Pemkab Bojonegoro Gelar Operasi Pasar LPG 3 Kg Serentak, Pastikan Kesesuaian Distribusi dan Harga
Selasa, 31 Maret 2026 13:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro bekerja sama dengan Pertamina Patra Niaga kembali mengambil langkah proaktif untuk memastikan ketersediaan energi bagi masyarakat. Pada Senin (30/03/2026), Pemkab menggelar Operasi Pasar khusus LPG 3 kilogram bersubsidi secara serentak di dua lokasi strategis yakni di Kecamatan Dander dan Kecamatan Padangan.
Langkah ini merupakan rangkaian kegiatan yang dilakukan secara berkelanjutan di berbagai wilayah. Sebelumnya pada Sabtu, 27 Maret 2026, operasi serupa telah dilaksanakan di Kecamatan Sekar dan Kecamatan Tambakrejo. Sementara itu, pada Selasa (31/03/2026), operasi pasar dijadwalkan menyasar wilayah Kecamatan Bojonegoro, Kanor, dan Kepohbaru.
Sekretaris Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Bojonegoro, Moh. Akhmadi, menyatakan bahwa langkah ini diambil untuk menjamin distribusi LPG 3 kilogram tepat sasaran dan terjangkau dengan harga sesuai Harga Eceran Tertinggi atau HET sebesar Rp 18.000 per tabung di tengah dinamika kebutuhan masyarakat.
"Kami hadir langsung di tengah masyarakat untuk memastikan tidak ada kendala akses terhadap energi subsidi. Hari ini, kami siapkan kuota yang cukup besar agar kebutuhan rumah tangga dan usaha mikro di wilayah kecamatan Dander dan kecamatan Padangan dapat terpenuhi dengan harga yang sesuai HET," ujar Moh. Akhmadi.
Untuk memastikan subsidi dinikmati oleh pihak yang berhak, Operasi Pasar ini menerapkan skema verifikasi yang ketat namun mudah. Pada setiap titik lokasi, penyelenggara telah menyiapkan sebanyak 560 tabung LPG 3 kilogram. Masyarakat yang ingin memanfaatkan program ini diwajibkan membawa persyaratan berupa tabung kosong untuk ditukar, satu lembar fotokopi Kartu Keluarga, serta menunjukkan KTP asli.
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 10.00 WIB ini mendapatkan antusiasme tinggi dari warga setempat. Operasi pasar ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan pemerintah daerah dalam menjaga daya beli masyarakat sekaligus menekan potensi kelangkaan di tingkat konsumen.
Pemkab Bojonegoro turut mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying. Hal ini dikarenakan stok energi subsidi akan terus dipantau dan didistribusikan secara berkala melalui koordinasi intensif dengan pihak-pihak terkait.











































.md.jpg)






