News Ticker
  • Ratusan Pelajar Ikuti Seleksi Beasiswa PWNU Jawa Timur
  • Ekspresi Bahagia Petani Bojonegoro Terima Bantuan Mesin Penunjang Produksi Pertanian
  • Dukung Modernisasi Pertanian Pemkab Bojonegoro Salurkan Bantuan Alsintan APBN 2026 Kepada Poktan
  • 03 Juni dalam Sejarah
  • Prakiraan Cuaca 03 Juni 2026 di Bojonegoro
  • Stasiun Bojonegoro Layani Lebih dari 15 Ribu Pelanggan Selama Libur Panjang
  • Rupiah Anjlok, Pemprov Jatim Prioritaskan Ketahanan Pangan untuk Redam Inflasi
  • Antisipasi SPMB Sekolah Bermasalah, KPK Terbitkan SE Pencegahan Korupsi dan Gratifikasi
  • Paket Wisata KaGet, Terobosan Pemkab Bojonegoro Manjakan Wisatawan di Kawasan Geopark Kedewan
  • Sutarmini Resmi Purna Tugas, Pemkab Bojonegoro Apresiasi Prestasi Sembilan Tahun Pimpin Bank Daerah
  • Skrining Kanker Kolorektal Masuk Program Cek Kesehatan Gratis
  • 02 Juni dalam Sejarah
  • Prakiraan Cuaca 02 Juni 2026 di Bojonegoro
  • Pengendara Motor Tewas Tertabrak Truk di Kalitidu Bojonegoro
  • Kemendag Perluas Akses Pasar Ekspor Produk Halal ke Afrika hingga Amerika
  • Sering Sakit Kepala di Pagi Hari, Kenali Beragam Penyebab dan Cara Mengatasinya
  • Selaraskan Kebijakan Pusat, Pemprov Jawa Timur Alihkan Jadwal WFH ASN Jadi Hari Jumat
  • 01 Juni dalam Sejarah
  • Prakiraan Cuaca 01 Juni 2026 di Bojonegoro
  • Awas Jadi Sarang Bakteri, Segera Buang Barang Ini dari Kamar Mandi Anda
  • Warga Desa Kesongo Bojonegoro Gelar Sedekah Bumi, Wabup Hadir Sampaikan Dukungan
  • Ratusan Peserta Meriahkan Temayang Eco Fun Run 2026 di Bendungan Gongseng
  • Prakiraan Cuaca 31 Mei 2026 di Bojonegoro
  • Pentingnya Menjaga Kebersihan Tangan sebagai Benteng Utama Pencegahan Penyakit
Harga Cabai Merah Anjlok hingga Rp 7.000 per Kilogram, Petani di Sugihwaras, Bojonegoro, Pasrah

Harga Cabai Merah Anjlok hingga Rp 7.000 per Kilogram, Petani di Sugihwaras, Bojonegoro, Pasrah

Bojonegoro - Petani cabai merah besar (lompong) di Desa Glagahan, Kecamatan Sugihwaras, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mengaku pasrah dengan kondisi harga jual di pasaran, karena saat ini harga jual cabai merah besar di tingkat petani anjlok, hingga tinggal Rp 7.000 per kilogramnya, sehingga membuat para petani di desa tersebut merugi.
 
Harga tersebut sebetulnya sudah mengalami peningkatan, karena sebelumnya harga jual di tingkat petani sempat hanya di kisaran Rp 3.500 per kilogram. Padahal pada bulan Mei atau jelang perayaan Hari Raya Idul Fitri, harga jual di tingkat petani berkisar Rp 35 ribu per kilogram. 
 
Sementara, harga titik impas agar para petani cabai merah besar tidak merugi yaitu di kisaran Rp 12.000 per kilogram.
 
 
Salah satu petani cabai merah besar di di Desa Glagahan, Kecamatan Sugihwaras, Kabupaten Bojonegoro, Heru Saputra (45) kepada awak media ini Minggu (12/09/2021), mengatakan bahwa musim panen kali ini tak sepenuhnya disambut gembira oleh para petani, karena harga jual cabe merah besar yang mereka budidayakan tidak sesuai harapan.
 
Heru mengaku, pada akhir bulan Agustus kemarin, harga jual di tingkat petani bahkan hanya sebesar Rp 3.500 per kilogram. Sementara saat ini harganya sudah berangsur naik hingga Rp 7.000 per kilogram.
 
"Sejak sepekan terakhir ini harga sudah mulai merangkak naik, meski tidak seperti musim panen sebelumnya yang mencapai 15 ribu rupiah per kilogram," kata Heru.
 
 

Tanaman cabai merah besar milik petani di Desa Glagahan, Kecamatan Sugihwaras, Kabupaten Bojonegoro, saat panen. (foto: dan/beritabojonegoro)

 
Heru mengungkapkan bahwa kualitas hasil panen cabai merah besar musim ini tergolong cukup baik dan minim dari gangguan hama. Hal ini dibuktikan dengan buah cabe yang tidak mudah rontok atau membusuk. Sehingga hasil panen para petani cukup baik, hanya saja harganya saat ini masih belum sesuai yang diharapkan para petani.
Menurutnya, harga titik impas agar para petani cabai merah besar tidak merugi yaitu di kisaran Rp 12.000 per kilogram.
 
"Kalau kondisi harga ini terus berlanjut dapat memyebabkan kerugian besar bagi petani." kata Heru Saputra.
 
 

Tanaman cabai merah besar milik petani di Desa Glagahan, Kecamatan Sugihwaras, Kabupaten Bojonegoro, saat panen. (foto: dan/beritabojonegoro)

 
Atas kondisi tersebut para petani mengaku hanya bisa pasrah. Mereka berharap pemerintah turun tangan sehingga harga cabe merah besar kembali stabil, setidaknya bertahan di kisaran Rp 15.000 per kilogramnya sehingga tak membuat petani merugi.
 
"Ya tetap dijual meskipun harganya turun. Gimana lagi, kami hanya bisa pasrah. Harapannya ada dukungan dari pemerintah agar para petani tidak merugi." kata Heru .
 
 
 
Sementara itu, berdasarkan penelusuran awak media ini di pasar tradisional Sumberrejo, Bojonegoro, hari ini harga jual cabai rawit di kisaran Rp 18.000 per kilogram, sementara harga cabai merah keriting Rp 15.000 per kilogram, sedangkan harga cabai merah besar (lompong) Rp 14.000 per kilogram. (dan/imm)
 
 
Editor: Imam Nurcahyo
Publisher: Imam Nurcahyo
 
Berita Terkait

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Berita Video

Bupati Resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark Bojonegoro

Berita Video

Bupati Resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark Bojonegoro

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark (PIGG) Bojonegoro, yang berlokasi di Jalan Panglima Sudirman, Bojonegoro, ...

Teras

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

Menyoroti Konsep Penanggulangan Bencana di Bojonegoro

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

"Berdasarkan Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007, tentang Penanggulangan Bencana, Pemerintah dan Pemerintah Daerah menjadi penanggung jawab dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana. ...

Opini

Menjadi "Raksasa" yang Lupa Cara Jadi Manusia

Menjadi "Raksasa" yang Lupa Cara Jadi Manusia

Pernahkah Anda merasa paling benar setelah memenangkan debat di kolom komentar? Atau merasa paling sukses saat melihat angka di saldo ...

Sosok

Bocah 9 Tahun Asal Bojonegoro Jago Otak-Atik Elektronik, Bercita-cita Jadi Insinyur

Bocah 9 Tahun Asal Bojonegoro Jago Otak-Atik Elektronik, Bercita-cita Jadi Insinyur

Bojonegoro - Berbeda dari anak-anak seusianya, seorang bocah dari Desa Growok, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro ini justru memiliki minat besar ...

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Blora - Petugas gabungan dari TNI, Polri, BPBD dan warga sekitar terus melakukan pencarian terhadap serpihan pesawat tempur T-50i Golden ...

Religi

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Judul itu menjadi tema pembekalan sekaligus pengajian Rabu pagi (24/01/2024) di Masjid Nabawi al Munawaroh, Madinah, kepada jemaah umrah dari ...

Wisata

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, pada Rabu malam (18/03/2026), bertempat di Jalan Mas Tumapel Bojoonegoro, melaunching Kalender Event Bojonegoro ...

1780463606.0012 at start, 1780463606.3261 at end, 0.32496690750122 sec elapsed