News Ticker
  • Inilah Hasil Pilkades Serentak 2020, Kecamatan Kapas Bojonegoro
  • Inilah Hasil Pilkades Serentak 2020, Kecamatan Gayam Bojonegoro
  • Inilah Hasil Pilkades Serentak 2020, Kecamatan Dander Bojonegoro
  • Inilah Hasil Pilkades Serentak 2020, Kecamatan Tambakrejo Bojonegoro
  • Inilah Hasil Pilkades Serentak 2020, Kecamatan Ngraho Bojonegoro
  • Inilah Hasil Pilkades Serentak 2020, Kecamatan Ngambon Bojonegoro
  • Inilah Hasil Pilkades Serentak 2020, Kecamatan Kedewan Bojonegoro
  • Inilah Hasil Pilkades Serentak 2020, Kecamatan Kalitidu Bojonegoro
  • Inilah Hasil Pilkades Serentak 2020, Kecamatan Gondang Bojonegoro
  • Inilah Hasil Pilkades Serentak 2020, Kecamatan Bubulan Bojonegoro
  • Inilah Hasil Pilkades Serentak 2020, Kecamatan Bojonegoro Kota
  • Inilah Hasil Pilkades Serentak 2020, Kecamatan Kanor Bojonegoro
  • Inilah Hasil Pilkades Serentak 2020, Kecamatan Sumberrejo Bojonegoro
  • Inilah Hasil Pilkades Serentak 2020, Kecamatan Malo Bojonegoro
  • Serba-Serbi Pilkades Serentak 2020 di Kabupaten Bojonegoro
  • DPC PKB Blora Bangga Kadernya Diusung PDIP dalam Pilkada 2020
  • DPP PKB Usung Pasangan Arief Rohman - Etyk, dalam Pilkada Blora 2020
  • Situasi Pemungutan Suara Pilkades Serentak di Kabupaten Bojonegoro Berlangsung Aman
  • Diduga Serangan Jantung, Warga Temayang Bojonegoro Meninggal saat Nyoblos di TPS Pilkades
  • Tinjau Tanggul Jebol, Bupati Bojonegoro Instruksikan Segera Dilakukan Penanggulangan
  • Elevasi Tinggi Muka Air Bengawan Solo di Bojonegoro Kota Terus Alami Penurunan
  • Pemkab Bojonegoro Harap Kepala Desa Gunakan DD Secara Maksimal, Efektif dan Efisien
  • Tanggul Kali Ingas di Kanor Bojonegoro Jebol, Belasan Hektare Sawah Tergenang
  • Menuju Satu Data Kependudukan Indonesia, Pemkab Bojonegoro Harap Masyarakat Ikuti SPO
  • Bengawan Solo di Bojonegoro Kota Masuk Siaga Hijau, Masyarakat Diminta Waspada

Oase Ramadan

Seputar Permasalahan I'tikaf

*Oleh Drs H Sholikhin Jamik SH MHes

1. Hikmahnya

Al-Allamah Ibnul Qayyim –raqhimahullah berkata: “Dan (Allah) syari’atkan i’tikaf bagi mereka yang mana maksudnya serta ruhnya adalah berdiamnya hati kepada Allah dan kumpulnya hati kepada Allah, berkhalwat denganNya dan memutuskan (segala) kesibukan dengan makhluk, hanya menyibukkan diri kepada Allah semata.”

Belaiu juga menyebutkan diantara tujuan i’tikaf adalah agar supaya kita bertafakkur (memikirkan) untuk selalu meraih segala yang mendatangkan ridha Allah dan segala yang mendekatkan diri kepadaNya dan mendapatkan kedamaian bersama Allah sebagai persiapan kita menghadapi kesepian di alam kubur kelak.

Syaikh Muhammad bin Sholeh Al-Utsaimin –rahimahullah berkata: “Tujuan dari pada i’tikaf adalah memutuskan diri dari manusia untuk meluangkan diri dalam melakukan ketaatan kepada Allah di dalam masjid agar supaya meraih karunia dan pahala serta mendapatkan lailatul qadar. Oleh sebab itu hendaklah seorang yang beri’tikaf menyibukkan dirinya dengan berdzikir, membaca (Al-Qur’an), shalat dan ibadah lainnya”.

Dan hendaklah menjauhi segala yang tidak penting dari pada pembicaraan masalah dunia, dan tidak mengapa berbicara sedikit dengan pembicaraan yang mubah kepada keluarganya atau orang lain untuk suatu maslahat, sebagaimana hadis Shafiyyah Ummul Mukminin –radhiallahu anha berkata: “Bahwasanya Nabi –Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam beri’tikaf lalu aku mengunjunginya pada suatu malam dan berbincang dengannya, kemudian aku bangkit untuk pulang lalu Nabi –Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam bangkit bersamaku (mengantarkanku).” (HR. Bukhari dan Muslim).

2. Makna I’tikaf

Yaitu berdiam (tinggal) di atas sesuatu. Dan dapat dikatakan bagi orang-orang yang tinggal di masjid dan menegakkan ibadah di dalamnya sebagai mu’takif dan ‘akif (orang yang sedang i’tikaf).

3. Disyari’atkannya I’tikaf dan Waktunya

Disunnahkan pada bulan Ramadan dan bulan yang lainnya sepanjang tahun. Telah shahih bahwa Nabi –Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam beri’tikaf pada sepuluh (hari) terakhir di bulan Syawwal.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dan sahabat Umar –Radhiallahu ‘Anhu pernah bertanya kepada Nabi –Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam: “Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku ini pernah bernadzar pada jaman jahiliyyah (dahulu), (yaitu) aku akan beri’tikaf semalam di Masjidil Haram ?” Beliau –Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam bersabda, “Tunaikanlah nazarmu.” Maka ia (Umar) beri’tikaf semalam. (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis sahabat Umar ini adalah dalil bahwa i’tikaf boleh dilakukan diluar bulan Ramadan dan tanpa melakukan puasa, karena i’tikaf dan puasa adalah dua ibadah yang terpisah dan tidak disyaratkan untuk menggabungkan keduanya, ini adalah pendapat yang benar.

Diperbolehkan pula i’tikaf beberapa saat (tidak dalam waktu lama). (“Asy-Syarhul Mumti’ ‘ala Zadil Mustaqni’”, Karya Syaikh Utsaimin 6/508-509 dan 6/511..)

Yang paling utama adalah pada bulan Ramadan, berdasarkan hadits Abu Hurairah –Radhiallahu ‘Anhu: “Bahwasanya Rasulullah –Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam beri’tikaf pada setiap Ramadan selama sepuluh hari dan manakala tiba tahun yang dimana beliau diwafatkan, beliau beri’tikaf selama dua puluh hari”. (HR. Bukhari)

Dan yang lebih afdhal lagi adalah pada akhir bulan Ramadan, karena Nabi –Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam beri’tikaf pada sepuluh (hari) terakhir di bulan Ramadan hingga Allah Ta’ala mewafatkan beliau. (HR. Bukhari dan Muslim)

Seseorang yang berniat i’tikaf sepuluh hari terakhir bulan Ramadan hendaklah memulai i’tikafnya pada hari keduapuluh Ramadan sebelum matahari terbenam, jadi malam pertamanya adalah malam keduapuluh satu Ramadan.

(Lihat “Al-Mughni”, Ibnu Qudamah 4/489-491, “Mukhtashar Al-Majmu’ Syarh Al-Muhadzdzab” An-Nawawi 6/211, “Fiqhus Sinnah”, Sayyid Sabiq 1/622-623, dan “Asy-Syarhul Mumti’ ‘ala Zadil Mustaqni’”, Karya Syaikh Utsaimin 6/521)

4. Hendaklah I’tikaf Dilakukan di Masjid Hendaklah i’tikaf dilakukan di masjid.

Sebagaimana firman Allah Ta’ala: “…dan janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri’tikaf dalam masjid.” (QS. Al-Baqarah: 187).

Ayat tersebut juga dalil atas diharamkannya jima’ dan segala pendahuluannya –seperti mencium dan meraba dengan syahwat- bagi orang yang i’tikaf. I’tikaf boleh dilakukan di semua masjid, akan tetapi yang paling afdhal adalah i’tikaf di tiga masjid (Masjil Haram Mekkah kemudian Masjid Nabawi Madinah kemudian Masjdil Aqsha Palestina) sebagaimana sabda Rasulullah –Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam: “Tidak ada i’tikaf (yang lebih sempurna dan afdhal) kecuali di tiga masjid (tersebut).” (HR. AbduR Razzaq dalam “Al-Mushannaf” (8037) dengan sanad sahih.

(Lihat “Shifat Shoum Nabi“ hlm 93 dan gabungkan dengan “Asy-Syarhul Mumti’ ‘ala Zadil Mustaqni’”, Karya Syaikh Utsaimin 6/505)

5. Wanita Boleh Beri’tikaf di Masjid Wanita diperbolehkan i’tikaf di masjid bersama suaminya atau sendirian.

Sebagaimana dikatakan Aisyah –radhiallahu anha : “Bahwasanya Nabi –Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam beri’tikaf sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan sehingga Allah mewafatkan beliau, kemudian isteri-isteri beliau beri’tikaf sepeninggal beliau.” (HR. Bukhari, Muslim dan Abu Dawud)

Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani –rahimahullah berkata: “Dalam hadis tersebut ada dalil bahwa boleh wanita beri’tikaf. Dan tidak diragukan lagi bahwa hal itu terikat oleh ijin dari wali mereka, aman dari fitnah (hal-hal yang tidak di inginkan) dan tidak terjadi kholwah (berdua-duan) dengan laki-laki berdasarkan dalil-dalil yang banyak tentang hal tersebut dan juga kaidah fiqih: Menolak kerusakan adalah didahulukan daripada mendatangkan kebaikan.”

6. Tidak Keluar dari Masjid Kecuali Seperlunya.

 Hendaklah orang yang i’tikaf tidak keluar dari masjid selama ’tikaf kecuali seperlunya, sebagaimana dikatakan Aisyah –radhiallahu anha: “Yang sunnah bagi orang i’tikaf adalah tidak keluar kecuali untuk perkara yang mengharuskannya keluar.” (HR. Al-Baihaqi dengan sanad sahih).

Aisyah berkata pula: “Bahwasanya Rasulullah–Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam apabila i’tikaf tidak masuk rumah kecuali karena hajat manusia.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Keluar dari masjid ketika ’tikaf ada tiga macam:

a). Keluar untuk suatu perkara yang merupakan keharusan seperti, buang air besar dan kecil, berwudhu dan mandi wajib atau lainnya seperti makan dan minum, ini adalah boleh apabila tidak memungkinkan dilakukan di dalam masjid.

b). Keluar untuk perkara ketaatan seperti, menjenguk orang sakit dan mengantarkan jenazah, hal ini tidak boleh dilakukan kecuali apabila dia telah berniat dan mensyaratkannya di awal i’tikaf.

c). Keluar untuk perkara yang menafikan i’tikaf seperti, untuk jual beli, jima’ dan bercumbu dengan isterinya dan semacam itu, hal ini tidak diperbolehkan karena bertentangan dengan i’tikaf dan menafikan maksud dari i’tikaf.

(“Majalis Syahr Ramadhan” hlm 160. Karya Fadhilatusy Syaikh Muhammad bin Sholeh Al-Utsaimin -Rahimahullah). (*/imm)

Ilustrasi : percikaniman.id

*) Penulis: Panitera Pengadilan Agama Bojonegoro

Berita Terkait

Videotorial

Kalender Event Bojonegoro 2020

Videotorial

Kalender Event Bojonegoro 2020

Kalender Event Bojonegoro 2020 Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, pada Jumat (31/01/2020) malam, bertempat di Taman Lokomotif, melaunching Kalender Event Bojonegoro 2020, ...

Berita Video

Ini Kata Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, di Momen Peringatan Hari Ibu 2019

Ini Kata Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, di Momen Peringatan Hari Ibu 2019

Bojonegoro - Nyai Dr HC Hj Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, Istri Presiden RI ke-4, Almarhum KH Abdurrahman Wahid dan Gubernur ...

Teras

Hari Batik Nasional, Sudahkah Anda Menggunakan Batik?

Hari Batik Nasional, Sudahkah Anda Menggunakan Batik?

HARI INI, 2 Oktober 2019, Indonesia memperingati Hari Batik Nasional. Peringatan Hari Batik Nasional ini terjadi ketika pada 2 Oktober ...

Opini

Stunting, Masalah Gizi di Era Milenial

Opini

Stunting, Masalah Gizi di Era Milenial

DALAM 10 tahun terakhir, kita ramai mendapat peristilahan baru pada masalah gizi, yaitu istilah stunting, yang seolah-olah istilah baru di ...

Quote

Pendekatan

Quote

Pendekatan

Seorang kepala sekolah selalu datang 30 menit sebelum jadwal pelajaran dimulai atau pintu gerbang ditutup untuk memberi salam, berjabat tangan ...

Sosok

13 Tahun Tak ada Kabar, Sri Naning Wahyu Kurniawati, TKI Asal Blora Ini Akhirnya Pulang

Sosok

13 Tahun Tak ada Kabar, Sri Naning Wahyu Kurniawati, TKI Asal Blora Ini Akhirnya Pulang

Blora - Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Kabupaten Blora, pada Jumat (17/01/2020), menerima kepulangan Sri Naning Wahyu Kurniawati (26) ...

Eksis

Komunitas Otomotif di Bojonegoro Gelar Bakti Sosial pada Warga Terdampak Bencana di Sekar

Komunitas Otomotif di Bojonegoro Gelar Bakti Sosial pada Warga Terdampak Bencana di Sekar

Bojonegoro - Komunitas otomotif yang tergabung dalam Suzuki Jimny Katana Indonesia (SKIN) Chapter Bojonegoro dan Indonesia Off-Road Federation (IOF) Pengcab ...

Infotorial

Zumba Party, Dalam Rangka HUT Aston dan Fave Hotel Bojonegoro Berlangsung Meriah

Zumba Party, Dalam Rangka HUT Aston dan Fave Hotel Bojonegoro Berlangsung Meriah

Bojonegoro - Zumba Party, sebagai rangkaian Road to Anniversary Aston Bojonegoro City Hotel and Fave Hotel Sudirman Bojonegoro, dalam rangka ...

Berita Foto

Serba-Serbi Pilkades Serentak 2020 di Kabupaten Bojonegoro

Berita Foto

Serba-Serbi Pilkades Serentak 2020 di Kabupaten Bojonegoro

Bojonegoro - Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak di Kabupaten Bojonegoro, pada Rabu (19/02/2020) hari ini, digelar di 233 desa di ...

Feature

Tradisi Nyadran di Desa Napis Tambakrejo Bojonegoro, Kearifan Lokal yang Masih Dilestarikan

Tradisi Nyadran di Desa Napis Tambakrejo Bojonegoro, Kearifan Lokal yang Masih Dilestarikan

Bojonegoro - Sebagian masyarakat Desa Napis Kecamatan Tambakrejo Kabupaten Bojonegoro pada Jumat (07/02/2020) pagi, menggelar tradisi Nyadran atau Manganan, dengan ...

Religi

Sinta Nuriyah dan Khofifah, Hadiri Pengajian Akbar di Ponpes Modern Al Fatimah Bojonegoro

Sinta Nuriyah dan Khofifah, Hadiri Pengajian Akbar di Ponpes Modern Al Fatimah Bojonegoro

Bojonegoro - Nyai Dr HC Hj Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, Istri Presiden RI ke-4, Almarhum KH Abdurrahman Wahid; Gubernur Jawa ...

Pelesir

'Full Moon Golden Festival' Negeri Atas Angin Bojonegoro, Berlangsung Meriah

Wisata

'Full Moon Golden Festival' Negeri Atas Angin Bojonegoro, Berlangsung Meriah

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro, Dr Hj Anna Muawanah benar-benar ingin memajukan destinasi wisata yang ada di Kabupaten Bojonegoro, salah satunya ...

Hiburan

Kapolres Bojonegoro Ajak Pelajar, Netizen dan Awak Media, Nonton Bareng Film Sang Prawira

Kapolres Bojonegoro Ajak Pelajar, Netizen dan Awak Media, Nonton Bareng Film Sang Prawira

Bojonegoro - Kapolres Bojonegoro, AKBP M Budi Hendrawan SIK MH, pada Rabu (04/12/2019) malam, mengajak sejumlah pelajar, netizen dan awak ...

Statistik

Hari ini

15.538 kunjungan

34.852 halaman dibuka

919 pengunjung online

Bulan ini

209.832 kunjungan

316.813 halaman dibuka

Tahun ini

474.439 kunjungan

681.364 halaman dibuka

Ranking Alexa 

Global: 578.502

Indonesia: 9.789

Ranking SimilarWeb 

Site Overview

Traffic Overview

Online sejak 1 Agustus 2015

1582183429.6411 at start, 1582183431.1639 at end, 1.5227859020233 sec elapsed