7.000 Lebih, Pohon Penghijauan di Bojonegoro Butuh Pemangkasan
Selasa, 26 November 2019 09:00 WIBOleh Mulyanto SPd Editor Imam Nurcahyo
Bojonegoro - Memasuki masa peralihan dari musim kemarau menuju musim hujan (masa pancaroba) saat ini, di Wilayah Kabupaten Bojonegoro beberapa kali terjadi hujan lebat yang disertai angin kencang yang mengakibatkan sejumlah pohon penghijauan, roboh atau tumbang.
Hal tersebut membuat Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bojonegoro melakukan upaya antisipasi dengan melakukan pemotongan atau pemangkasan pohon penghijauan yang diindikasikan rawan, yang diperkirakan jumlahnya lebih dari 7.000 pohon
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bojonegoro, Drs Hanafi MM, saat memberikan keterangan. Senin (25/11/2019)
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bojonegoro, Drs Hanafi MM, kepada awak media ini mengungkapkan bahwa jumlah pohon di wilayah Kabupaten Bojonegoro yang rawan tumbang atau kondisinya rindang dan butuh pemangkasan dahan sekarang ini ada 7.000 lebih.
"Meski demikian, kita tidak bisa serta-merta memotong semua dahan pohon-pohon tersebut dalam waktu singkat," kata Kepala DLH, Drs Hanafi MM, Senin (25/11/2019).
Menurutnya, setiap hari petugas DLH hanya memanfaatkan satu kendaraan operasional untuk melakukan pemotongan dahan. Dalam satu hari, ada 5 hingga 10 pohon yang dahan dan rantingnya dipotong, di ruas jalan dan bersifat darurat.
"Kami memprioritaskan pepohonan yang memang harus dipotong, salah satunya jalan gajah mada," tuturnya mengimbuhkan.
Hanafi juga mengungkapkan bahwa untuk meningkatkan kinerja petugas DLH, pihaknya sedang mengajukan pengadaan dua unit kendaraan operasional di dalam APBD 2020. Harapannya, agar DLH bisa bekerja secara maksimal, terutama di musim penghujan.
"Kita tidak akan potong pohon sampai pada pangkalnya, hanya setengah badan atau merapikan saja. Hanya di bebarapa titik saja yang dipotong sampai pangkal," pungkasnya. (red/imm)