7 Anak Didik Elnusa Bertemu Kang Yoto
Sabtu, 09 Januari 2016 11:00 WIBOleh Piping Dian Permadi
Oleh Piping Dian Permadi
Kota - Sore kemarin tepatnya di Pendapa Kabupaten Bojonegoro sebanyak 7 anak yang pernah mengikuti program pelatihan yang diadakan oleh Elnusa pada tahun 2013 lalu kembali menemui Bupati Bojonegoro untuk bersilaturahim.
Program pelatihan yang digagas oleh Bupati Bojonegoro Suyoto tersebut sengaja diberikan untuk melatih anak lokal Bojonegoro agar mampu bersaing di dunia kerja terutama dalam sektor minyak dan gas bumi.
Awalnya pihak Elnusa sempat ragu dengan program bupati tersebut namun pada akhirnya berjalan dengan lancar. ''Rekrutmen Elnusa itu biasanya minimal strata satu dari Trisakti, ITB dan perguruan tinggi yang bergengsi lainya, tapi ini malah anak lulusan SMA, SMK di Bojonegoro saya minta untuk dilatih,” ujar Kang Yoto, sapaan Suyoto bersemangat.
Sekitar 3.500 anak lokal Bojonegoro yang diseleksi oleh Elnusa tersisa 60 anak, selanjutnya di training selama 6 bulan dan sekitar 20 anak langsung diterima kerja di Elnusa.
''Tujuh anak di sini di antaranya yang dari 20 itu penghasilan mereka dalam 2 minggu kerja bisa mencapai 5 juta,'' ungkapnya.
Kang Yoto mengungkapkan di akhir Januari pemerintah akan melaunching program
''Aprenteisis'' yaitu semacam pengakuan dari perusahaan yang akan diberikan kepada pekerja terhadap pengalaman kerjanya secara tertulis.
'' Program semacam ini baru ada di India, kalau di Bojonegoro ada ini artinya pertama kali di Indonesia,” ungkapnya.
Sayfudin (22) salah seorang anak didik Elnusa yang ikut menemui bupati mengungkapkan
kedatangan dirinya dan teman - teman adalah untuk menjalin komunikasi yang baik dengan bupati.
''Kami sudah lama tidak ketemu pak bupati, ingin menjalin komunikasi yang baik, kami juga harus berterimakasih karena sekarang kami bisa seperti ini berkat program pemerintah Bojonegoro,” ungkapnya.
Ia menambahkan semoga program seperti ini juga mampu diteruskan agar semakin banyak anak Bojonegoro yang bisa bersaing dalam dunia kerja, supaya tidak hanya menjadi penonton di negeri sendiri.
''Bojonegoro memiliki kekayaan yang melimpah khususnya sektor migas, sebisa mungkin sumber daya manusia lokal yang harus berperan aktif,” tandas Sayfudin. (ping/kik)











































.md.jpg)






