Video Siswi SMP Adu Jotos Hebohkan Warga
Rabu, 13 Januari 2016 10:00 WIBOleh Rizha Setyawan
Oleh Rizha Setyawan
Kota - Warga Kabupaten Tuban dihebohkan dengan unggahan sebuah video di youtube berjudul adu jotos siswi SMP di Tuban. Video berdurasi 1 menit 40 detik itu diunggah oleh hot channel 89 pada 10 Januari 2016.
Dalam video itu terlihat dua siswi sedang adu jambak di pinggir jalan raya. Seorang siswi mengenakan kaus warna biru muda dan rok seragam warna biru tua, siswi lainnya mengenakan seragam sekolah atasan putih dan bawahan rok seragam biru tua.
Keduanya kemudian mencoba meraih masing-masing rambut lawannya. Perempuan berkaus warna biru muda terlihat lebih dominan, dia menjambak serta berulangkali memukul kepala lawannya. Sesekali mereka terjatuh ke tanah, namun adu jambak masih diteruskan.
Adu jambak itu dilihat oleh banyak anak-anak muda. Seseorang mengenakan kaus cokelat sempat melerai, namun kedua perempuan yang adu jotos itu tak menghiraukan. Sesekali di antara penonton yang melihat perkelahian tersebut malah bersorak sorai.
Belum diketahui secara jelas apakah para siswi tersebut sekolah di wilayah Kabupaten Tuban atau tidak. Beberapa warga yang menontonnya mencoba memperhatikan lokasi dan plat nomor sepeda motor yang ada di lokasi adu jotos, namun, tidak terlihat jelas.
Seorang warga Tuban, Munthohar menyesalkan video tersebut. Sebaiknya video itu dihapus dari youtube. “Meski kami belum mengetahui dari mana siswi itu apakah kejadiannya di Tuban atau tidak, tetap perlu diperhatikan serius video itu. Sebaiknya video itu segera dihapus,” ujarnya.
Sementara itu, Dinas Pendidikan Kabupaten Tuban merespon penyebaran video adu jotos siswi tersebut. “Tadi pagi sudah saya perintahkan Kabid (Kepala Bidang) Pendidikan Menengah SMP dan SMA untuk menelusuri kebenarannya,” terang Sutrisno, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tuban
Penelusuran tersebut dilakukan dengan cara mencari tahu informasi dari para kepala SMP. Selain itu, Sutrisno juga minta kepada anak buahnya itu untuk koordinasi dengan aparat kepolisian.
Menurut Sutrisno, hingga kini belum ada laporan dari jajaran aparat sekolah maupun masyarakat terkait video tersebut. Ia mengingatkan, di era seperti sekarang ini, siapapun bisa mengunggah video dan memberi nama sesukanya, seperti video itu disebut siswi SMP Tuban.
“Kami imbau kepada seluruh kepala SMP untuk membantu menelusuri. Karena di era seperti ini begitu mudahnya orang menggugah video seperti itu. Kita harus mencari keberanannya, kasihan masyarakat kalau dibuat resah dengan adanya video itu,” tandasnya. (zha/kik)











































.md.jpg)






