News Ticker
  • Respon Cepat Laporan Warga, Dinsos Bojonegoro dan LMI Serahkan Bantuan Kursi Roda untuk Penyandang Disabilitas di Baureno
  • Tabrakan Motor di Sukosewu, Bojonegoro, Seorang Pemotor Meninggal di Rumah Sakit
  • 25 September dalam Catatan Sejarah
  • Prakiran Cuaca 25 September 2026
  • Ribuan Warga Bojonegoro Semarakkan Jalan Sehat Haornas 2026
  • Tingkatkan Kompetensi, Guru SD-SMP di Bojonegoro Dilatih Internet of Things Digital 5.0
  • Resmi Beroperasi, TPS 3R Srawung Makmur Desa Trucuk Ubah Sampah Jadi Peluang Ekonomi Warga
  • Penyakit Jantung dan Stroke Serap Anggaran BPJS Hingga Rp23 Triliun, PERKI Dorong Penguatan Deteksi Dini
  • 6 ASN Purnatugas Bojonegoro Terima SK Pensiun
  • 24 Daerah di Jawa Timur Darurat Kekeringan
  • Jangan Lewatkan Besok! Pemkab Bojonegoro Gelar Jalan Sehat dan Senam Massal Peringati HAORNAS 2026
  • Bupati Setyo Wahono Minta Status Kabupaten Layak Anak Tak Sekadar Regulasi di Atas Kertas
  • 24 September dalam Catatan Sejarah
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 24 September 2026
  • Festival Literasi Digital 2026, Kolaborasi EMCL dan PDPM Bojonegoro Luncurkan Website
  • Pembakaran Sampah Diduga Pemicu Kebakaran Lahan di Mojokampung, Gudang Mebel Ikut Hangus
  • Warga Sudu, Gayam, Bojonegoro Mulai Rasakan Nilai Ekonomi Pemilahan Sampah
  • Sekolah Jurnalistik RPS Tuban, Bekali Pelajar Prinsip Dasar Jurnalistik di Era Disrupsi Informasi
  • Ditarget Beroperasi Maret 2027, Groundbreaking Proyek Mini LNG Plant di Bojonegoro Dimulai
  • Logo Hari Jadi Bojonegoro ke-349 Resmi Diluncurkan
  • Gandeng BBPMP Jatim, Disdik Bojonegoro Mantapkan Program Budaya Sekolah Aman dan Nyaman
  • APBD Menyusut, Pemkab Bojonegoro Gembleng Kepala Desa Soal Akuntabilitas BKK Desa
  • Antisipasi Luapan Bengawan Solo, Dinsos Bojonegoro Gembleng Warga Desa Rawan Bencana
  • Di Festival Literasi Digital Pemuda Muhammadiyah, Wabup Bojonegoro Ajak Remaja Kritis dan Junjung Etika Bermedsos
Membentuk Budaya Makan Anak Bojonegoro yang Sehat

Membentuk Budaya Makan Anak Bojonegoro yang Sehat

*Oleh Rahmat Junaidi

Saya akan bercerita kepada para sahabat terkait suatu kegiatan mulia di masyarakat khususnya masyarakat Bojonegoro, dimana kegiatan ini sangat penting tapi tidak terliput oleh media massa, sehingga sebagian besar kita tidak mengetahui, padahal ini merupakan transformasi level operasional yang terjadi di Bojonegoro.

Pada akhir tahun 2014 dan diawal tahun 2015 kami melakukan riset dan kegiatan gabungan bekerjasama dengan Universitas Indonesia ( UI) khususnya Fakultas Kedokteran yang kami istilahkan sebagai Gerakan Makanan Sehat Anak Sekolah, di mana kegiatan ini pertama kali diteliti di Jakarta tetapi pelaksanaan selanjutnya dilaksanakan di Bojonegoro.

Gerakan ini ingin mengajak seluruh lapisan masyarakat khususnya Anak SD untuk secara nyata mengimplementasikan Food Education sebagai bagian yang terukur dalam kurikulum pendidikan Nasional kita. Khususnya di pendidikan dasar dan menengah. Juga memasukkannya di dalam pendidikan non formal untuk pemberdayaan masyarakat luas.

Kita semua sama mengetahuinya bahwa nilai-nilai hidup seperti Social - Personal Responsibility  dan Life Skills harus diajarkan sedini mungkin dan merupakan bagian dari  long life learning. Kita pun mengetahui bahwa pembentukan (healthy) food habit adalah di bawah usia 12 tahun masa tumbuh kembang anak, berarti pendidikan dasar amatlah krusial., food revolution khas Indonesia sedang bergulir, pelaksanaan awal dilaksanakan di Bojonegoro saat ini melibatkan peran serta pemerintah kabupaten yang selanjutnya akan menyusul kota/kabupaten lain di Indonesia dengan hanya satu tekad pasti bisa bila kita bersama mencegah the Lost of Generation yg sudah terjadi sebenarnya di depan mata kita.  Kita tidak bisa hanya mengurus keluarga kita dengan benar, tapi di sekeliling kita para calon teman anak-anak kita "Layu sebelum bersemi"


Argometer tumbuh kembang anak-anak berjalan terus, tidak bisa menunggu sampai negeri ini bebas korupsi atau punya kurikulum pendidikan yg ideal. Ini yang banyak dari kita semua lupa : tumbuh kembang anak amat eksklusif, begitu mencapai usia 18 tahun sukar dibentuk lagi, apalagi brain development.


Program gizi ibu hamil dan posyandu adalah salah satu sumbangan efektif untuk memastikan tumbuh kembang anak optimal, namun bagaimana dengan anak usia sekolah?.
Kalau MenKes RI beberapa waktu lalu sampai mengatakan 40% anak Indonesia otaknya "hang" karena kurang gizi, berarti sebenarnya lebih banyak lagi yang tidak terdeteksi (fenomena gunung es), bagaimana dengan yang kurang gizi terselubung?.

Penelitian terbaru memperlihatkan betapa rendahnya asupan bahan nutrisi omega 3 dan 6 dalam makanan anak Indonesia yang merupakan salah satu penentu penting tumbuh kembang organ otak kita, sementara negeri kita negeri bahari. Yayasan Kanker Indonesia menemukan angka kanker yang meningkat di anak dan usia dewasa muda yang kita tahu keracunan menahun bahan berbahaya dalam makanan minuman anak Indonesia sehari-hari sangat patut dicurigai sebagai salah satu penyumbang terbesar terjadinya kanker di usia muda ini. Bagaiman peran sekolah, food industry, pemerintah daerah dalam membina para pedagang penjual makanan, peran orangtua terdidik untuk mendidik anak menjadi konsumen yang cerdas dan mampu memelihara kesehatan dirinya, dan peran pemerintah pusat dalam menyusun kebijakan publiknya?.

Berhubung isu makan sehat anak sekolah tidak seksi seperti isu anti korupsi, ekonomi, pengangguran, pencemaran lingkungan dan lain-lain, maka kami juga terpaksa mengajak semua pihak khususnya para keluarga mampu dan berpendidikan : "Mohon, bantu anak-anak kita untuk mempunyai teman yang sehat dan produktif seperti dirinya.”

Kali ini kami pun mengajak siapapun yang peduli untuk mensukseskan gerakan makanan sehat anak sekolah sebagai langkah awal dilaksanakan di 3 SD negeri pilot project yaitu SDN Ngrowo 2, SDN Kadipaten 1 dan SDN Kadipaten 2. Kegiatan ini bukan saja berihktiar mencerdaskan bangsa sesuai amanat UUD, namun pula mengimplementasikannya dalam bentuk yang lebih komprehensif.

Mohon bantu anak negeri untuk menjadi generasi unggul sehat jasmani rohani sosial.
Hentikan laju Generasi Hilang. You are what you eat. Food Revolution harus terjadi pula di negeri ini.

(Bila chef Jamie Oliver dari Inggris menggulirkan petisi Food Revolution ditujukan untuk mengimbau negara-negara G20 akan mirisnya keadaan status kesehatan anak sekolah di dunia akibat obesitas yang disebabkan oleh makanan tak bergizi, maka di Indonesia kita didera dengan masalah kurang gizi dari sejak dalam kandungan dan semasa sekolah beserta masalah gizi berlebih di perkotaan yang bersama sama menyumbangkan hadirnya the Lost of Generations).

* Penulis adalah Kabid Sosbud Bappeda Bojonegoro

Ilustrasi www.dumaipos.co.id

Berita Terkait

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Berita Video

Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026 Resmi Ditutup

Berita Video

Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026 Resmi Ditutup

Setelah berlangsung selama empt hari mulai Rabu (17/06/2026), ajang Bojonegoro Wastra Batik Festival (BWBF) 2026 resmi ditutup oleh Ketua Dekranasda ...

Teras

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

Menyoroti Konsep Penanggulangan Bencana di Bojonegoro

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

"Berdasarkan Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007, tentang Penanggulangan Bencana, Pemerintah dan Pemerintah Daerah menjadi penanggung jawab dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana. ...

Opini

Ketika TikTok Mulai Mendiagnosis Kita

Opini

Ketika TikTok Mulai Mendiagnosis Kita

PERNAH nggak sih kamu sedang mengusap layar ponsel, lalu menemukan video tentang tanda-tanda suatu kondisi kesehatan yang terasa, Loh, ini ...

Sosok

Ki Ngesti Adi Anggoro, Dalang Muda Asal Purwosari yang Tekun Rawat Kesenian Tradisional

Ki Ngesti Adi Anggoro, Dalang Muda Asal Purwosari yang Tekun Rawat Kesenian Tradisional

Bojonegoro - Di tengah gempuran arus budaya modern, kepedulian terhadap pelestarian kesenian tradisional ditunjukkan oleh Ki Ngesti Adi Anggoro, seorang ...

Infotorial

Dari Sukoharjo ke Milan: Kisah Sukses Perempuan Desa Sekitar Lapangan Kedung Keris Bojonegoro

Dari Sukoharjo ke Milan: Kisah Sukses Perempuan Desa Sekitar Lapangan Kedung Keris Bojonegoro

Berbekal kedisiplinan dan keuletannya, Unanik kini bisa membantu ekonomi keluarga. Perempuan asal Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro ini mampu membiayai ...

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Blora - Petugas gabungan dari TNI, Polri, BPBD dan warga sekitar terus melakukan pencarian terhadap serpihan pesawat tempur T-50i Golden ...

Religi

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Judul itu menjadi tema pembekalan sekaligus pengajian Rabu pagi (24/01/2024) di Masjid Nabawi al Munawaroh, Madinah, kepada jemaah umrah dari ...

Wisata

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, pada Rabu malam (18/03/2026), bertempat di Jalan Mas Tumapel Bojoonegoro, melaunching Kalender Event Bojonegoro ...

Hiburan

Film Dokumenter Oasis Don't Look Back in Anger, Catatan Ringkas

Film Dokumenter Oasis Don't Look Back in Anger, Catatan Ringkas

Bagi yang menghabiskan lebih dari satu dekade menanti gencatan senjata Gallagher Bersaudara namun kurang beruntung disambangi oleh tur mereka pada ...

1790306500.1603 at start, 1790306500.5598 at end, 0.39952492713928 sec elapsed