News Ticker
  • Antisipasi Politik Uang, Panwaskab Bojonegoro Akan Laksanakan Patroli Pengawasan
  • Diduga Pengendara Mengantuk, Honda Supra di Dander Bojonegoro Ditabrak Yamaha Jupiter
  • Peran Bidan Dalam Menekan Angka Kematian Ibu
  • Sat Lantas Polres Bojonegoro Pasang Speed Alarm System pada Armada Bus AKDP
  • Kapolres Bojonegoro Imbau Seluruh Paslon Tidak Laksanakan Politik Uang
  • Jelang Masa Tenang, Panwaskab Bojonegoro Akan Tertibkan APK Pilkada 2018
  • Panwaskab Bojonegoro Imbau Seluruh Paslon Tidak Lakukan Kampanye Saat Masa Tenang
  • Diduga Pengemudi Kurang Kosentrasi, Mobil Xenia di Ngraho Bojonegoro, Tabrak Pagar Jembatan
  • KPU Bojonegoro Distribusikan Logistik Pemilukada 2018 ke PPK
  • Cinta
  • Mulai Juni 2018, 10 Kecamatan di Blora Bisa Cetak e-KTP
  • "VOC-Games" Media Pembelajaran Matematika Yang Menyenangkan
  • Penghargaan
  • 4 Motor Terlibat Kecelakaan di Baureno Bojonegoro, 2 Orang Pengendara Luka Berat
  • Mendadak Belok, Beat Ditabrak Mio di Kanor Bojonegoro, Pengendara Beat Masuk Rumah Sakit
  • Hari Pertama Masuk Kerja, Bupati Blora Tekankan Pentingnya Semangat Kerja
  • Hari Pertama Kerja Usai Libur Cuti Bersama Idulfitri, Wakil Bupati Blora Sidak PNS
  • 2 Minggu Operasi Ketupat 2018 di Bojonegoro, Angka Kecelakaan Lalu-Lintas Menurun Drastis
  • Tersengat Listrik, Seorang Warga Kalitidu Bojonegoro Meninggal Dunia di Puskesmas
  • Usai Libur Cuti Bersama Idulfitri, Kapolres Bojonegoro Cek Pelayanan SIM dan STNK
Penjual Kembang Api di Bojonegoro, Tak Seramai Dulu Lagi

Penjual Kembang Api di Bojonegoro, Tak Seramai Dulu Lagi

Oleh Siti Ainur Rodhiyah

Bojonegoro Kota - Bulan puasa adalah momen yang dinanti banyak orang. Termasuk para pedagang kembang api, yang biasanya selalu ramai diserbu oleh pembeli sehingga akan mendapatkan keuntungan berlipat.

Namun, berbeda pada tahun ini. Pantauan oleh awak media beritabojonegoro.com pada Sabtu (19/05/2018) siang, ternyata hanya terlihat satu pedagang kembang api yang menggelar lapaknya di kawasan alun-alun Kota Bojonegoro dan pembelinyapun juga nampak sepi.

 

 

Salah satu pedagang kembang api dan petasan, Edi (65) ditemui awak media ini mengungkapkan bahwa sudah sejak tahun 2015, setiap tahun selama bulan ramadan dirinya selalu membuka lapak di Alun-Alun Kota Bojonegoro.

“Berjualan kembang api dan petasan sudah menjadi tradisi setiap tahun pada saat bulan puasa.” jelas Edi.

Namun, menurut Edi, dari tahun ke tahun pembelinya cenderung menurun sehingga yang berjualan kembang apipun juga makin sedikit. Dan pada tahun ini pembelinya nampak sepi.

Menurutnya, mayoritas pembeli kembang api dan petasan adalah anak-anak, sepinya pembeli petasan dan kembang api belakangan ini diduga akibat anak-anak zaman sekarang sejak kecil sudah diberikan oleh orangtuanya handphone dan alat canggih lainnya.

“Anak-anak sekarang lupa untuk menyalakan kembang api dan petasan di bulan puasa. Mungkin karena mereka sudah pegang hp dan alat canggih lainnya sejak kecil," tuturnya.

Selain itu, kemungkinan juga akibat adanya imbauan dari pihak berwajib tentang larangan membunyikan petasan selama bulan ramadan, serta seringnya razia yang dilakukan oleh pihak kepolisian dan satpol PP.

Namun demikian Edi menegaskan bahwa dirinya berjualan kembang api sesuai ketentuan yang diijinkan, sebab itu dirinya berjualan kembang api dengan tenang.

"Saya sudah berjualan kembang api dan petasan ditempat ini cukup lama. Saya berjualan sesuai prosedur dan diketahui oleh petugas," jelasnya.

 

 

Sementara itu, Rahmawati(35), warga Desa Kauman Bojonegoro Kota, yang sedang memilih petasan bersama anak perempuannya, mengatakan bahwa dirinya selalu membeli kembang api pada waktu bulan puasa.

Meskipun anaknya di anjurkan untuk memilih sendiri, dirinya tetap selektif dan mengawasi pilihan petasan yang dirasa cukup aman untuk anaknya, saat di sulut bersama teman-teman anak para tetangga.

"Karena bermain kembang api sudah menjadi tradisi keluarga dan para tetangga kami," ucapnya.

Rahmawati juga menuturkan bahwa yang bermain petasan di desanya saat ini, tidak seramai dahulu lagi. Dari tahunke tahun yang bermain kembang api dan petasan makin sedikit.

Hal ini diduga karena adanya kekhawatiran dari para orang tua tentang bahaya bermain petasan, sehingga banyak orang tua yang melarang anak- bermain kembang api dan petasan.

"Saya maklum, karena setiap tahun selalu ada berita di televisi korban bermain petasan," tuturnya. (iin/imm)

Berita Bojonegoro
Berita Terkait
Berita Bojonegoro
Berita Bojonegoro
Berita Bojonegoro

Teras

Ngaji Urip Bareng Kang Yoto

Ngaji Urip Bareng Kang Yoto

Oleh Muhammad Roqib Bojonegoro Apa yang dilakukan oleh Kang Yoto, sapaan Suyoto, mantan Bupati Bojonegoro dua periode yakni 2008-2013 dan ...

Opini

Peran Bidan Dalam Menekan Angka Kematian Ibu

Hari Bidan Nasional 24 Juni

Peran Bidan Dalam Menekan Angka Kematian Ibu

*Oleh dr Achmad Budi Karyono GARDA terdepan yang bertanggung jawab terhadap kesehatan para ibu, khususnya ibu hamil adalah bidan. Hari ...

Quote

Cinta

Cinta

Oleh Dr Hj Sri Minarti, M.Pd.I CINTA merupakan perasaan kebaikan kasih sayang pada seseorang atau benda. Secara psikologis cinta dibagi ...

Sosok

Muhayatun Khoiriyah, Pelukis Sketsa Wajah Asal Kedungadem

Muhayatun Khoiriyah, Pelukis Sketsa Wajah Asal Kedungadem

Oleh Siti Ainur Rodhiyah Bojonegoro - "Mimpi itu harus dikejar. Mumpung ada kesempatan dan keadaan. Selagi masih muda kita gunakan ...

Eksis

Bertemu J-Rocks Band di Belakang Panggung, MGS SMAN 1 Bojonegoro

Eksklusif

Bertemu J-Rocks Band di Belakang Panggung, MGS SMAN 1 Bojonegoro

Oleh Siti Ainur Rodhiyah Bojonegoro - Terlihat sebuah mobil tiba menuju belakang Gedung Serba Guna Bojonegoro, tempat dilaksanakannya malam pagelaran ...

Religi

Tuntunan Shalat Ied (Fiqih Dua Hari Raya)

Oase Ramadan

Tuntunan Shalat Ied (Fiqih Dua Hari Raya)

*Oleh Drs H Sholikhin Jamik SH MHes LEBARAN hampir tiba. Hari kemenangan, hari iedul fitri. Berikut ini beberapa nukilan yang ...

Berita Foto

Menabrak Formalitas

Menabrak Formalitas

Oleh Imam Nurcahyo Bojonegoro - Tak ingin terlihat monoton dengan pose foto bersama yang begitu begitu saja, sejumlah pejabat yang ...

Feature

"VOC-Games" Media Pembelajaran Matematika Yang Menyenangkan

"VOC-Games" Media Pembelajaran Matematika Yang Menyenangkan

Oleh Imam Nurcahyo Bojonegoro - Berawal dari ketakutan pada matematika dan kerisauan akan budaya yang semakin terkikis, tiga mahasiswa Universitas ...

Resensi

32 Khutbah Jumat Cak Nur

32 Khutbah Jumat Cak Nur

32 Khutbah Jumat Cak Nur Oleh Muhammad Roqib Bagaimana bila khutbah yang dilakukan setiap hari Jumat ditulis dalam sebuah buku?. ...

Statistik

Hari ini

1.286 kunjungan

2.184 halaman dibuka

96 pengunjung online

Bulan ini

79.243 kunjungan

135.832 halaman dibuka

Tahun ini

685.500 kunjungan

1.205.820 halaman dibuka

Ranking Alexa 

Global: 644.461

Indonesia: 12.203

Ranking SimilarWeb 

Site Overview

Traffic Overview

Online sejak 1 Agustus 2015