Gubernur Jatim Sambut Puluhan Bhikkhu Thudong di Grahadi, Bawa Pesan Kedamaian Dunia
Sabtu, 16 Mei 2026 10:00 WIBOleh Tim Redaksi
Jawa Timur - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyambut kedatangan 58 Bhikkhu Thudong dari lintas negara yang tengah melangsungkan aksi jalan kaki dalam program Indonesia Walk For Peace 2026 di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (15/05/2026) kemarin. Pertemuan yang berlangsung khidmat tersebut menjadi simbol keterbukaan dan toleransi yang kuat di wilayah Jawa Timur.
Saat menerima rombongan, Khofifah mengapresiasi tinggi gerakan jalan kaki lintas negara ini. Menurutnya, misi yang diusung oleh para pemuka agama Buddha tersebut memuat nilai kemanusiaan yang sangat mendalam dan patut disebarluaskan secara global agar menginspirasi bangsa-bangsa lain.
“Menurut saya, ini adalah sesuatu yang perlu diingat ke dunia bahwa perdamaian adalah sesuatu yang dibutuhkan oleh kehidupan manusia,” katanya.
Di sisi lain, apresiasi serupa juga disampaikan oleh pimpinan rombongan Bhikkhu Thudong, Bhante Phra Phanarin Oaksonthip. Ia menuturkan bahwa persinggahan mereka di ibu kota Jawa Timur ini memberikan memori dan kesan mendalam bagi seluruh anggota tim.
Meskipun para Bhikkhu sempat didera keletihan fisik yang luar biasa begitu menginjakkan kaki di tanah Jawa Timur, Bhante Phra Phanarin menegaskan bahwa rasa lelah itu seketika sirna karena ketulusan dan keramahan warga lokal yang menyambut mereka di sepanjang rute perjalanan.
“Kami merasa orang Indonesia sangat mendukung kami. Selama perjalanan, banyak yang menolong. Memberi makan dan minum, serta menawarkan bantuan,” tambahnya.
Sebagai informasi, aksi jalan kaki spiritual yang mengambil rute panjang dari Pulau Dewata Bali menuju Yogyakarta ini direncanakan mencapai titik akhir di Candi Borobudur pada akhir Mei nanti. Ritual Thudong tersebut dilaksanakan bukan sekadar perjalanan fisik belaka, melainkan sebuah bentuk laku spiritual tingkat tinggi guna menempa kesabaran, melatih kesadaran batin, sekaligus menyebarkan vibrasi damai di setiap wilayah yang mereka lalui.
Melalui momentum ini, seluruh pihak berharap nilai-nilai kerukunan antarumat beragama yang tercermin dari penyambutan hangat di Jawa Timur dapat terus dirawat dengan baik. Perjalanan ini sekaligus menjadi bukti nyata bahwa perbedaan keyakinan tidak menjadi penghalang untuk saling bergotong royong dan menjaga keharmonisan bersama.(red/toh)






































