, Truk Ditabrak Motor di Dander Bojonegoro Pengendara Motor Luka-Luka
  • Kapolres Tuban Pantau Kesiapan Anggota Pengamanan Gereja
  • Ngopi Bareng, Kapolres Bojonegoro Ajak Netizen Jaga Situasi Kamtibmas
  • Tabrakan Motor di Ngasem, Seorang Pengendara Meninggal, Seorang Lainnya Luka Berat
  • Ditinggal Pergi ke Hajatan, Rumah Warga Purwosari Bojonegoro Nyaris Terbakar
  • Bhayangkari Cabang Tuban Bantu Pengurusan Akta Kelahiran Masyarakat Kurang Mampu
  • Sedan Tabrak Pohon Penghijauan di Gayam Bojonegoro, 2 Orang Luka Berat
  • Jagung Menjadi Pilihan Petani di Kawasan Perbukitan Bojonegoro

Film Pengabdi Setan (2017)

Saling Menyayangi Agar Tak Diganggu Setan

Oleh Vera Astanti

DI RUMAH itu ada seorang pembantu misterius berwajah cantik tapi menyeramkan. Ditambah lagi, rumah tersebut baru kehilangan salah satu anggota keluarga, sang ibu.

Pintu di rumah itu pun nampak mencekam dan bikin penasaran, seperti menyimpan sosok seram di baliknya. Rasa penasaran pun tak bisa dibendung dan dibukalah pintu. Deng! Yang muncul adalah tukang kebun.

Itu adalah sepenggal adegan mendebarkan dalam film Pengabdi Setan garapan Sisworo Gautama Putra pada 1980 lalu. Bunyi denting piano di ruang tamu di rumah tersebut cukup membuat begidik, bahkan selepas nonton sekalipun.

Remake Pengabdi Setan kini juga tengah meneror para pecinta film horor di bioskop tanah air. Baru tayang di akhir September lalu, film garapan Joko Anwar (penulis sekaligus sutradara) sudah masuk nominasi film terbaik Festival Film Indonesia (FFI) 2017.

Beberapa hari lalu saya menonton film ini di satu-satunya bioskop yang ada di Bojonegoro. Karena gembar gembor di media sosial yang cukup deras akhirnya saya penasaran juga dengan film ini. Di samping itu, nama Joko Anwar memang tidak asing bagi penggemar film. Beberapa film besutannya memang berbeda. Janji Joni (2005), Koper (2006), Kala (2007), Fiksi (2008), Pintu Terlarang (2009), Modus Anomali (2012), dan A Copy of My Mind (2015) adalah sederet film keren garapan Joko Anwar.

Tak jauh beda dengan yang lama, di remake Pengabdi Setan ini, tokoh ibu dalam keluarga ini meninggal dan menyebabkan kejadian-kejadian penuh dramatis setelahnya di rumah itu.

Ibu yang diperankan oleh Ayu Laksmi tampil menyeramkan. Terbaring di ranjang, sang ibu berwajah pucat, berambut hitam panjang terurai dan berpakaian putih ini menyedot perhatian sejak awal. Ibu ini sakit-sakitan. Tak bisa bergerak dan hanya berbaring di kasur kamarnya di lantai dua. Ibu ini hanya bisa membunyikan lonceng kalau membutuhkan sesuatu kemudian suami atau anak-anaknya akan naik ke atas untuk melayani. Bunyi lonceng itu, perlu digarisbawahi, sangat menyeramkan.

Dulunya ibu ini adalah seniman yang sukses. Lagu-lagunya laris di pasaran dan diputar di radio-radio. Di rumah itu, lagu-lagu ibu juga kerap diputar. Ibu menikah dengan Bapak (Bront Palarae) dan memiliki 4 anak. Namun sebenarnya pernikahan itu ditentang oleh ibu Bapak (yang digambarkan lebih sebagai sosok nenek di film ini). Kemudian si ibu menderita sakit yang aneh. Seiring dengan itu, keluarga itu jatuh miskin demi membiayai sakit sang ibu. Royalti penjualan piringan hitam berhenti karena popularitas si ibu selesai.

Mereka tinggal di rumah kayu di dekat makam kampung setempat. Dua anak terakhir, Bondi (Nasar Annuz) dan Ian (M Adhiyat), bisa melihat makam dari jendela kamar mereka. Makam itu pula yang menjadi tempat peristirahatan sang ibu, juga nenek dan Hendra, yang menyusul kemudian.

Rumah itu sebentar lagi bakal tergadaikan sebab tak ada biaya untuk membayar pinjaman yang dulu diambil untuk membiayai sang ibu. Sang Bapak akhirnya harus ke kota untuk mencari jalan keluar untuk mengatasi masalah ekonomi mereka. Sang Bapak menyerahkan tanggungjawab keluarga pada dua anak pertama, Rini (Tara Basro) dan Toni (Endi Arfian).

Rini, si sulung, tampil sebagai sosok paling aktif di film ini. Dia juga yang mencoba mencari tahu misteri-misteri yang muncul sejak si ibu meninggal. Lewat surat yang sang nenek, akhirnya misteri keluarga itu terkuak. Si nenek meninggal tercebur sumur sebelum sempat mengirimkan surat itu kepada seorang tokoh supranatural bernama Budiman (Egy Fedly) yang saat muda dulu pernah dekat (karena saking dekatnya, mereka tidak pacaran). Rinilah yang akhirnya menemukan dan menyampaikan surat bernada meminta bantuan itu.

Lewat penjelasan tokoh spiritual itulah akhirnya terkuak misteri sang ibu yang tak pernah mereka duga. Si ibu, yang sebenarnya mandul, bergabung dengan sebuah organisasi misterius yang disebut-sebut menyembah kepada setan untuk mendapatkan anak. Dan tentu saja, inilah yang dipaparkan dalam film ini, ada konsekuensi yang harus terjadi. Si anak, saat berusia 7 tahun, harus diserahkan kepada setan, dengan sukarela. Dari empat bersaudara itu, Rini, Toni, Bondi dan Ian, Ian sebentar lagi berusia 7 tahun. Ian ini, memiliki kelainan dengan saudara lainnya, tidak bisa bicara atau tuna wicara. Keluarga itu bahu-membahu melindungi Ian agar tak diambil.

Banyak sekali kejutan-kejutan dalam film ini yang mendebarkan. Meski demikian, aksi lucu dan menggemaskan juga muncul dari Bondi dan Ian.

Seperti lazimnya fil horor yang kerap memunculkan tokoh agama yang muncul untuk menjadi solusi, Pengabdi Setan juga demikian. Namun di film ini gambaran itu runtuh. Sebab tokoh agama seperti tidak berguna sama sekali. Rini yang sedang salatpun bahkan malah didatangi sosok hantu sang ibu yang menyeramkan. Gara-gara ketakutan, Rini tak bisa melepas mukenanya saat selesai salat. Si hantu ibu malah masuk melalui lubang bawah mukena Rini. Satu bukti tokoh agama tak memberikan kontribusi lagi adalah fakta bahwa sang kiai yang tinggal tak jauh dari rumah mereka, juga anaknya si Hendra, mati mengenaskan. Entah apa maksud Joko Anwar.

Film horor Indonesia selama ini identik dengan pemeran yang seksi dan adegan-adegan seks yang vulgar. Namun Pengabdi Setan menyuguhkan yang jauh dari itu. Rasa sayang penuh tanggung jawab kekeluargaan begitu kentara dalam film ini. Setiap anggota keluarga saling melindungi satu sama lain agar selamat. Barangkali itu pesan film ini.

Akhir kata, ayo tonton film ini dan rasakan sensasi mencekamnya.

Judul: Pengabdi Setan

Tanggal Rilis: 28 September 2017

Sutradara: Joko Anwar

Rumah Produksi: Rapi Film

Durasi: 123 menit

Pemeran: Ayu Laksmi, Tara Basro, Endi Arfian, Bront Palarae, Nazar Annus, M Adhiyat

 

 

Berita Bojonegoro
Berita Terkait
Berita Bojonegoro
Berita Bojonegoro
Berita Bojonegoro

Teras

Ngaji Urip Bareng Kang Yoto

Ngaji Urip Bareng Kang Yoto

Oleh Muhammad Roqib Bojonegoro Apa yang dilakukan oleh Kang Yoto, sapaan Suyoto, mantan Bupati Bojonegoro dua periode yakni 2008-2013 dan ...

Opini

Gaul Bebas Kian Marak, HIV/AIDS Makin Merebak

Gaul Bebas Kian Marak, HIV/AIDS Makin Merebak

*Oleh Atik Kholifah SKM PERGAULAN remaja di masa sekarang sungguh sangat merisaukan. Kita biasa menjumpai di tempat-tempat keramaian, muda mudi ...

Quote

Empati

Empati

Oleh Dr Hj Sri Minarti, M.Pd.I Empati adalah kemampuan merasakan perasaan atau pikiran yang sama dengan apa yang dirasakan orang ...

Sosok

Eny Kojiro, Perempuan Asal Bojonegoro yang Geluti Seni Menghias Tumpeng

Eny Kojiro, Perempuan Asal Bojonegoro yang Geluti Seni Menghias Tumpeng

Oleh Muliyanto Bojonegoro - Lobak, Timun, Batang, Sawi, Wortel dan aneka buah serta sayur ternyata tak hanya difungsikan menjadi sayur ...

Eksis

Petani Asal Bojonegoro Ini Tak Menyangka Anaknya Lulus Seleksi Akpol 2018

Petani Asal Bojonegoro Ini Tak Menyangka Anaknya Lulus Seleksi Akpol 2018

Oleh Imam Nurcahyo Bojonegoro - Suwito (56), warga Desa Sumberejo RT 002 RW 001 Kecamatan Trucuk Kabupaten Bojonegoro, yang sehari-hari ...

Religi

Gelar Tabligh Akbar, Kapolres Bojonegoro Ajak Masyarakat Jaga Kebhinnekaan

Gelar Tabligh Akbar, Kapolres Bojonegoro Ajak Masyarakat Jaga Kebhinnekaan

Oleh Imam Nurcahyo Bojonegoro Kota - Sebagaimana telah direncanakan sebelumnya, pada Senin (30/07/2018) mulai pukul 19.00 WIB tadi malam, Polres ...

Berita Foto

Perjuangan Petugas di Tambakrejo Bojonegoro Saat Mengawal Logistik Pilkada Menuju TPS

Pilkada Serentak 2018

Perjuangan Petugas di Tambakrejo Bojonegoro Saat Mengawal Logistik Pilkada Menuju TPS

Oleh Imam Nurcahyo Bojonegoro (Tambakrejo) - Perjuangan mengawal logistik pilkada serentak 2018 menuju tempat pemungutan suara (TPS) di daerah sangat ...

Resensi

Alice in Cheongdam Dong 2

Alice in Cheongdam Dong 2

Oleh Delfariza Amaliya Penulis : Ahn Jae Kyung Penerjemah : Dwita Rizki Nientyas Tahun : 2014 Penerbit : Qanita, PT ...

Pelesir

Desa Pagerwesi Kecamatan Trucuk Bojonegoro, Kembangkan Wisata Agro Jambu Kristal

Desa Pagerwesi Kecamatan Trucuk Bojonegoro, Kembangkan Wisata Agro Jambu Kristal

Oleh Muliyanto Bojonegoro (Trucuk) -Di Kabupaten Bojonegoro terdapat tiga desa yang yang mengembangkan Wisata Agro Jambu Kristal, yaitu di Desa ...

Statistik

Hari ini

150 kunjungan

328 halaman dibuka

25 pengunjung online

Bulan ini

78.389 kunjungan

138.165 halaman dibuka

Tahun ini

891.787 kunjungan

1.565.022 halaman dibuka

Ranking Alexa 

Global: 642.070

Indonesia: 11.214

Ranking SimilarWeb 

Site Overview

Traffic Overview

Online sejak 1 Agustus 2015