Anomali Cuaca
Jarang Turun Hujan, Petani Lahan Tadah Hujan Merugi
Sabtu, 09 Januari 2016 20:00 WIBOleh Mulyanto
Oleh Mulyanto
Sumberrejo - Memasuki dua bulan musim hujan, petani di lahan tadah hujan di wilayah Bojonegoro sebenarnya layak tersenyum. Sebab, mereka bisa mulai menyemai benih padi di sawah masing-masing. Mereka berharap musim hujan terus berlanjut agar segera menanam bibit padi di sawah.
Namun apa daya, rupanya cuaca berkata lain. Musim hujan ternyata malah berubah panas. Hujan pun turun sesekali. Dampaknya beberapa petani terpaksa merugi, karena bibit padi hasil penyemaian jadi kering dan mati.
"Bibit padi milik warga disini sudah rusak sejak beberapa hari lalu, setelah tidak ada hujan lagi," kata Nurhadi (56), warga Desa Sambongrejo, Kecamatan Sumberrejo, kepada beritabojonegoro.com, Sabtu (09/01).
Benih padi yang sempat ditebar kini ada yang tumbuh. Namun kondisinya kering dan perlahan mati. Bahkan ada yang tidak tumbuh sama sekali, karena tidak ada sediaan air. "Kami biasanya mengandalkan air hujan, tapi ternyata hujan masih sulit," tambahnya.
Petani pun mengaku mengalami kerugian akibat hujan jarang turun. Bahkan terpaksa harus menabur benih lagi untuk pembibitan. Kerugian yang dialami petani rata rata mencapai Rp 300 ribu per semaian bibit padi. (mol/tap)
*) Ilustrasi dari protanikita.blogspot.com












































.md.jpg)






