Momen Akrab Wabup Bojonegoro Jajal Melinting Tembakau Bareng Buruh di Baureno
Kamis, 14 Mei 2026 12:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro - Riuh suara mesin dan aroma tembakau yang memenuhi ruang produksi PT Gelora Djaja di Kecamatan Baureno mendadak terasa lebih semarak pada Rabu (13/05/2026) kemarin. Kehadiran Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, di tengah ribuan pekerja memberikan warna tersendiri dalam rutinitas pabrik hari itu. Tidak sekadar berkunjung, sosok orang nomor dua di Pemkab Bojonegoro ini tampak membaur tanpa sekat dengan duduk berdampingan bersama para buruh linting untuk berbincang santai mengenai keseharian mereka.
Kehangatan semakin terlihat saat Nurul Azizah mencoba langsung mempraktikkan keterampilan melinting tembakau menggunakan kertas rokok di meja produksi. Meski tampak tak secekatan para pekerja yang sudah terbiasa, aksi spontan tersebut mengundang tawa dan kekaguman dari para buruh asal Bojonegoro yang sedang mengejar target harian mereka. Kedekatan yang terbangun dalam dialog tersebut menjadi jembatan bagi pemerintah untuk mendengar langsung aspirasi dari pilar utama industri tembakau di daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Nurul Azizah menyampaikan komitmennya untuk terus mengawal kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan pekerja. Ia menyebutkan bahwa upaya percepatan pencairan bantuan merupakan bentuk respons pemerintah atas harapan para buruh yang telah disampaikan sebelumnya. Momentum ini juga dimanfaatkan untuk menyerahkan bantuan tunai secara simbolis sebagai bagian dari program perlindungan sosial bagi pekerja sektor rokok.
“Sebagai tindak lanjut dari tanggal 2 Mei lalu, Mbak Anis memperjuangkan pekerja rokok, dan saya menyampaikan agar sebelum tanggal 15 bantuan ini bisa cair. Alhamdulillah hari ini dapat disalurkan,” ujar Nurul Azizah di sela kunjungannya.
Meskipun terdapat penyesuaian pada anggaran tahun ini karena faktor eksternal, Nurul memastikan pemerintah daerah tetap berupaya keras agar alokasi bagi para buruh tidak terhapus. Fokus utamanya adalah memastikan setiap individu yang berhak mendapatkan dukungan dana yang bersumber dari pembagian hasil cukai tembakau tersebut guna menopang ekonomi keluarga mereka.
“Tahun ini berbeda dengan tahun lalu karena dana transfernya juga turun. Semoga tahun depan tidak turun lagi. BLT DBHCHT ini mulai diterimakan sejak tahun 2023, dan tahun ini setiap buruh pabrik rokok menerima Rp875 ribu. Semoga menjadi berkah dan barokah,” tuturnya.
Apresiasi terhadap kehadiran dan kebijakan pemkab ini datang dari pihak manajemen perusahaan. Manager PT Gelora Djaja, Hendra Bahtiar, menilai kunjungan tersebut memberikan suntikan semangat bagi para karyawan. Sinergi antara pemerintah dan sektor industri diharapkan dapat terus berlanjut demi menciptakan iklim kerja yang kondusif serta taraf hidup yang lebih baik bagi masyarakat Bojonegoro secara luas.
“Kami berharap bantuan ini mampu meningkatkan perekonomian buruh rokok kami. Pembagian BLT ini sangat kami nanti-nanti terutama bagi karyawan. Apresiasi kami kepada Pemkab Bojonegoro, semoga sinergi ini berdampak baik bagi karyawan kami khususnya masyarakat Bojonegoro,” pungkasnya.
Kunjungan kerja yang diakhiri dengan sesi foto bersama ini menandai dimulainya rangkaian penyaluran bantuan bagi belasan ribu buruh rokok di Bojonegoro. Melalui interaksi langsung di lapangan, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berupaya memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil benar-benar menyentuh sisi kemanusiaan dan kebutuhan nyata para pekerja di sektor padat karya tersebut.(red/toh)






































