News Ticker
  • MWCNU Kapas Gelar Lailatul Ijtima di Desa Tapelan, Kiai Komari Ajarkan Doa Manjur Jadi Orang Baik
  • 05 Juli dalam Sejarah
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 05 Juli 2026
  • TPS 3R Desa Trucuk dan Komunitas Arisan Sampah MAPAK Bojonegoro Studi Tiru ke TPST 3R Mulyoagung, Malang
  • PSM Bojonegoro Gelar Baksti Sosial, Rayakan Ulang Tahun ke-51
  • Bantu Keberlanjutan Program GAYATRI, Disnakkan Bojonegoro Matangkan Skema Bantuan Pakan Hingga Penyerapan Telur ke SPPG
  • Supergirl: Woman of Tomorrow' – Potensi yang Terperangkap dalam Narasi Generik
  • Bukan Sepenuhnya Mitos, Ahli Ungkap Tangan Berkeringat Bisa Jadi Alarm Masalah Jantung
  • Perluas Pemasaran Telur Program GAYATRI, Disnakkan Bojonegoro Fasilitasi KPM Jualan Rutin Hingga Tembus Instansi Pemerintah
  • 04 Juli dalam Sejarah
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 4 Juli 2026
  • Kapolres AKBP Afrian Satya Permadi Pimpin Upacara Sertijab PJU Hingga Kapolsek, Ini Daftar Lengkapnya
  • Kuatkan Ekonomi Masyarakat di Sekitar Wilayah Operasi, Komut dan Manajemen PEPC Turun Temui Warga
  • PORKAB II Bojonegoro Resmi Dibuka oleh Bupati Setyo Wahono
  • Perhutani Bojonegoro Diskusi Bareng Pemerhati Lingkungan, Bahas Ancaman Ekologi
  • Capaian Lampaui Target, BPJS Kesehatan Ungkap 98,62 Persen Penduduk Indonesia Terdaftar
  • Tutup PKN II di BPSDM Jatim, Khofifah Tegaskan Pentingnya Kepemimpinan Adaptif
  • 03 Juli dalam Sejarah
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 3 Juli 2026
  • Verifikasi Rampung, Dinas Pendidikan Bojonegoro Kebut Proses Administrasi Pencairan Beasiswa Lanjutan 2026
  • 34 Kasus Narkoba di Bojonegoro Berhasil Diungkap, 11 Orang Jadi Tersangka
  • Gelar Silaturahmi Perdana, Dewan Pendidikan Bojonegoro Serap Masukan Sektor Pendidikan dari Sejumlah Instansi
  • 487 Mahasiswa Peternakan UB Malang Gelar KKNT di Bojonegoro, Ini Sebarannya
  • 02 Juli dalam Sejarah
Bupati Blora Bersama Pertamina EP Asset 4 Cepu, Panen Padi Sri Organik

Bupati Blora Bersama Pertamina EP Asset 4 Cepu, Panen Padi Sri Organik

 
Blora -Meskipun di sebagian besar wilayah Kabupaten Blora belum memasuki musim panen, namun para petani di Kecamatan Kedungtuban justru telah memulai panen padi. Seperti yang terjadi pada Selasa (29/1/2019), di Desa Bajo Kecamatan Kedungtuban, para petani yang tergabung dalam kelompok tani Bina Alam Sri, mulai memanen tanaman padinya.
 
Bupati Djoko Nugroho bersama Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Ir Reni Miharti M Agr Bus bersama General Manager PT Pertamina EP Asset 4, Agus Amperianto, ikut melakukan panen perdana bersama.
 
Lahan sawah yang dipanen tersebut letaknya tidak jauh dari titik sumur migas NKT-A yang merupakan areal persawahan Program Pertanian Sehat Ramah Lingkungan Berkelanjutan, yakni sebuah program Coorporate Sosial Responsibility (CSR) dari Pertamina EP Asset 4 Field Cepu, di bidang pertanian.
 
Ketua kelompok tani Bina Alam Sri, Surat menuturkan bahwa tanaman padi organik yang ditanam kali ini merupakan pertama kali hasil pelatihan dan pendampingan dari Pertamina EP Asset 4 Field Cepu serta Dinas Pertanian Kabupaten Blora.
 
“Padi yang kami tanam adalah varietas Sintanur dengan menggunakan perawatan pupuk organik. Semua bahan pupuknya kita dapat dari alam sekitar, pupuk cair organik kita buat sendiri sesuai apa yang dilatihkan. Sehingga lebih hemat dan hasilnya lebih banyak, Alhamdulillah,” ujar Surat.
 
Menurutnya sawah yang sebelumnya menggunakan pupuk kimia hanya bisa menghasilkan gabah sebanyak 7 ton per hektare.
 
"Setelah kami mengenal pertanian organik yang ramah lingkungan ini, hasilnya bisa sampai 8 ton hingga 9 ton per hektarenya,” tuturnya melanjutkan.
 
Tidak hanya untung dari segi jumlah panen, namun juga murah karena semua pupuknya dibuat sendiri. Sehingga tidak perlu beli pupuk kimia yang mahal.
 
“Sudah tidak pakai urea lagi. Tanahnya juga lebih subur karena unsur haranya semakin banyak akibat pemberian pupuk organik. Terimakasih Pertamina dan Dinas Pertanian yang terus memberikan pendampingan dan pelatihan. Kami akan melanjutkan pertanian organik ini,” pungkasnya.
 
 
General Manager PT Pertamina Asset 4, Agus Amperianto yang hadir langsung dalam panen itu menyampaikan bahwa program CSR Pertamina untuk para petani Desa Bajo, selain budidaya padi SRI Organik juga ada pelatihan penanaman sayuran organik dan tanaman obat keluarga (Toga) sebagai alternatif pengobatan tradisional yang menyehatkan.
 
“Kami berharap dengan adanya CSR ini dapat meningkatkan perekonomian para petani di Desa Bajo Kecamatan Kedungtuban. Bisa meningkatkan pendapatan, dan memperkecil biaya produksi. Konsep pertanian organik ini tentunya kedepan bisa direplikasi ke petani lainnya,” tutur Agus Amperianto.
 
Ia juga menyampaikan bahwa pendampingan petani oleh Pertamina EP Asset 4 Field Cepu ini dimulai sejak bulan Juli 2018. Saat itu ada 47 petani yang ikut pelatihan selama empat hari agar bisa menerapkan konsep pertanian organik.
 
"Hasilnya mereka sekarang bisa memanen padi organik perdana di persawahan yang sebelumnya digarap dengan pupuk kimia." tuturnya mengimbuhkan.
 
 
Bupati Djoko Nugroho pun merasa senang dan bangga terhadap hasil pertanian yang ada di Desa Bajo Kecamatan Kedungtuban ini. Selain berterimakasih kepada Pertamina, Bupati juga ingin agar konsep pertanian SRI Organik ini bisa ditularkan se petani-petani lainnya agar Blora bisa lebih swasembada beras dan ramah lingkungan.
 
“Kepala Dinas Pertanian, sampaikan kepada kelompok tani se Kabupaten Blora agar belajar ke Bajo. Saya ingin Bajo bisa menjadi rujukan untuk belajar pertanian organik,” tutur Bupati disambut tepuk tangan para petani
 
Menurut Bupati, Kabupaten Blora dalam setahun bisa memproduksi gabah sebanyak 600 ribu ton, atau beras sebanyak 450 ribu ton. Dari jumlah itu, yang dikonsumsi warga Kabupaten Blora hanya 23 persennya saja. Artinya 70 persen lebih dijual ke luar daerah.
 
“Jika hasil ini bisa ditingkatkan lagi dengan konsep SRI Organik, maka saya yakin Blora akan menjadi lumbung padi yang lebih besar dan menyehatkan,” kata Bupati.
 
Dalam kesempatan itu, Bupati juga menyoroti tingginya kasus stunting (red, kekerdilan) di Kecamatan Kedungtuban. Kecamatan yang selama ini menjadi lumbung padi, ternyata memiliki kasus stunting terbanyak.
 
Menurut Bupati, penggunaan pupuk kimia yang berlebihan dalam menanam padi saya kira berpengaruh pada kualitas gizi beras yang dihasilkan. Maka dari itu Bupati mengajak menggalakkan pertanian organik seperti di Desa Bajo tersebut.
“Apabila semuanya bisa melakukannya dengan baik, bukan tidak mungkin penggunaan pupuk kimia semakin berkurang, sawahnya semakin subur dan berasnya semakin menyehatkan. Semoga tidak stunting lagi,” tutur Bupati.
 
Masih menurut Bupati bahwa kasus staunting merupakan bencana kemanusiaan. Kalau hanya miskin saja, maka otaknya masih bisa berfikir untuk membuka usaha.
 
“Namun kalau sudah stunting, tidak hanya badannya saja yang kerdil, namun otaknya juga. Sehingga daya pikirnya rendah, menjadi manusia yang bodoh akibat kekurangan gizi.” pungkasnya.
 
Terpisah, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Blora, Ir. Reni Miharti M.Agr Bus, menyampaikan bahwa hasil pertanian SRI Organik di Desa Bajo ini cukup memuaskan. Selain hasilnya lebih banyak, biaya produksinya rendah.
 
“Saat ini harga gabah kering panen (GKP) per kilogramnya masih Rp 4.100 jika dipanen pakai alat perontok padi. Namun jika memakai combine harvester yang sudah ada blowernya, harganya lebih tinggi sekitar Rp 4.300 ke atas per kilogramnya,” ucap Reni Miharti. (teg/imm)
Berita Terkait

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Berita Video

Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026 Resmi Ditutup

Berita Video

Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026 Resmi Ditutup

Setelah berlangsung selama empt hari mulai Rabu (17/06/2026), ajang Bojonegoro Wastra Batik Festival (BWBF) 2026 resmi ditutup oleh Ketua Dekranasda ...

Teras

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

Menyoroti Konsep Penanggulangan Bencana di Bojonegoro

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

"Berdasarkan Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007, tentang Penanggulangan Bencana, Pemerintah dan Pemerintah Daerah menjadi penanggung jawab dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana. ...

Opini

Menjadi "Raksasa" yang Lupa Cara Jadi Manusia

Menjadi "Raksasa" yang Lupa Cara Jadi Manusia

Pernahkah Anda merasa paling benar setelah memenangkan debat di kolom komentar? Atau merasa paling sukses saat melihat angka di saldo ...

Sosok

Bocah 9 Tahun Asal Bojonegoro Jago Otak-Atik Elektronik, Bercita-cita Jadi Insinyur

Bocah 9 Tahun Asal Bojonegoro Jago Otak-Atik Elektronik, Bercita-cita Jadi Insinyur

Bojonegoro - Berbeda dari anak-anak seusianya, seorang bocah dari Desa Growok, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro ini justru memiliki minat besar ...

Infotorial

Dari Ladang Migas ke Ladang Wirausaha: Jejak Nyata PEPC Zona 12 Membangun Kemandirian Desa

Dari Ladang Migas ke Ladang Wirausaha: Jejak Nyata PEPC Zona 12 Membangun Kemandirian Desa

Bojonegoro - Berakhirnya fase pengembangan Proyek Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB) pada 2021 menjadi titik balik bagi ratusan pemuda Desa Bandungrejo, ...

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Blora - Petugas gabungan dari TNI, Polri, BPBD dan warga sekitar terus melakukan pencarian terhadap serpihan pesawat tempur T-50i Golden ...

Religi

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Judul itu menjadi tema pembekalan sekaligus pengajian Rabu pagi (24/01/2024) di Masjid Nabawi al Munawaroh, Madinah, kepada jemaah umrah dari ...

Wisata

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, pada Rabu malam (18/03/2026), bertempat di Jalan Mas Tumapel Bojoonegoro, melaunching Kalender Event Bojonegoro ...

1783220550.67 at start, 1783220551.5481 at end, 0.87807989120483 sec elapsed