Anggota DPR Ahmad Dhani Pastikan Cadangan Beras Jawa Timur Mencukupi Hingga Delapan Belas Bulan
Jumat, 15 Mei 2026 10:00 WIBOleh Tim Redaksi
Jawa Timur - Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Gerindra Ahmad Dhani Prasetyo melakukan peninjauan langsung ke kompleks pergudangan Bulog di kawasan Banjarkemantren Kanca Surabaya Kecamatan Buduran Kabupaten Sidoarjo untuk memastikan ketahanan pangan daerah.
Langkah tersebut diambil guna melihat secara nyata kondisi stok beras di wilayah Jawa Timur yang selama ini menjadi penyangga pangan nasional. Berdasarkan hasil pantauan di lapangan politisi sekaligus musisi ini memberikan kabar baik mengenai ketersediaan komoditas utama tersebut bagi masyarakat.
"Alhamdulillah stok beras di Jawa Timur dalam kondisi aman dan mampu mencukupi kebutuhan masyarakat dalam jangka panjang," kata Ahmad Dhani dalam keterangannya terkait hasil kunjungan kerja reses tersebut.
Di wilayah Sidoarjo sendiri terdapat tiga puluh satu unit gudang beras yang beroperasi. Secara lebih luas Bulog Jawa Timur mengelola dua ratus dua puluh tiga unit gudang yang tersebar di tiga belas kantor cabang di berbagai daerah sebagai pusat penyimpanan serta distribusi cadangan pangan pemerintah.
"Jawa Timur punya posisi strategis dalam menjaga ketahanan pangan nasional karena kapasitas penyimpanan dan distribusinya sangat besar," ujar dia menekankan pentingnya peran wilayah ini.
Data yang terkumpul menunjukkan bahwa stok beras yang tersedia saat ini diprediksi mampu memenuhi kebutuhan hingga delapan belas bulan ke depan. Selain mengamankan konsumsi lokal Bulog Jawa Timur juga memiliki kemampuan untuk menyuplai kebutuhan beras ke enam belas provinsi lain di Indonesia.
Ini menunjukkan Jawa Timur menjadi salah satu daerah surplus beras nasional yang sangat penting dalam mendukung swasembada pangan, ucap dia mengapresiasi capaian tersebut.
Dhani juga menyoroti keberhasilan program swasembada pangan pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang dinilai mulai memberikan dampak positif nyata. Sejak tahun 2025 Indonesia dilaporkan tidak lagi melakukan impor beras yang menandai babak baru kemandirian pangan.
Sejak 2025 Indonesia tidak lagi melakukan impor beras. Ini langkah besar menuju kemandirian pangan nasional, katanya.
Untuk menjaga kesejahteraan para produsen pangan pemerintah tetap menjalankan kebijakan harga gabah sebesar enam ribu lima ratus rupiah per kilogram. Ahmad Dhani menegaskan pentingnya pengawasan ketat agar tidak ada pihak-pihak yang mencoba mempermainkan harga di tingkat petani.
"Kalau ada pihak yang membeli gabah di bawah harga yang ditetapkan, tentu harus ada pengawasan agar hak petani tetap terlindungi," ujar dia mengingatkan otoritas terkait.
Ia berharap koordinasi antara pemerintah pusat daerah hingga Bulog dan petani dapat terus diperkuat demi stabilitas harga serta ketersediaan stok nasional. Menurutnya ketahanan pangan adalah pilar utama dalam menjaga stabilitas ekonomi bagi seluruh lapisan masyarakat.
"Harapan kami, sinergi antara pemerintah, Bulog, dan para petani terus diperkuat agar stok pangan tetap aman, harga stabil, dan kesejahteraan masyarakat maupun petani bisa terus terjaga," pungkas Ahmad Dhani.






































