News Ticker
  • Tim Teknologi Informasi EMCL Berbagi Ilmu di SMKN 1 dan SMKN 2 Bojonegoro
  • Virus Goyang Dayung Merambah Pada Pelajar di Tuban
  • Tips Bagi Calon Pelamar Dalam Mengikuti Proses Seleksi CPNS 2018
  • Inilah Alur Pendaftaran CPNS 2018
  • Jelang Pileg dan Pilpres, Polres Tuban Gelar Simulasi Pengamanan Pemilu
  • Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka Hari Ini, Situs SSCN BKN Belum Dapat Diakses
  • Polisi di Bojonegoro Amankan Seorang Pelaku Penadahan
  • Perbedaan
  • Pecah Ban, Mobil Milik DLH Bojonegoro Tabrak Tumpukan Batu di Pinggir Jalan
  • Ratusan Warga Mojoagung Soko Tuban, Minta Kejaksaan Tindak Tegas Kades Korupsi
  • Penerimaan CPNS 2018 di Kabupaten Bojonegoro Tersedia 384 Formasi
  • Formasi Penerimaan CPNS 2018 Kabupaten Blora Sebanyak 508 Lowongan
  • Lagi, Kebakaran Menimpa Rumah Milik Warga Balen Bojonegoro
  • Penanggulangan Kemiskinan Menjadi Prioritas Pemerintah
  • Tabrakan Motor di Baureno Bojonegoro Kedua Pengendara Luka-Luka
  • Berikut ini Syarat Dasar Bagi Pelamar CPNS 2018
  • Sat Lantas Polres Bojonegoro Launching SIMELI
  • Sat Narkoba Polres Bojonegoro Laksanakan Binluh Bahaya Penyalahgunaan Narkoba Pada Pelajar
  • Kapolres Bojonegoro Tekankan 7 Hal Kepada Anggotanya
  • Kapolres Bojonegoro Harap Komunitas Mancing Turut Berperan Dalam Menjaga Lingkungan

Penjual Kembang Api di Bojonegoro, Tak Seramai Dulu Lagi

Oleh Siti Ainur Rodhiyah

Bojonegoro Kota - Bulan puasa adalah momen yang dinanti banyak orang. Termasuk para pedagang kembang api, yang biasanya selalu ramai diserbu oleh pembeli sehingga akan mendapatkan keuntungan berlipat.

Namun, berbeda pada tahun ini. Pantauan oleh awak media beritabojonegoro.com pada Sabtu (19/05/2018) siang, ternyata hanya terlihat satu pedagang kembang api yang menggelar lapaknya di kawasan alun-alun Kota Bojonegoro dan pembelinyapun juga nampak sepi.

 

 

Salah satu pedagang kembang api dan petasan, Edi (65) ditemui awak media ini mengungkapkan bahwa sudah sejak tahun 2015, setiap tahun selama bulan ramadan dirinya selalu membuka lapak di Alun-Alun Kota Bojonegoro.

“Berjualan kembang api dan petasan sudah menjadi tradisi setiap tahun pada saat bulan puasa.” jelas Edi.

Namun, menurut Edi, dari tahun ke tahun pembelinya cenderung menurun sehingga yang berjualan kembang apipun juga makin sedikit. Dan pada tahun ini pembelinya nampak sepi.

Menurutnya, mayoritas pembeli kembang api dan petasan adalah anak-anak, sepinya pembeli petasan dan kembang api belakangan ini diduga akibat anak-anak zaman sekarang sejak kecil sudah diberikan oleh orangtuanya handphone dan alat canggih lainnya.

“Anak-anak sekarang lupa untuk menyalakan kembang api dan petasan di bulan puasa. Mungkin karena mereka sudah pegang hp dan alat canggih lainnya sejak kecil," tuturnya.

Selain itu, kemungkinan juga akibat adanya imbauan dari pihak berwajib tentang larangan membunyikan petasan selama bulan ramadan, serta seringnya razia yang dilakukan oleh pihak kepolisian dan satpol PP.

Namun demikian Edi menegaskan bahwa dirinya berjualan kembang api sesuai ketentuan yang diijinkan, sebab itu dirinya berjualan kembang api dengan tenang.

"Saya sudah berjualan kembang api dan petasan ditempat ini cukup lama. Saya berjualan sesuai prosedur dan diketahui oleh petugas," jelasnya.

 

 

Sementara itu, Rahmawati(35), warga Desa Kauman Bojonegoro Kota, yang sedang memilih petasan bersama anak perempuannya, mengatakan bahwa dirinya selalu membeli kembang api pada waktu bulan puasa.

Meskipun anaknya di anjurkan untuk memilih sendiri, dirinya tetap selektif dan mengawasi pilihan petasan yang dirasa cukup aman untuk anaknya, saat di sulut bersama teman-teman anak para tetangga.

"Karena bermain kembang api sudah menjadi tradisi keluarga dan para tetangga kami," ucapnya.

Rahmawati juga menuturkan bahwa yang bermain petasan di desanya saat ini, tidak seramai dahulu lagi. Dari tahunke tahun yang bermain kembang api dan petasan makin sedikit.

Hal ini diduga karena adanya kekhawatiran dari para orang tua tentang bahaya bermain petasan, sehingga banyak orang tua yang melarang anak- bermain kembang api dan petasan.

"Saya maklum, karena setiap tahun selalu ada berita di televisi korban bermain petasan," tuturnya. (iin/imm)

Berita Bojonegoro
Berita Terkait
Berita Bojonegoro
Berita Bojonegoro
Berita Bojonegoro

Teras

“Saya Ingin Selalu Memberi”

Kang Yoto, Mantan Bupati Bojonegoro

“Saya Ingin Selalu Memberi”

Oleh Muhammad Roqib Kang Yoto, mantan Bupati Bojonegoro dua periode yakni 2008 2013 dan 2013 2018, sungguh menikmati masa-masa senggangnya ...

Opini

Gaul Bebas Kian Marak, HIV/AIDS Makin Merebak

Gaul Bebas Kian Marak, HIV/AIDS Makin Merebak

*Oleh Atik Kholifah SKM PERGAULAN remaja di masa sekarang sungguh sangat merisaukan. Kita biasa menjumpai di tempat-tempat keramaian, muda mudi ...

Quote

Perbedaan

Perbedaan

Oleh Dr Hj Sri Minarti, M.Pd.I Allah menciptakan mahluk di dunia ini dengan berbagai perbedaan, tidak ada yang sama persis ...

Sosok

Eny Kojiro, Perempuan Asal Bojonegoro yang Geluti Seni Menghias Tumpeng

Eny Kojiro, Perempuan Asal Bojonegoro yang Geluti Seni Menghias Tumpeng

Oleh Muliyanto Bojonegoro - Lobak, Timun, Batang, Sawi, Wortel dan aneka buah serta sayur ternyata tak hanya difungsikan menjadi sayur ...

Eksis

Petani Asal Bojonegoro Ini Tak Menyangka Anaknya Lulus Seleksi Akpol 2018

Petani Asal Bojonegoro Ini Tak Menyangka Anaknya Lulus Seleksi Akpol 2018

Oleh Imam Nurcahyo Bojonegoro - Suwito (56), warga Desa Sumberejo RT 002 RW 001 Kecamatan Trucuk Kabupaten Bojonegoro, yang sehari-hari ...

Religi

Ternyata, Ada Fakta Hidup di Alam Fana Itu

Ternyata, Ada Fakta Hidup di Alam Fana Itu

*Oleh Roli Abdul Rokhman SAg MPdI Saudaraku, sadarilah...! Selama kita masih suka mengagungkan harta, maka diri kita pasti akan mengalami ...

Berita Foto

Mural Siswa SMA Negeri 1 Kalitidu Bojonegoro

Mural Siswa SMA Negeri 1 Kalitidu Bojonegoro

Oleh Muhammad Roqib Bojonegoro (Kalitidu) Siswa SMA Negeri 1 Kalitidu membuat lukisan atau mural di tembok yang ada di sekililing ...

Resensi

Alice in Cheongdam Dong 2

Alice in Cheongdam Dong 2

Oleh Delfariza Amaliya Penulis : Ahn Jae Kyung Penerjemah : Dwita Rizki Nientyas Tahun : 2014 Penerbit : Qanita, PT ...

Pelesir

Ruwatan Massal Digelar di Objek Wisata Khayangan Api Bojonegoro

Ruwatan Massal Digelar di Objek Wisata Khayangan Api Bojonegoro

Oleh Muliyanto Bojonegoro - Bulan Suro, bagi sebagian orang Jawa masih dianggap sebagai bulan yang sakral. Bulan untuk tirakat dan ...

Statistik

Hari ini

2.755 kunjungan

4.955 halaman dibuka

97 pengunjung online

Bulan ini

59.848 kunjungan

106.982 halaman dibuka

Tahun ini

988.151 kunjungan

1.734.374 halaman dibuka

Ranking Alexa 

Global: 624.798

Indonesia: 10.473

Ranking SimilarWeb 

Site Overview

Traffic Overview

Online sejak 1 Agustus 2015