News Ticker
  • Angin Kembali Terjang Bojonegoro, 2 Rumah Roboh, Puluhan Lainnya Rusak, 1 Orang Patah Kaki
  • Bupati Blora Lantik 12 Kades yang Terpilih dalam Pilkades Serentak 2019
  • Pemkab Bojonegoro Gelar Bimtek Pengelolaan dan Pemanfaatan Barang Milik Daerah
  • Pemkab Bojonegoro Gelar Pelatihan Manajemen Pengelolaan Asset dan Barang Milik Desa
  • Kapolres Bojonegoro Pimpin Sertijab Kapolsek Trucuk dan Kapolsek Kalitidu
  • Difabel, Membangun Kesadaran Inklusivitas
  • 2 Hari Beruntun Bojonegoro Diterjang Angin, Inilah Data Kerusakan Yang Ditimbulan
  • Menikmati 'Nasi Gulung' di Lokasi Objek Wisata Geopark Teksas Wonocolo Bojonegoro
  • DLH Koordinasi Dengan Polisi, Usut Keberadaan Limbah di Desa Mayangrejo Kalitidu Bojonegoro
  • Warga Keluhkan Bau Limbah di Lahan Kosong di Desa Mayangrejo Kalitidu Bojonegoro
  • Angin Terjang Kedungadem Bojonegoro, 3 Bagunan Roboh, Kerugian Capai Rp 350 Juta
  • Pemkab Bojonegoro Kembali Gelar Festival Geopark Teksas Wonocolo 2019
  • Diduga Akibat Lilin, Rumah Warga Ledokkulon Bojonegoro Kota Terbakar
  • Tertimpa Rumahnya Yang Roboh, Seorang Warga Kalitidu Bojonegoro Luka-Luka
  • Kota Bojonegoro Diterjang Angin, Belasan Pohon Tumbang, Separo Kota Listrik Padam
  • Bayi Prematur Yang Lahir di Pinggir Jalan di Hutan Bojonegoro, Akhirnya Meninggal Dunia
  • Meski Sungai Bengawan Solo Diduga Tercemar, Air PDAM Bojonegoro Aman Dikonsumsi
  • Dinas Lingkungan Hidup Bersama Kodim Bojonegoro Tanan Pohon Penghijauan
  • Kapolres Bojonegoro Apresiasi Anggota Polisi yang Bantu Persalinan Warga di Tengah Hutan
  • Novel 'Pulang ke Desa', Karya Penulis Bojonegoro Dapat Apresiasi dari Menteri Desa PDDT
  • Pemkab Bojonegoro Gelar Rakor dan Pembinaan Pengelolaan Lumbung Pangan Desa
  • 34 Bidan Dukuhan di Kabupaten Bojonegoro Terima Kendaraan Dinas Jenis Motor Tril
  • Wakil Bupati Bojonegoro Buka Kegiatan Training Service Excellence
  • Kondisi Air Bengawan Solo di Bojonegoro Tercemar atau Lebihi Ambang Batas Baku Mutu
  • Aksi Kemanusiaan Polisi Bojonegoro Bantu Persalinan Warga di Pinggir Jalan Tengah Hutan

Film Pengabdi Setan (2017)

Saling Menyayangi Agar Tak Diganggu Setan

Oleh Vera Astanti

DI RUMAH itu ada seorang pembantu misterius berwajah cantik tapi menyeramkan. Ditambah lagi, rumah tersebut baru kehilangan salah satu anggota keluarga, sang ibu.

Pintu di rumah itu pun nampak mencekam dan bikin penasaran, seperti menyimpan sosok seram di baliknya. Rasa penasaran pun tak bisa dibendung dan dibukalah pintu. Deng! Yang muncul adalah tukang kebun.

Itu adalah sepenggal adegan mendebarkan dalam film Pengabdi Setan garapan Sisworo Gautama Putra pada 1980 lalu. Bunyi denting piano di ruang tamu di rumah tersebut cukup membuat begidik, bahkan selepas nonton sekalipun.

Remake Pengabdi Setan kini juga tengah meneror para pecinta film horor di bioskop tanah air. Baru tayang di akhir September lalu, film garapan Joko Anwar (penulis sekaligus sutradara) sudah masuk nominasi film terbaik Festival Film Indonesia (FFI) 2017.

Beberapa hari lalu saya menonton film ini di satu-satunya bioskop yang ada di Bojonegoro. Karena gembar gembor di media sosial yang cukup deras akhirnya saya penasaran juga dengan film ini. Di samping itu, nama Joko Anwar memang tidak asing bagi penggemar film. Beberapa film besutannya memang berbeda. Janji Joni (2005), Koper (2006), Kala (2007), Fiksi (2008), Pintu Terlarang (2009), Modus Anomali (2012), dan A Copy of My Mind (2015) adalah sederet film keren garapan Joko Anwar.

Tak jauh beda dengan yang lama, di remake Pengabdi Setan ini, tokoh ibu dalam keluarga ini meninggal dan menyebabkan kejadian-kejadian penuh dramatis setelahnya di rumah itu.

Ibu yang diperankan oleh Ayu Laksmi tampil menyeramkan. Terbaring di ranjang, sang ibu berwajah pucat, berambut hitam panjang terurai dan berpakaian putih ini menyedot perhatian sejak awal. Ibu ini sakit-sakitan. Tak bisa bergerak dan hanya berbaring di kasur kamarnya di lantai dua. Ibu ini hanya bisa membunyikan lonceng kalau membutuhkan sesuatu kemudian suami atau anak-anaknya akan naik ke atas untuk melayani. Bunyi lonceng itu, perlu digarisbawahi, sangat menyeramkan.

Dulunya ibu ini adalah seniman yang sukses. Lagu-lagunya laris di pasaran dan diputar di radio-radio. Di rumah itu, lagu-lagu ibu juga kerap diputar. Ibu menikah dengan Bapak (Bront Palarae) dan memiliki 4 anak. Namun sebenarnya pernikahan itu ditentang oleh ibu Bapak (yang digambarkan lebih sebagai sosok nenek di film ini). Kemudian si ibu menderita sakit yang aneh. Seiring dengan itu, keluarga itu jatuh miskin demi membiayai sakit sang ibu. Royalti penjualan piringan hitam berhenti karena popularitas si ibu selesai.

Mereka tinggal di rumah kayu di dekat makam kampung setempat. Dua anak terakhir, Bondi (Nasar Annuz) dan Ian (M Adhiyat), bisa melihat makam dari jendela kamar mereka. Makam itu pula yang menjadi tempat peristirahatan sang ibu, juga nenek dan Hendra, yang menyusul kemudian.

Rumah itu sebentar lagi bakal tergadaikan sebab tak ada biaya untuk membayar pinjaman yang dulu diambil untuk membiayai sang ibu. Sang Bapak akhirnya harus ke kota untuk mencari jalan keluar untuk mengatasi masalah ekonomi mereka. Sang Bapak menyerahkan tanggungjawab keluarga pada dua anak pertama, Rini (Tara Basro) dan Toni (Endi Arfian).

Rini, si sulung, tampil sebagai sosok paling aktif di film ini. Dia juga yang mencoba mencari tahu misteri-misteri yang muncul sejak si ibu meninggal. Lewat surat yang sang nenek, akhirnya misteri keluarga itu terkuak. Si nenek meninggal tercebur sumur sebelum sempat mengirimkan surat itu kepada seorang tokoh supranatural bernama Budiman (Egy Fedly) yang saat muda dulu pernah dekat (karena saking dekatnya, mereka tidak pacaran). Rinilah yang akhirnya menemukan dan menyampaikan surat bernada meminta bantuan itu.

Lewat penjelasan tokoh spiritual itulah akhirnya terkuak misteri sang ibu yang tak pernah mereka duga. Si ibu, yang sebenarnya mandul, bergabung dengan sebuah organisasi misterius yang disebut-sebut menyembah kepada setan untuk mendapatkan anak. Dan tentu saja, inilah yang dipaparkan dalam film ini, ada konsekuensi yang harus terjadi. Si anak, saat berusia 7 tahun, harus diserahkan kepada setan, dengan sukarela. Dari empat bersaudara itu, Rini, Toni, Bondi dan Ian, Ian sebentar lagi berusia 7 tahun. Ian ini, memiliki kelainan dengan saudara lainnya, tidak bisa bicara atau tuna wicara. Keluarga itu bahu-membahu melindungi Ian agar tak diambil.

Banyak sekali kejutan-kejutan dalam film ini yang mendebarkan. Meski demikian, aksi lucu dan menggemaskan juga muncul dari Bondi dan Ian.

Seperti lazimnya fil horor yang kerap memunculkan tokoh agama yang muncul untuk menjadi solusi, Pengabdi Setan juga demikian. Namun di film ini gambaran itu runtuh. Sebab tokoh agama seperti tidak berguna sama sekali. Rini yang sedang salatpun bahkan malah didatangi sosok hantu sang ibu yang menyeramkan. Gara-gara ketakutan, Rini tak bisa melepas mukenanya saat selesai salat. Si hantu ibu malah masuk melalui lubang bawah mukena Rini. Satu bukti tokoh agama tak memberikan kontribusi lagi adalah fakta bahwa sang kiai yang tinggal tak jauh dari rumah mereka, juga anaknya si Hendra, mati mengenaskan. Entah apa maksud Joko Anwar.

Film horor Indonesia selama ini identik dengan pemeran yang seksi dan adegan-adegan seks yang vulgar. Namun Pengabdi Setan menyuguhkan yang jauh dari itu. Rasa sayang penuh tanggung jawab kekeluargaan begitu kentara dalam film ini. Setiap anggota keluarga saling melindungi satu sama lain agar selamat. Barangkali itu pesan film ini.

Akhir kata, ayo tonton film ini dan rasakan sensasi mencekamnya.

Judul: Pengabdi Setan

Tanggal Rilis: 28 September 2017

Sutradara: Joko Anwar

Rumah Produksi: Rapi Film

Durasi: 123 menit

Pemeran: Ayu Laksmi, Tara Basro, Endi Arfian, Bront Palarae, Nazar Annus, M Adhiyat

 

 

Berita Terkait

Videotorial

Ademos The Series, Geliat Desa Menuju Perubahan

Videotorial

Ademos The Series, Geliat Desa Menuju Perubahan

Web Series Ademos The Series, Geliat Desa Menuju Perubahan, garapan Ademos Indonesia bekerja Yayasan Mannah dan Jampro, mengusung tema tentang ...

Berita Video

Viral! Video Pengendara Motor di Bojonegoro Masuk Got, Disenggol Truk Trailer

Berita Video

Viral! Video Pengendara Motor di Bojonegoro Masuk Got, Disenggol Truk Trailer

Bojonegoro - Video pengendara motor disenggol truk trailer di Bundaran Adipura Bojonegoro, yang diunggah oleh akun facebook @Mila Yanana, di ...

Teras

Hari Batik Nasional, Sudahkah Anda Menggunakan Batik?

Hari Batik Nasional, Sudahkah Anda Menggunakan Batik?

HARI INI, 2 Oktober 2019, Indonesia memperingati Hari Batik Nasional. Peringatan Hari Batik Nasional ini terjadi ketika pada 2 Oktober ...

Opini

Peran dan Pentingnya Dokter Hewan bagi Manusia

Opini

Peran dan Pentingnya Dokter Hewan bagi Manusia

DOKTER hewan, mungkin masih asing di telinga masyarakat dan kadang masih sering diremehkan oleh yang mendengar. Berdasarkan motto dokter hewan ...

Quote

Pendekatan

Quote

Pendekatan

Seorang kepala sekolah selalu datang 30 menit sebelum jadwal pelajaran dimulai atau pintu gerbang ditutup untuk memberi salam, berjabat tangan ...

Sosok

Mbah Sapurah, Nenek 80 Tahun Warga Trucuk Bojonegoro ini Bertahan Hidup di Usia Senja

Mbah Sapurah, Nenek 80 Tahun Warga Trucuk Bojonegoro ini Bertahan Hidup di Usia Senja

Di depan gedung Kantor Sat Reksrim Polres Bojonegoro yang sepi karena hari libur, pada Sabtu (16/11/2019) siang, nampak seorang nenek ...

Eksis

Novel 'Pulang ke Desa', Karya Penulis Bojonegoro Dapat Apresiasi dari Menteri Desa PDDT

Novel 'Pulang ke Desa', Karya Penulis Bojonegoro Dapat Apresiasi dari Menteri Desa PDDT

Bojonegoro - Penulis asal Bojonegoro Didik Wahyudi, mendapat apresiasi dari Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDTT), Abdul Halim ...

Infotorial

Difabel, Membangun Kesadaran Inklusivitas

Difabel, Membangun Kesadaran Inklusivitas

Bojonegoro - Bersama sekitar 40 penyandang difabel, Hamim, Ketua Kelompok Usaha Bersama (KUB) Makmur Desa Lengkong Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro, ...

Berita Foto

Suasana Baru di Depan Pendapa Pemkab Bojonegoro

Berita Foto

Suasana Baru di Depan Pendapa Pemkab Bojonegoro

#adsense# Bojonegoro - Pemandangan berbeda terlihat di depan Pendapa Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, di Jalan Mas Tumapel Bojonegoro. Papan nama kantor ...

Religi

Ribuan Jemaah Hadiri Pengajian dan Gema Salawat di Alun-Alun Bojonegoro

Ribuan Jemaah Hadiri Pengajian dan Gema Salawat di Alun-Alun Bojonegoro

Bojonegoro - Ribuan jemaah pada Minggu (06/10/2019) siang, tumpah ruah berdatangan ke Alun-alun Kota Bojonegoro, untuk menghadiri acara Gema Salawat ...

Pelesir

Menikmati 'Nasi Gulung' di Lokasi Objek Wisata Geopark Teksas Wonocolo Bojonegoro

Menikmati 'Nasi Gulung' di Lokasi Objek Wisata Geopark Teksas Wonocolo Bojonegoro

Bojonegoro - Desa Wonocolo Kecamatan Kedewan Kabupaten Bojonegoro, yang dikenal dengan sumur minyak tua (tradisional), selain menawarkan objek wisata Geo ...

Hiburan

Kapolres Bojonegoro Ajak Pelajar, Netizen dan Awak Media, Nonton Bareng Film Sang Prawira

Kapolres Bojonegoro Ajak Pelajar, Netizen dan Awak Media, Nonton Bareng Film Sang Prawira

Bojonegoro - Kapolres Bojonegoro, AKBP M Budi Hendrawan SIK MH, pada Rabu (04/12/2019) malam, mengajak sejumlah pelajar, netizen dan awak ...

Statistik

Hari ini

2.337 kunjungan

3.203 halaman dibuka

164 pengunjung online

Bulan ini

100.031 kunjungan

141.473 halaman dibuka

Tahun ini

2.223.197 kunjungan

3.424.772 halaman dibuka

Ranking Alexa 

Global: 594.009

Indonesia: 7.331

Ranking SimilarWeb 

Site Overview

Traffic Overview

Online sejak 1 Agustus 2015

1575952868.1986 at start, 1575952868.4131 at end, 0.2144501209259 sec elapsed