Jangan Sepelekan Perubahan pada Kaki, Bisa Jadi Tanda Awal Kerusakan Ginjal
Rabu, 20 Mei 2026 11:00 WIBOleh Tim Redaksi
Kerusakan pada organ ginjal sering kali tidak disadari oleh sebagian besar orang karena gejalanya yang kerap tersamarkan dengan kondisi tubuh lain seperti kelelahan. Padahal, penurunan fungsi ginjal sebenarnya bisa dideteksi lebih awal melalui sejumlah tanda fisik yang muncul pada bagian tungkai bawah atau kaki. Kondisi ini terjadi karena ginjal yang mengalami masalah tidak lagi mampu membuang cairan, garam, serta racun secara optimal dari dalam tubuh, sehingga memicu penumpukan di area bawah.
Beberapa ciri fisik yang patut diwaspadai pada area kaki meliputi pembengkakan atau edema di pergelangan dan telapak kaki akibat cairan yang terperangkap. Selain itu, penumpukan limbah dan ketidakseimbangan mineral dalam darah juga bisa memicu rasa gatal hebat di bawah kulit kaki yang dikenal dengan istilah uremic pruritus. Ketidakseimbangan kadar elektrolit seperti kalsium dan kalium akibat penurunan fungsi ginjal pun kerap memicu kram otot yang menyakitkan di malam atau siang hari.
Gejala lain yang sering dikeluhkan adalah sensasi kesemutan disertai mati rasa, perubahan warna kulit kaki yang cenderung menggelap karena timbunan racun, hingga perubahan visual pada kuku kaki seperti munculnya warna putih di bagian atas dan cokelat kemerahan di bagian bawah.
Sayangnya, berbagai tanda klinis tersebut biasanya baru muncul ketika gangguan organ ini sudah berjalan cukup lama. Spesialis penyakit dalam konsultan ginjal hipertensi, dr Pringgodigdo Nugroho, SpPD-KGH, menjelaskan bahwa pada fase awal, penyakit ini hampir tidak menunjukkan tanda-tanda yang khas. Beliau menjabarkan bahwa stadium awal (1-2) seringkali tanpa gejala (asimtomatik), hanya terdeteksi melalui pemeriksaan laboratorium. Oleh karena itu, langkah deteksi dini seperti pemeriksaan kreatinin serum dan urinalisis menjadi sangat krusial, terutama bagi masyarakat yang memiliki riwayat medis penunjang seperti diabetes, tekanan darah tinggi, atau faktor genetika dalam keluarga.
Guna mencegah kekeliruan diagnosis dan mengantisipasi perkembangan penyakit menuju fase gagal ginjal, pemeriksaan kesehatan secara berkala ke dokter sangat disarankan untuk dilakukan setiap 6 hingga 12 bulan sekali bagi kelompok yang berisiko tinggi.





































