Resmi Dilantik, 77 Pengurus IDI Bojonegoro Siap Hadapi Tantangan Kesehatan Global
Minggu, 12 Juli 2026 10:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro – Sebanyak 77 pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kabupaten Bojonegoro untuk masa bakti periode 2026–2029 resmi diambil sumpah dan dilantik. Dalam kepengurusan baru tersebut, dr. Pramono Apriawan Wijayanto resmi mengemban amanah sebagai ketua. Prosesi sakral ini digelar secara khidmat di Ballroom Hotel Aston Bojonegoro pada Sabtu (11/07/2026).
Kegiatan pelantikan ini dihadiri langsung oleh Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, Wakil Bupati Nurul Azizah, Ketua DPRD Kabupaten Bojonegoro, perwakilan IDI Wilayah Jawa Timur, unsur Forkopimda, para direktur rumah sakit, serta jajaran tenaga kesehatan di Bumi Angling Dharma.
Dalam sambutannya, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menegaskan bahwa sektor kesehatan tetap menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah yang utama. Pemkab berkomitmen penuh untuk terus berkolaborasi dengan organisasi profesi, rumah sakit, dan seluruh tenaga medis dalam menghadapi berbagai dinamika kesehatan.
"Tantangan kesehatan ke depan semakin kompleks, mulai dari perubahan iklim, perubahan pola hidup masyarakat, hingga meningkatnya penyakit tidak menular. Karena itu, diperlukan kolaborasi yang kuat agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat semakin berkualitas," ujarnya.
Setyo Wahono menambahkan, orientasi kesehatan saat ini tidak boleh hanya bertumpu pada pelayanan kuratif atau penyembuhan semata, melainkan harus diperkuat pada upaya promotif dan preventif. Dokter dinilai memiliki peran sangat strategis dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat guna menekan angka penyakit.
Lebih lanjut, Bupati juga memastikan dukungan pemerintah daerah tidak akan tebang pilih antara fasilitas milik pemerintah maupun rumah sakit swasta. Seluruh fasilitas pelayanan kesehatan dipandang memiliki andil yang setara dalam mendongkrak derajat kesehatan masyarakat jelata. Pemkab berkomitmen mendorong tiap-tiap rumah sakit agar memunculkan layanan unggulan sesuai kompetensi masing-masing demi menaikkan daya saing layanan medis di Bojonegoro.
Sementara itu, Perwakilan IDI Wilayah Jawa Timur, dr. Syaifuddin Zuhri, menyampaikan bahwa besarnya atensi dari jajaran eksekutif Bojonegoro ini harus dikonversi menjadi pemantik motivasi bagi para dokter untuk terus memacu kualitas pelayanan di lapangan.
Menurutnya, tantangan profesi dokter kian kompleks seiring tingginya kesadaran hukum masyarakat terhadap hak-hak pasien. Atas dasar itu, pihaknya meminta seluruh anggota IDI untuk tegak lurus mematuhi standar profesi, memperkuat jalinan komunikasi dengan pasien, serta tertib melengkapi rekam medis sebagai instrumen perlindungan hukum.
Gayung bersambut, Ketua IDI Kabupaten Bojonegoro terpilih, dr. Pramono Apriawan Wijayanto, menyatakan kesiapan jajaran pengurus baru dalam memperkuat profesionalisme sejawat dokter. Dirinya menekankan tiga pilar utama yang wajib dipegang teguh, yakni mutu pelayanan, komunikasi penuh empati, serta tertib administrasi.
"IDI Kabupaten Bojonegoro akan terus mendampingi anggota melalui edukasi berkelanjutan, advokasi kebijakan, serta membangun komunikasi yang baik dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan," katanya.
Sebagai informasi, selain prosesi pelantikan pengurus, rangkaian acara kali ini juga langsung disambung dengan gelaran Seminar Ilmiah Nasional yang menghadirkan pakar kesehatan ternama, dr. Boyke Dian Nugraha, yang mengupas tuntas tema bertajuk "Sexual Health as a National Investment".






































