News Ticker
  • Di Warung Ini Buah Durian Bisa Semangkuk dengan Bakso
  • Pertamina Grup Gelar Gathering dengan Pemimpin Media Jatim dan Jateng di Kuta Bali
  • Iming-Iming Lowongan Kerja Palsu, Komplotan Penipu Diringkus Polisi
  • Berharap Pilkada Damai pada Para Tokoh Masyarakat
  • Minum Kopi Sambil Memeluk Ular Sanca di Animals Cafe  
  • Nyolong HP, Tukang Rosok Asal Balen Bojonegoro Diciduk Polisi
  • Kapolres dan Wartawan Deklarasi Pilkada Damai di Blora
  • Rencana Kegiatan Masyarakat || Senin, 19 Februari 2018
  • Bojonegoro Darurat Gantung Diri?
  • Diduga Sakit Tak Kunjung Sembuh, Seorang Warga Bubulan Akhiri Hidup Dengan Gantung Diri
  • Kapolres Bojonegoro Serahkan Pengawal Pribadi Pada KPUD, Panwas dan Cabup-Cawabup
  • KPU Gelar Deklarasi Kampanye Damai Pemilukada Bojonegoro
  • Ambil Haluan Terlalu ke Kiri, Pemotor di Ngraho Terperosok dan Terjatuh di Bahu Jalan
  • Jelang Pilkada Serentak 2018, Kapolres Bojonegoro Pimpin Patroli Skala Besar
  • Seorang Warga Sukosewu Ditemukan Meninggal Dunia Gantung Diri
  • Gangguan Pertanian di Bojonegoro Ke Depan yakni Pencemaran Lingkungan
  • Serunya Menjelajah Kawasan The Legend
  • Belajar Sejarah dan Kehidupan Dinosaurus di Dino Park
  • Bripka Juhair, Bhabinkamtibmas Desa Ngunut, Hadiri Undangan Kapolres Batu
  • 4 Kendaraan Terlibat Kecelakaan Karambol di Baureno, 4 Orang Luka-Luka

Film Pengabdi Setan (2017)

Saling Menyayangi Agar Tak Diganggu Setan

Saling Menyayangi Agar Tak Diganggu Setan

Oleh Vera Astanti

DI RUMAH itu ada seorang pembantu misterius berwajah cantik tapi menyeramkan. Ditambah lagi, rumah tersebut baru kehilangan salah satu anggota keluarga, sang ibu.

Pintu di rumah itu pun nampak mencekam dan bikin penasaran, seperti menyimpan sosok seram di baliknya. Rasa penasaran pun tak bisa dibendung dan dibukalah pintu. Deng! Yang muncul adalah tukang kebun.

Itu adalah sepenggal adegan mendebarkan dalam film Pengabdi Setan garapan Sisworo Gautama Putra pada 1980 lalu. Bunyi denting piano di ruang tamu di rumah tersebut cukup membuat begidik, bahkan selepas nonton sekalipun.

Remake Pengabdi Setan kini juga tengah meneror para pecinta film horor di bioskop tanah air. Baru tayang di akhir September lalu, film garapan Joko Anwar (penulis sekaligus sutradara) sudah masuk nominasi film terbaik Festival Film Indonesia (FFI) 2017.

Beberapa hari lalu saya menonton film ini di satu-satunya bioskop yang ada di Bojonegoro. Karena gembar gembor di media sosial yang cukup deras akhirnya saya penasaran juga dengan film ini. Di samping itu, nama Joko Anwar memang tidak asing bagi penggemar film. Beberapa film besutannya memang berbeda. Janji Joni (2005), Koper (2006), Kala (2007), Fiksi (2008), Pintu Terlarang (2009), Modus Anomali (2012), dan A Copy of My Mind (2015) adalah sederet film keren garapan Joko Anwar.

Tak jauh beda dengan yang lama, di remake Pengabdi Setan ini, tokoh ibu dalam keluarga ini meninggal dan menyebabkan kejadian-kejadian penuh dramatis setelahnya di rumah itu.

Ibu yang diperankan oleh Ayu Laksmi tampil menyeramkan. Terbaring di ranjang, sang ibu berwajah pucat, berambut hitam panjang terurai dan berpakaian putih ini menyedot perhatian sejak awal. Ibu ini sakit-sakitan. Tak bisa bergerak dan hanya berbaring di kasur kamarnya di lantai dua. Ibu ini hanya bisa membunyikan lonceng kalau membutuhkan sesuatu kemudian suami atau anak-anaknya akan naik ke atas untuk melayani. Bunyi lonceng itu, perlu digarisbawahi, sangat menyeramkan.

Dulunya ibu ini adalah seniman yang sukses. Lagu-lagunya laris di pasaran dan diputar di radio-radio. Di rumah itu, lagu-lagu ibu juga kerap diputar. Ibu menikah dengan Bapak (Bront Palarae) dan memiliki 4 anak. Namun sebenarnya pernikahan itu ditentang oleh ibu Bapak (yang digambarkan lebih sebagai sosok nenek di film ini). Kemudian si ibu menderita sakit yang aneh. Seiring dengan itu, keluarga itu jatuh miskin demi membiayai sakit sang ibu. Royalti penjualan piringan hitam berhenti karena popularitas si ibu selesai.

Mereka tinggal di rumah kayu di dekat makam kampung setempat. Dua anak terakhir, Bondi (Nasar Annuz) dan Ian (M Adhiyat), bisa melihat makam dari jendela kamar mereka. Makam itu pula yang menjadi tempat peristirahatan sang ibu, juga nenek dan Hendra, yang menyusul kemudian.

Rumah itu sebentar lagi bakal tergadaikan sebab tak ada biaya untuk membayar pinjaman yang dulu diambil untuk membiayai sang ibu. Sang Bapak akhirnya harus ke kota untuk mencari jalan keluar untuk mengatasi masalah ekonomi mereka. Sang Bapak menyerahkan tanggungjawab keluarga pada dua anak pertama, Rini (Tara Basro) dan Toni (Endi Arfian).

Rini, si sulung, tampil sebagai sosok paling aktif di film ini. Dia juga yang mencoba mencari tahu misteri-misteri yang muncul sejak si ibu meninggal. Lewat surat yang sang nenek, akhirnya misteri keluarga itu terkuak. Si nenek meninggal tercebur sumur sebelum sempat mengirimkan surat itu kepada seorang tokoh supranatural bernama Budiman (Egy Fedly) yang saat muda dulu pernah dekat (karena saking dekatnya, mereka tidak pacaran). Rinilah yang akhirnya menemukan dan menyampaikan surat bernada meminta bantuan itu.

Lewat penjelasan tokoh spiritual itulah akhirnya terkuak misteri sang ibu yang tak pernah mereka duga. Si ibu, yang sebenarnya mandul, bergabung dengan sebuah organisasi misterius yang disebut-sebut menyembah kepada setan untuk mendapatkan anak. Dan tentu saja, inilah yang dipaparkan dalam film ini, ada konsekuensi yang harus terjadi. Si anak, saat berusia 7 tahun, harus diserahkan kepada setan, dengan sukarela. Dari empat bersaudara itu, Rini, Toni, Bondi dan Ian, Ian sebentar lagi berusia 7 tahun. Ian ini, memiliki kelainan dengan saudara lainnya, tidak bisa bicara atau tuna wicara. Keluarga itu bahu-membahu melindungi Ian agar tak diambil.

Banyak sekali kejutan-kejutan dalam film ini yang mendebarkan. Meski demikian, aksi lucu dan menggemaskan juga muncul dari Bondi dan Ian.

Seperti lazimnya fil horor yang kerap memunculkan tokoh agama yang muncul untuk menjadi solusi, Pengabdi Setan juga demikian. Namun di film ini gambaran itu runtuh. Sebab tokoh agama seperti tidak berguna sama sekali. Rini yang sedang salatpun bahkan malah didatangi sosok hantu sang ibu yang menyeramkan. Gara-gara ketakutan, Rini tak bisa melepas mukenanya saat selesai salat. Si hantu ibu malah masuk melalui lubang bawah mukena Rini. Satu bukti tokoh agama tak memberikan kontribusi lagi adalah fakta bahwa sang kiai yang tinggal tak jauh dari rumah mereka, juga anaknya si Hendra, mati mengenaskan. Entah apa maksud Joko Anwar.

Film horor Indonesia selama ini identik dengan pemeran yang seksi dan adegan-adegan seks yang vulgar. Namun Pengabdi Setan menyuguhkan yang jauh dari itu. Rasa sayang penuh tanggung jawab kekeluargaan begitu kentara dalam film ini. Setiap anggota keluarga saling melindungi satu sama lain agar selamat. Barangkali itu pesan film ini.

Akhir kata, ayo tonton film ini dan rasakan sensasi mencekamnya.

Judul: Pengabdi Setan

Tanggal Rilis: 28 September 2017

Sutradara: Joko Anwar

Rumah Produksi: Rapi Film

Durasi: 123 menit

Pemeran: Ayu Laksmi, Tara Basro, Endi Arfian, Bront Palarae, Nazar Annus, M Adhiyat

 

 

Berita Bojonegoro
Berita Terkait
Berita Bojonegoro
Berita Bojonegoro
Berita Bojonegoro

Sosok

Bermain Biola Bagian dari Hidup Akip

Bermain Biola Bagian dari Hidup Akip

Oleh Angga Reza Bojonegoro (Kota) - Sambil menikmati sore hari di sekitar Alun Alun Kota Bojonegoro di bawah teduhnya pohon ...

Quote

Ketemu Audry Yang Tidak Bisa Tidur

Catatan Dahlan Iskan

Ketemu Audry Yang Tidak Bisa Tidur

*Oleh Dahlan Iskan Saya dapat kabar Audry lagi di Singapura. Gadis Surabaya yang genius. Dan pernah saya tulis panjang lebar. ...

Opini

Tak Hanya Valentine

Tak Hanya Valentine

*Oleh Liya Yuliana Gencarnya aneka tulisan yang nongol di sosmed seputar kontra valentine day ternyata belum sepenuhnya mengkonter peringatan acara ...

Eksis

Bripka Juhair, Bhabinkamtibmas Desa Ngunut, Hadiri Undangan Kapolres Batu

Bripka Juhair, Bhabinkamtibmas Desa Ngunut, Hadiri Undangan Kapolres Batu

*Oleh Mulyanto Batu - Dalam acara pelatihan Fungsi Teknis Kepolisian Binmas oleh Polres Batu yang digelar di Hotel Golden Tulip ...

Pelesir

Loco Tour Jadi Destinasi Wisata Baru di Blora

Loco Tour Jadi Destinasi Wisata Baru di Blora

Oleh Priyo SPd Blora - Kereta uap tertua yang lama tak berfungsi di Kabupaten Blora secara resmi diaktifkan kembali. Dalam ...

Religi

Hadiri Pengajian, Kapolres Bojonegoro Ingatkan Jamaah Pegang Teguh 4 Pilar Kebangsaan

Hadiri Pengajian, Kapolres Bojonegoro Ingatkan Jamaah Pegang Teguh 4 Pilar Kebangsaan

*Oleh Mulyanto Bojonegoro (Kepohbaru) - Menghadiri Maulid Nabi dan Pengukuhan Pengurus Ikatan Santri Alumni Mambaul Falah di Pondok Pesantren (Ponpes) ...

Kegiatan Masyarakat Bojonegoro

Selasa, 20 Februari 2018

Berita Foto

Kecelakaan Truk Tabrak Elf dan Warung di Kalitidu, Kerugian Diperkirakan Capai Rp 30 Juta

Kecelakaan Truk Tabrak Elf dan Warung di Kalitidu, Kerugian Diperkirakan Capai Rp 30 Juta

Oleh Imam Nurcahyo Bojonegoro (Kalitidu) - Sebagaimana diberitakan sebelumnya pada Kamis (08/02/2018) sekira pukul 09.00 WIB pagi tadi, kecelakaan lalu-lintas ...

Infotorial

Penetapan Nomor Urut dan Daftar Nama Paslon Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro Tahun 2018

Pengumuman KPU Bojonegoro

Penetapan Nomor Urut dan Daftar Nama Paslon Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro Tahun 2018

KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN BOJONEGORO PENGUMUMAN Nomor : 227/PL.03.3-PU/3522/KPU-Kab/II/2018 TENTANG: PENETAPAN NOMOR URUT DAN DAFTAR NAMA PASANGAN CALON BUPATI DAN ...

Resensi

Kisah Pi yang Inspiratif

Kisah Pi yang Inspiratif

Oleh Vera Astanti Ini adalah kisah petualangan Piscine Molitor Patel, biasa di panggil Pi, si tokoh utama, anak keturunan India ...

Feature

Pernah Dapat Saran dari Papercut Pertama di Indonesia

Papercut Asal Bojonegoro

Pernah Dapat Saran dari Papercut Pertama di Indonesia

Oleh Angga Reza Bojonegoro (Balen) Memegang gunting dan juga kater dengan penuh konsentrasi dan penuh hati hati, itulah yang dilakukan ...

Teras

Bojonegoro Darurat Gantung Diri?

Bojonegoro Darurat Gantung Diri?

Oleh Imam Nurcahyo Bojonegoro - Gantung diri, sepertinya menjadi masalah sosial yang sangat serius di wilayah Kabupaten Bojonegoro. Gantung diri ...

Statistik

Hari ini

39 pengunjung

73 halaman dibuka

0 pengunjung online

Bulan ini

38.594 pengunjung

111.579 halaman dibuka

Tahun ini

97.061 pengunjung

315.090 halaman dibuka

Ranking Alexa 

Global: 688.228

Indonesia: 15.940

Ranking SimilarWeb 

Site Overview

Traffic Overview

Online sejak 1 Agustus 2015