Alasan Pakar Sarankan Hindari Makanan Bersantan Saat Sahur, Bisa Picu Masalah Pencernaan
Rabu, 25 Februari 2026 11:00 WIBOleh Tim Redaksi
Menu sahur memegang peranan kunci dalam menjaga stamina tubuh selama menjalankan ibadah puasa seharian penuh. Namun, masyarakat diimbau untuk lebih selektif dalam memilih jenis hidangan. Salah satu jenis makanan yang sangat disarankan untuk dihindari saat sahur adalah makanan yang mengandung santan. Meski hidangan bersantan seperti gulai atau opor menjadi favorit banyak orang, konsumsinya di waktu sahur ternyata dapat berdampak kurang baik bagi kesehatan lambung dan kenyamanan tubuh saat berpuasa.
Kandungan Lemak Jenuh yang Tinggi
Alasan utama mengapa santan sebaiknya dihindari saat sahur adalah karena kandungan lemak jenuhnya yang sangat tinggi. Lemak jenis ini membutuhkan waktu yang lebih lama untuk dicerna oleh sistem pencernaan. Proses pencernaan yang melambat ini dapat membebani kerja lambung secara berlebihan, terutama saat tubuh harus bersiap untuk tidak menerima asupan makanan selama belasan jam ke depan.
Memicu Penyakit Asam Lambung (GERD)
Bagi individu yang memiliki riwayat penyakit lambung, mengonsumsi santan saat sahur adalah risiko besar. Lemak yang sulit dicerna dapat memicu peningkatan produksi asam lambung. Hal ini berpotensi menyebabkan gejala Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) atau naiknya asam lambung ke kerongkongan. Akibatnya, seseorang bisa merasakan sensasi terbakar di dada (heartburn) dan mual yang sangat mengganggu kenyamanan saat berpuasa.
Risiko Dehidrasi dan Rasa Cepat Haus
Makanan bersantan cenderung memiliki rasa yang pekat dan sering kali disertai dengan kadar garam yang tinggi agar terasa gurih. Sifat makanan seperti ini dapat meningkatkan rasa haus lebih cepat. Kandungan lemak yang kental juga dapat membuat tenggorokan terasa kering, sehingga risiko dehidrasi selama menjalankan puasa menjadi lebih tinggi dibandingkan jika mengonsumsi makanan yang lebih ringan dan berair.
Saran Alternatif Menu Sahur
Untuk menjaga tubuh tetap bugar, para ahli kesehatan menyarankan agar masyarakat beralih ke menu sahur yang lebih ramah bagi pencernaan. Beberapa pilihan yang direkomendasikan antara lain makanan berkuah bening seperti sup sayuran atau soto bening, protein rebus atau panggang, dan karbohidrat kompleks seperti nasi merah atau gandum.
Dengan menghindari makanan bersantan saat sahur, diharapkan masyarakat dapat menjalani ibadah puasa dengan lebih nyaman, tanpa gangguan pencernaan, dan tetap produktif sepanjang hari.
Reporter: Tim Redaksi
Editor: Mohamad Tohir
Publisher: Mohamad Tohir
































.md.jpg)






