BPBD Bakal Mengebor Air Bawah Tanah di 30 Desa
Kamis, 13 Agustus 2015 12:00 WIBOleh Khoirul Anam
Oleh Khoirul Anam
Kota – Berbagai upaya dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro untuk mengatasi kekeringan dan krisis air bersih di wilayah Bojonegoro. Selain menyalurkan bantuan air bersih bagi warga yang membutuhkan, BPBD juga melakukan pengeboran air bawah tanah di sejumlah lokasi.
Pengeboran air bawah tanah sudah dilakukan di Desa Bobol dan Bareng, Kecamatan Sekar. Selain itu, pengeboran juga dilakukan di Desa Bakalan, Kecamatan Tambakrejo. Pengeboran itu dilakukan maksimal 50 meter di dalam tanah. “Targetnya pengeboran air bawah tanah ini dilakukan di 30 desa di 17 kecamatan di Bojonegoro yang selama ini mengalami kekeringan dan krisis air bersih,” ujar Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Bojonegoro, Budi Mulyono, pada BBC, sapaan BeritaBojonegoro.
Pengeboran air bawah tanah itu diharapkan jadi salah satu solusi mengatasi krisis air bersih. Warga bisa memanfaatkan air dari bawah tanah itu untuk keperluan minum, mandi, mencuci, masak, dan lainnya. Kemudian, pengelolaannya diserahkan pada pihak desa.
Menurut Budi Mulyono, musim kemarau yang terjadi pada tahun ini diperkirakan lebih panjang. Penetapan kondisi kekeringan dari BPBD Jatim mulai Mei lalu hingga akhir tahun 2015. Wilayah Bojonegoro juga dilanda elnino lemah yang mengakibatkan terjadinya kekeringan dan krisis air bersih. Pada musim kemarau tahun ini desa yang terdampak kekeringan diperkirakan 58 desa berada di 19 kecamatan. (nam/kik)






































