News Ticker
  • Kodim Bojonegoro Gelar Latihan Teknis Teritorial Berbasis Blok Ketahanan Pangan
  • Dua Dekade Gerakkan Ekonomi Jaringan Toko Kelontong di Bojonegoro, SRC Targetkan Perluasan Target Desa
  • Sinergi Lintas Sektor Dorong Kemandirian Ekonomi Pelaku Usaha Disabilitas di Dander
  • Genjot Target 16 Ribu Hektare, Pemkab Bojonegoro Bagikan Benih Tembakau Gratis ke Petani
  • Studi Banding ke Blitar Jadi Momentum DWP Bojonegoro Gali Inovasi Program Kerja
  • Penguatan Kesejahteraan Keluarga Lewat Sinergi PKK dan Layanan Terpadu di Baureno
  • Dari Pakaian, Buku, hingga 29.000 Pohon: PNM Perluas Makna Pemberdayaan di Masyarakat Akar Rumput
  • 04 Juni dalam Sejarah
  • Prakiraan Cuaca 06 Juni 2026 di Bojonegoro
  • Kecelakaan di Padangan, Bojonegoro, Seorang Pemotor Anak Meninggal Dunia
  • Kebutuhan Industri Tinggi Impor Kedelai Jawa Timur Melonjak 23,8 Persen Pada Awal 2026
  • Ratusan Pelajar Ikuti Seleksi Beasiswa PWNU Jawa Timur
  • Ekspresi Bahagia Petani Bojonegoro Terima Bantuan Mesin Penunjang Produksi Pertanian
  • Dukung Modernisasi Pertanian Pemkab Bojonegoro Salurkan Bantuan Alsintan APBN 2026 Kepada Poktan
  • 03 Juni dalam Sejarah
  • Prakiraan Cuaca 03 Juni 2026 di Bojonegoro
  • Stasiun Bojonegoro Layani Lebih dari 15 Ribu Pelanggan Selama Libur Panjang
  • Rupiah Anjlok, Pemprov Jatim Prioritaskan Ketahanan Pangan untuk Redam Inflasi
  • Antisipasi SPMB Sekolah Bermasalah, KPK Terbitkan SE Pencegahan Korupsi dan Gratifikasi
  • Paket Wisata KaGet, Terobosan Pemkab Bojonegoro Manjakan Wisatawan di Kawasan Geopark Kedewan
  • Sutarmini Resmi Purna Tugas, Pemkab Bojonegoro Apresiasi Prestasi Sembilan Tahun Pimpin Bank Daerah
  • Skrining Kanker Kolorektal Masuk Program Cek Kesehatan Gratis
  • 02 Juni dalam Sejarah
  • Prakiraan Cuaca 02 Juni 2026 di Bojonegoro
Keluarkan Enam Siswa, Kasek SMKN Baureno Dipanggil DPRD

Keluarkan Enam Siswa, Kasek SMKN Baureno Dipanggil DPRD

Oleh Vera Astanti

Kota - Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Bojonegoro memanggil pihak dinas pendidikan dan SMKN 1 Baureno terkait enam siswa kelas XII yang dikeluarkan dari sekolah, Jumat (18/12) kemarin. Enam siswa tersebut dikeluarkan diduga karena telah mencuri ponsel milik temannya yang seharga Rp 50.000.

Pejabat dari Dinas Pendidikan yang hadir adalah Kepala Dinas Pendidikan, Hanafi dan Kepala Bidang Pendidikan SMP dan SMK, Puji Widodo. Sedangkan pihak SMKN 1 yang hadir, Imam Sabini (Kepala SMKN 1), Zaini (Wakil Kepala SMKN 1), beberapa guru, serta pihak komite sekolah.

Pihak Komisi C memanggil para pihak itu untuk mendengarkan akar persoalan yang menimpa para siswa. Pihak SMKN 1 menyebutkan, kebijakan mengeluarkan enam siswa itu karena mereka telah melanggar aturan sekolah. Namun, pihak komite sekolah minta, kebijakan itu dicabut.

Kepala Bidang SMP dan SMA/SMK Dinas Pendidikan, Puji Widodo mengatakan, kebijakan SMKN 1 sesuai dengan aturan atau pedoman yang harus dipatuhi semua elemen di sekolah. Hal itu juga telah sesuai peraturan menteri nomor 19/2007.

“Di dalam Permen itu, sekolah wajib membuat tata tertib, mulai peserta didik, tenaga pendidik, sarana dan prasarana,” kata Puji kepada anggota Komisi C.

Puji mengaku telah mendapatkan informasi lengkap dari pihak SMKN 1 beberapa waktu lalu. terakhir, 20 Desember 2015, ia mendatangi SMKN 1 sekitar pukul 15.00. Di sana, Puji mengambil berkas telah mengeluarkan siswa yang ditangani kepala sekolah.

“Dari poin yang ada di sekolah, anak ini memiliki syarat untuk dikembalikan kepada orang tuanya (mutasi sekolah),” katanya.

Kepala SMKN 1, Imam Sabini menyerahkan masalah tersebut kepada pihak dinas pendidikan supaya mencari jalan solusi, sebab, ada tiga siswa tidak mau dimutasi ke sekolah lain. Sedangkan tiga anak mau mutasi, data pokok pendidikannya bisa masuk di sekolah yang baru.

“Saya minta bantuan kepada dinas pendidikan untuk mencarikan solusi tiga anak yang tidak mau dimutasi ini,” ungkapknya.

Kebijakan pihak SMKN 1 itu ditolak anggota Komite Sekolah, Imron Rosyadi. Menurut Imron, pihak sekolah harusnya bersikap arif. Ia minta pihak sekolah melihat ekonomi keluarga para siswa itu.

“Salah satu dari mereka orang tuanya ada yang jadi pemulung. Orang tuanya menyekolahkan anaknya supaya hidupnya kelak lebih baik. Saya minta, cabutlah keputusan itu (mengeluarkan siswa)” ujar Imron.

Imron yang juga salah satu pendiri SMKN 1 ini menyatakan, pembangunan sekolah untuk mendidik anak. Ia berharap pihak sekolah mendidik mereka agar menjadi baik. “Saya trenyuh, lihat keadaan ekonomi mereka,” ujarnya.

"Anak ini nakal, anak ini bermasalah, kita harus cari akar masalah untuk menyelesaikan. Jangan dijadikan sampah masyarakat," ungkapnya.

Anggota Komisi C DPRD Bojonegoro, Abdullah Umar menyatakan, pihak SMKN 1 siap menerima mereka, juga harus siap membina mereka. Kalau ada anak seperti itu, Umar mendesak pihak sekolah membinanya, tidak lantas dikeluarkan.

“Pendidikan ini dibiayai oleh masyarakat, pajak dari masyarakat,” ujarnya.

Hingga dengar pendapat selesai, belum ada keputusan dari pihak sekolah terkait nasib para siswa. pihak komite sekolah dan anggota DPRD minta mereka dibolehkan sekolah di SMKN 1 lagi, mengingat ujian nasional sudah dekat. (ver/kik)

 

Berita Terkait

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Berita Video

Bupati Resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark Bojonegoro

Berita Video

Bupati Resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark Bojonegoro

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark (PIGG) Bojonegoro, yang berlokasi di Jalan Panglima Sudirman, Bojonegoro, ...

Teras

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

Menyoroti Konsep Penanggulangan Bencana di Bojonegoro

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

"Berdasarkan Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007, tentang Penanggulangan Bencana, Pemerintah dan Pemerintah Daerah menjadi penanggung jawab dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana. ...

Opini

Menjadi "Raksasa" yang Lupa Cara Jadi Manusia

Menjadi "Raksasa" yang Lupa Cara Jadi Manusia

Pernahkah Anda merasa paling benar setelah memenangkan debat di kolom komentar? Atau merasa paling sukses saat melihat angka di saldo ...

Sosok

Bocah 9 Tahun Asal Bojonegoro Jago Otak-Atik Elektronik, Bercita-cita Jadi Insinyur

Bocah 9 Tahun Asal Bojonegoro Jago Otak-Atik Elektronik, Bercita-cita Jadi Insinyur

Bojonegoro - Berbeda dari anak-anak seusianya, seorang bocah dari Desa Growok, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro ini justru memiliki minat besar ...

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Blora - Petugas gabungan dari TNI, Polri, BPBD dan warga sekitar terus melakukan pencarian terhadap serpihan pesawat tempur T-50i Golden ...

Religi

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Judul itu menjadi tema pembekalan sekaligus pengajian Rabu pagi (24/01/2024) di Masjid Nabawi al Munawaroh, Madinah, kepada jemaah umrah dari ...

Wisata

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, pada Rabu malam (18/03/2026), bertempat di Jalan Mas Tumapel Bojoonegoro, melaunching Kalender Event Bojonegoro ...

1780593401.8577 at start, 1780593402.2287 at end, 0.3710241317749 sec elapsed