Sinergi Pemkab Bojonegoro dan BPJS Kesehatan: Perkuat Layanan Pencegahan Penyakit di Puskesmas
Rabu, 11 Maret 2026 14:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro — Pemerintah Kabupaten Bojonegoro bersama BPJS Kesehatan terus mendorong penguatan layanan kesehatan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), seperti Puskesmas dan klinik pratama. Fokus utama saat ini adalah mengoptimalkan peran FKTP sebagai garda terdepan (gatekeeper) dalam memberikan pelayanan promotif dan preventif bagi masyarakat.
Optimalisasi ini menjadi bahasan utama dalam talkshow SAPA! Malowopati FM yang menghadirkan narasumber Kepala Bagian Penjaminan Manfaat dan Utilisasi BPJS Kesehatan Bojonegoro, Era Ajar Siswadika, Selasa (10/03/2026).
Era menjelaskan bahwa FKTP tidak hanya berfungsi sebagai tempat pengobatan (kuratif), tetapi memiliki tanggung jawab besar dalam edukasi (promotif) dan pencegahan (preventif). Upaya promotif dilakukan dengan mengajak masyarakat menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta pola hidup sehat dalam keseharian.
"Langkah preventif sangat penting untuk menekan angka penyebaran penyakit dan meningkatkan kesadaran warga dalam menjaga kesehatan sejak dini," kata Era.
Salah satu inovasi yang ditekankan adalah penggunaan fitur screening riwayat kesehatan pada aplikasi Mobile JKN. Melalui fitur ini, peserta BPJS Kesehatan diimbau melakukan pemeriksaan mandiri minimal satu tahun sekali. Dengan menjawab serangkaian pertanyaan kesehatan, peserta dapat mengetahui gambaran risiko penyakit tertentu.
“Melalui aplikasi tersebut, peserta dapat melakukan screening kesehatan minimal satu tahun sekali dengan mengisi registrasi serta menjawab beberapa pertanyaan terkait kondisi kesehatan. Hasil dari screening ini tidak langsung menunjukkan diagnosis penyakit, melainkan memberikan gambaran risiko terhadap penyakit tertentu sehingga peserta dapat segera melakukan pemeriksaan lanjutan,” kata Era.
Hasil screening tersebut memungkinkan tindakan deteksi dini. Jika peserta terdeteksi memiliki risiko terhadap penyakit serius seperti kanker, talasemia, atau hemofilia, FKTP dapat segera merujuk pasien ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut sebelum kondisi berkembang menjadi lebih berat.
Program ini selaras dengan program Pemerintah Pusat melalui Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang juga terus digencarkan di wilayah Bojonegoro. Diharapkan dengan sinergi ini, tingkat kesehatan masyarakat Bojonegoro semakin meningkat melalui kesadaran deteksi dini tanpa harus menunggu jatuh sakit.(red/toh)
































.md.jpg)






