Dana Kekeringan Menipis
BPBD Hanya Mampu Droping Air Sekali Seminggu
Jumat, 02 Oktober 2015 14:00 WIBOleh Mulyanto
Oleh Mulyanto
Kota - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro merasa kesulitan untuk melayani droping air bersih di desa-desa yang kekeringan. Sebab, permintaan masyarakat terus naik, sedangkan anggaran semakin menipis.
Bahkan anggaran Bantuan Tidak Terduga (BTT) dari BPBD Provinsi sebesar Rp 184,8 juta sudah habis pada September ini. Sekarang yang masih ada sisa adalah Dana Siap Pakai (DAP) sebesar Rp 90 juta. Dana Siap Pakai dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) itu sudah disalurkan sejak 27 Agustus 2015 hingga saat ini.
Demikian disampaikan Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Bojonegoro Budi Mulyono saat ditemui beritabojonegoro.com di ruangan kantornya, Jumat (02/10) siang.
"Anggaran BTT dari Provinsi sudah disalurkan mulai 2 Agustus sampai 26 September, kemarin. Dengan dana itu kita mampu melakukan droping air sebanyak 528 truk tangki kapasitas 5000 liter. Jika ditambah Dana Siap Pakai, kita sudah mendroping air bersih sebanyak 588 truk tangki," ujarnya.
Budi menambahkan, pihaknya kini hanya bisa meminta masyarakat untuk bersabar dan menunggu jadwal. Mengingat sisa anggaran dan permintaan yang terus naik, pihak BPBD saat ini hanya mampu droping air sekali dalam seminggu.
"Kalau dulu kita bisa seminggu tiga kali, ketika itu desa yang kekeringan masih 50-an desa. Namun sekarang desa yang kekeringan sudah mencapai 80-an. Selain itu masih banyak yang mengusulkan minta droping air," imbuhnya. (mol/tap)































.md.jpg)






