Komisi C DPRD Bojonegoro Gelar Audiensi Bahas Kebijakan untuk Kesejahteraan Pendidikan Madrasah
Rabu, 04 Maret 2026 20:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro - Komisi C DPRD Kabupaten Bojonegoro menunjukkan komitmennya terhadap sektor pendidikan berbasis keagamaan dengan menggelar audiensi bersama Forum Guru Sertifikasi Nasional Indonesia (FGSNI) dan Kementerian Agama (Kemenag) Bojonegoro pada Rabu (04/03/2026). Audiensi ini membahas peningkatan kesejahteraan guru madrasah, khususnya bagi para guru bersertifikasi yang masih menerima honor jauh di bawah layak, yakni berkisar antara Rp 250 ribu hingga Rp 500 ribu per bulan.
FGSNI Bojonegoro melaporkan bahwa sebanyak 6.997 guru honorer madrasah di bawah naungan Kemenag masih menerima honor yang sangat rendah.
"Kami memohon Pemkab Bojonegoro mengalokasikan anggaran insentif. Besaran tidak harus banyak, yang penting ada perhatian nyata," ujar Ketua FGSNI Bojonegoro, Muhammad Burhanuddin.
Menanggapi tuntutan tersebut, Ketua DPRD Bojonegoro, Abdulloh Umar, menyatakan dukungannya terhadap upaya peningkatan kesejahteraan guru di lingkungan Kemenag.
"Prinsipnya kami sangat mendukung. Namun, kita harus mencari regulasi atau celah payung hukum agar pemberian insentif ini tidak menabrak aturan. Selain itu, sinkronisasi data penting agar tidak ada guru yang merangkap profesi lain yang sudah mendapatkan tunjangan dari APBD," jelas Umar.
Senada dengan itu, Ketua Komisi C DPRD Bojonegoro, Ahmad Supriyanto, menegaskan bahwa madrasah memiliki peran strategis dalam pembentukan karakter generasi muda.
"Dukungan kebijakan, penguatan regulasi, serta perhatian terhadap kesejahteraan guru harus menjadi bagian tak terpisahkan dari perencanaan pembangunan daerah," kata Ahmad Supriyanto.
Audiensi ini menjadi angin segar bagi ribuan guru honorer madrasah yang selama ini merasa dianaktirikan dibandingkan guru di bawah naungan Kemendikbud. FGSNI berharap Pemkab Bojonegoro segera merumuskan regulasi yang memungkinkan pemberian insentif bagi guru madrasah swasta demi keberlangsungan kualitas pendidikan di Bojonegoro.(red/toh)
Reporter: Tim Redaksi
Editor: Mohamad Tohir
Publisher:Mohamad Tohir































.md.jpg)






