News Ticker
  • 2 Orang Remaja Tewas Tertabrak Kereta Api, di Belakang Pos Dishub Jalan A Yani Bojonegoro
  • Hindari Tabrakan, Isuzu Panther Terperosok ke Tebing Jalan di Watu Jago  Bojonegoro
  • Warga Kasiman Meninggal Dunia Saat Mengumpulkan Rongsokan di Ngambon Bojonegoro
  • Kecelakaan Motor di Ngraho Bojonegoro, Seorang Pengendara Luka Berat
  • Tabrak Truk Semen, Pemotor di Margomulyo Bojonegoro Tewas di TKP
  • Polres Bojonegoro Perketat Pengamanan Penghitungan dan Rekapitulasi Suara di Tingkat PPK
  • Mio Tabrak Satria di Baureno Bojonegoro, Kedua Pengendara Luka-Luka
  • Diduga Mengantuk, Motor Tabrak Tiang Telepon di Kalitidu Bojonegoro, 2 Orang  Luka-Luka
  • Polisi Berhasil Ringkus Pelaku Pembunuhan Petani di Kedungtuban Blora
  • Diduga Balap Liar, Seorang Pemotor Tewas, Tabrak Fortuner di Jalan Veteran Bojonegoro
  • Diduga Mengantuk, Avanza Tabrak Truk Gandeng di Balen Bojonegoro 2 Orang Luka-Luka
  • Seorang Petani di Blora Ditemukan Tewas Dengan Luka Sayatan di Leher
  • Rayakan Hari Jadi, AMSI Gelar Kontes Jurnalistik dan Seminar Anti Hoax
  • Pasca Pencoblosan Pemilu, Kapolres Bojonegoro Imbau Masyarakat Saling Menahan Diri
  • Banyak Pembaca BeritaBojonegoro.com, Buka Laman Yang Memuat DCS DPRD Kabupaten Bojonegoro
  • Akibat Banjir Bandang Akses Jalan Menuju 5 TPS di Temayang Bojonegoro, Terputus
  • Pekerja Migas di Bojonegoro Antusias Salurkan Hak Pilihnya Dalam Pemilu 2019
  • AMSI dan AJI Dibantu Mafindo dan Google, Periksa Fakta Pemilu
  • 21 Tahanan Polres Bojonegoro Laksanakan Pencoblosan di TPS Lembaga Pemasyarakatan
  • TPS Unik di Bojonegoro Dengan Tema “Rakyat Memilih Mahkota Raja Nusantara”
  • Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro Lakukan Pencoblosan Pemilu 2019
  • Perjuangan Mengawal Logistik Pemilu Menuju TPS Daerah Terpencil di Bojonegoro
  • Kapolres, Bupati dan Dandim Bojonegoro Lakukan Pengecekan Sejumlah TPS
  • Sejumlah TPS di Bojonegoro Berada di Daerah Terpencil, Dengan Medan Yang Sulit Dijangkau
  • Kecelakaan Motor di Ngraho Bojonegoro, Kedua Pengendara Luka Berat

32 Khutbah Jumat Cak Nur

32 Khutbah Jumat Cak Nur

Oleh Muhammad Roqib

Bagaimana bila khutbah yang dilakukan setiap hari Jumat ditulis dalam sebuah buku?. Biasanya jarang sekali khutbah yang disampaikan oleh imam ditulis, apalagi dijadikan sebuah buku. Nah, ini ada sebuah buku berjudul 32 Khutbah Jumat Cak Nur, Menghayati Akhlak Allah dan Khutbah-Khutbah Pilihan Lainnya.

Khutbah itu disampaikan oleh Cak Nur atau Nurcholish Madjid, tokoh intelektual Islam yang pemikiran dan pandangan-pandangan keislamannya sudah tidak diragukan lagi. Cak Nur merupakan salah satu cendekiawan Islam yang menelurkan ratusan karya buku yang berbobot, orisinal.

Cak Nur semasa hidupnya selalu menyempatkan menyampaikan khutbah pada saat salat Jumat di Masjid Pondok Indah, kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan. Masjid itu sebenarnya adalah sebuah ruko (rumah toko) yang diubah menjadi masjid dan diadakan salat Jumat.

Dalam khutbah yang disampaikan di Masjid Pondok Indah ini Cak Nur lebih banyak menyampaikan tentang keimanan dan ketakwaan dalam Islam. Terkadang ia mengaitkan peristiwa atau momentum seperti bulan Ramadan dengan pesan-pesan dalam Al Quran. Pandangan dan pemikirannya sangat jernih, orisinal, dan sangat berbobot.

Pada tulisan khutbah awal misalnya ia menceritakan tentang kebiasaan khutbah pada masa Nabi Muhammad Saw dahulu. Pada masa itu, kata dia, Nabi Muhammad Saw selalu menyandarkan pedang atau tombak di bahu beliau karena waktu itu umat Islam adalah komunitas militer. Jadi pada waktu Nabi Muhammad menjadi khatib Jumat, Nabi tampil gagah sekali di atas mimbar sambil menyandarkan pedang atau tombak di bahu beliau.

Praktik itu sekarang masih ada di masjid-masjid lama, hanya pedang dan tombaknya diganti dengan tongkat. Khatib membawa tongkat yang biasanya diukir begitu bagus dan dipelitur dengan indah.

Setiap kali menyampaikan khutbah, Cak Nur selalu menyelipkan ayat-ayat Al Quran. Ia menyampaikan, seluruh ayat Al Quran sendiri sebagaimana tergambar dalam ayat-ayat pertama Surah Al Baqarah dirancang sebagai petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa.

Pada khutbah selanjutnya, Cak Nur mengulas tentang makna dan pentingnya zikir. Cak Nur menyampaikan, zikir kepada Allah tidak mengenal ruang dan waktu. Selamanya dan di mana saja kita harus ingat kepada Allah Swt. Bila kita lupa kepada Allah, Allah akan membuat kita lupa akan diri kita sendiri. Hanya dengan ingat Allah, kita mengetahui dan menginsyafi bahwa hidup ini berasal dari Allah dan akan kembali kepada-Nya. Itulah makna ungkapan yang sering kita baca, innalillahi wa inna ilaihi rajiun.

Cak Nur mengungkapkan, semua orang ingin kembali kepada Tuhan. Hidup ini adalah perjalanan ingin kembali. Kembali ke asal. Kita semua ingin kembali pulang. Pulang itu adalah suatu gejala psikologis, bukan gejala fisik. Kalau seseorang tidak berhasil pulang. dia disebut tersesat. Ketersesatannya itu tidak bisa ditebus. Meskipun dia ditampung di rumah yang mewah dari rumahnya sendiri, dia akan tetap sengsara.

Dalam bulan puasa, Cak Nur banyak menyampaikan khutbah tentang makna puasa, keimanan, dan ketakwaan. Ia mengungkapkan, manusia adalah pembuat kesalahan, namun tidak berarti bahwa nature manusia adalah jahat. Kejahatan masuk melalui kelemahannya, sebagai jendela bagi masuknya kejahatan melalui proses yang disebut tergoda.

Dalam bahasa Arab, dosa atau kejahatan disebut dengan zhulm. Orang yang jahat disebut dengan zhalim. Zhulm berarti gelap, karena kejahatan meninggalkan bercak-bercak hitam dalam hati yang semula bersifat nurani (bersifat terang). Jika seseorang terlalu banyak membuat kejahatan, maka bercak-bercak hitam pada hatinya menjadi penuh bahkan bisa tertutup sama sekali sehingga hatinya tidak lagi disebut nurani tetapi zhulmani. Ini merupakan sebuah kesengsaraan. Namun, Allah Mahakasih kepada umat manusia. Maka Allah menyediakan satu bulan tidak hanya sebagai bulan suci tetapi juga sebagai bulan penyucian yakni bulan Ramadan.

Cak Nur menyampaikan dalam khutbahnya, jenjang bulan puasa Ramadan itu ada tiga bagian. Sepuluh hari pertama di bulan puasa adalah jenjang fisik (jasmani). Di mana kita masih terlibat dalam usaha menyesuaikan diri dengan secara jasmani pada kebiasaan baru, menyangkut makan, minum, dan meliputi persoalan batal atau tidak batalnya puasa.

Pada sepuluh hari yang kedua puasa kita memasuki jenjang nafsani (psikologis atau kejiwaan). Kalau pada jenjang yang pertama bersifat keragaan, maka jenjang yang kedua ini kita dilatih menahan hawa nafsu. Bukan hanya lahirnya yang puasa, melainkan jiwa atau batinnya juga puasa menahan hawa nafsu seperti marah-marah, menggunjing orang lain, dan lainnya.

Pada sepuluh hari yang ketiga kita memasuki jenjang ruhani. Ini adalah pencapaian puasa yang paling tinggi. Dalam ranah ini kita memasuki sesuatu yang sulit sekali diterangkan karena memang tidak bisa diterangkan. Oleh karena itu kemudian diungkapkan melalui simbol-simbol, metafora-metafora, termasuk masalah laylatul qadr.  

Suatu ketika, ketika Rasulullah Saw bersabda kepada umatnya yang tengah berkumpul di masjid menunggu datangnya laylatul qadr, beliau mengatakan,”Apa yang kamu tunggu-tunggu Insya Allah malam ini datang, karena aku telah melihat dalam visi (ruqyah) bahwa akan ada hujan lebat kemudian aku belepotan lumpur dan basah kuyup oleh air”. Kemudian, umat yang berkumpul itu pun membubarkan diri. Pada malam itu memang terjadi hujan lebat. Karena bangunan masjid Madinah pada zaman nabi sangat sederhana, atapnya terbuat dari daun kurma, maka sengan sendirinya air hujan pun masuk ke lantai masjid yang terbuat dari tanah.

Umat yang pada saat kejadian tersebut melihat apa yang dikatakan Nabi. Karena beliau salat  dalam kuyup. Sementara muka dan sekujur tubuhnya berlumur tanah liat. Lalu apa yang dimaksud laylatul qadr itu oleh Nabi?. Karena Nabi mengatakan,”Itulah yang kau tunggu-tunggu.”

Belepotannya Nabi dengan lumpur dan basahnya Nabi dengan air sebenarnya adalah suatu peringatan kepada kita bahwa jenjang paling tinggi dari pengalaman ruhani itu ialah kalau kita sudah kembali ke asal kita. Darimana kita berasal?. Dari tanah dan air. (*/kik)

Berita Terkait

Videotorial

Kalender Event, Wisata dan Budaya Kabupaten Bojonegoro 2019

Videotorial

Kalender Event, Wisata dan Budaya Kabupaten Bojonegoro 2019

Guna memperkenalkan potensi wisata dan budaya di Kabupaten Bojonegoro, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melaunching Kalender Event 2019. Dalam Kalender Event tersebut, ...

Berita Video

Perjuangan Mengawal Logistik Pemilu Menuju TPS Daerah Terpencil di Bojonegoro

Pemilu 2019

Perjuangan Mengawal Logistik Pemilu Menuju TPS Daerah Terpencil di Bojonegoro

Perjuangan untuk distribusi logistik Pemilu 2019 menuju tempat pemungutan suara (TPS) di daerah sangat terpencil juga juga dialami aparat di ...

Teras

Gantung Diri, Tanggung Jawab Siapa?

Gantung Diri, Tanggung Jawab Siapa?

Kejadian bunuh diri atau gantung diri di wilayah Kabupaten Bojonegoro selama tahun 2018, menunjukkan angka yang relatif cukup tinggi. Lantas ...

Opini

Eksistensi Persibo Bojonegoro Itu Hanya Terkendala Dana

Opini

Eksistensi Persibo Bojonegoro Itu Hanya Terkendala Dana

EKSISTENSI Persibo Bojonegoro, dalam beberapa pekan terakhir ini menjadi perbincangan masyarakat pecinta bola di Kabupaten Bojonegoro. Betapa tidak, klub kebanggaan ...

Quote

Keluar

Keluar

Dr Hj Sri Minarti MPd.I Dalam menjalani aktivitas, sering merasakan kejenuhan, kesuntukan, ataupun kemalasan, diharapkan manusia dapat keluar dari semuanya. ...

Sosok

Rudi Karisma, Penerjemah Novel, Peserta Diklat PPSDM Migas Cepu Blora

Rudi Karisma, Penerjemah Novel, Peserta Diklat PPSDM Migas Cepu Blora

Blora Menjadi salah satu peserta pendidikan dan latihan (Diklat) bantuan masyarakat, Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi ...

Eksis

Kombat, Komunitas Pecinta Musang Dari Bojonegoro

Kombat, Komunitas Pecinta Musang Dari Bojonegoro

Bojonegoro - Setiap malam minggu, di seputar Taman Rajekwesi yang terletak di Jalan Rajekwesi Bojonegoro, tampak perkumpulan anak-anak millennial, bercengkerama ...

Infotorial

Bahari Lestari, Nelayan Berseri

Bahari Lestari, Nelayan Berseri

Momentum Hari Nelayan Indonesia pada 6 April 2019 mengingatkan kita pada kekayaan laut Indonesia. Negeri bahari ini memiliki potensi sumber ...

Berita Foto

Kebakaran Sepeda Motor di SPBU Padangan Bojonegoro

Berita Foto

Kebakaran Sepeda Motor di SPBU Padangan Bojonegoro

Satu unit sepeda motor yang usai mengisi bahan bakar minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang berada ...

Feature

Berawal dari Hobi, Bripka Arip Nirwanto Sukses Beternak Burung Lovebird

Berawal dari Hobi, Bripka Arip Nirwanto Sukses Beternak Burung Lovebird

Blora - Pecinta burung memang tidak memandang usia dan kalangan. Peminatnya beragam, mulai dari pelajar, petani, PNS, pedagang, wiraswasta, sampai ...

Religi

Tingkatkan Keimanan Anggota, Polres Bojonegoro Gelar Peringatan Isra Mikraj

Tingkatkan Keimanan Anggota, Polres Bojonegoro Gelar Peringatan Isra Mikraj

Bojonegoro - Kepolisian Resort (Polres) Bojonegoro pada Kamis (04/04/2019) siang, menggelar peringatan Isra Mikraj di Masjid Al Ikhlas Polres Bojonegoro., ...

Pelesir

Migas Cepu Edupark Resmi Dibuka, Jadi Tempat Wisata Baru di Blora

Migas Cepu Edupark Resmi Dibuka, Jadi Tempat Wisata Baru di Blora

Blora - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), pada Minggu (31/3/2019), meresmikan Migas Cepu Edupark (MC Edupark), objek wisata ...

Hiburan

Marching Band Taruna Satlak Hiu Latsitardanus ke-39, Pukau Warga Kota Bojonegoro

Marching Band Taruna Satlak Hiu Latsitardanus ke-39, Pukau Warga Kota Bojonegoro

Bojonegoro - Marching Band gabungan Taruna Akademi TNI, Akpol dan Praja IPDN, yang tergabung dalam Satlak Hiu Latihan Integrasi Taruna ...

Statistik

Hari ini

3.044 kunjungan

4.977 halaman dibuka

341 pengunjung online

Bulan ini

132.011 kunjungan

204.163 halaman dibuka

Tahun ini

696.563 kunjungan

1.117.942 halaman dibuka

Ranking Alexa 

Global: 685.637

Indonesia: 10.528

Ranking SimilarWeb 

Site Overview

Traffic Overview

Online sejak 1 Agustus 2015