Disbudpar Matangkan Paket Wisata Edukasi KaGeT Melalui Simulasi Perjalanan di Wilayah Kedewan
Senin, 18 Mei 2026 13:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata terus melakukan langkah strategis demi mematangkan persiapan peluncuran program Kedewan Geopark Trip atau KaGeT. Inovasi program ini digulirkan sebagai bagian dari komitmen daerah untuk mendongkrak sektor pariwisata berbasis warisan geologi serta optimalisasi segala bentuk potensi lokal yang tersebar di wilayah setempat.
Sebagai langkah nyata dalam menguji kesiapan program tersebut, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bojonegoro telah menguji coba rute dengan menggelar simulasi perjalanan wisata langsung di kawasan Kecamatan Kedewan pada Sabtu (16/05/2026) lalu. Agenda uji coba lapangan ini sengaja mengintegrasikan berbagai elemen kunci pariwisata daerah, di antaranya tim ahli dari kalangan akademisi, jajaran pemerintah kecamatan dan desa, Kelompok Sadar Wisata atau Pokdarwis, para pengelola objek wisata, pelaku industri kreatif, hingga jajaran tokoh masyarakat setempat.
Uji coba perjalanan ini difokuskan untuk memetakan kelayakan jalur tracking, memastikan faktor kenyamanan para pelancong, menyinkronkan sistem koordinasi antarpos destinasi, hingga mengukur standardisasi pelayanan yang akan disuguhkan kepada para pelancong ke depan. Di samping itu, momen ini juga dimanfaatkan sebagai wadah kurasi dan evaluasi komprehensif terhadap keunikan lanskap alam lokal agar dapat ditonjolkan sebagai magnet utama dalam memperkuat branding geopark di Kabupaten Bojonegoro.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bojonegoro, Elzadeba Agustina, menjelaskan bahwa konsep yang diusung dalam KaGeT ini memiliki nilai tambah tersendiri karena mengombinasikan unsur rekreasi dengan muatan edukasi pengetahuan alam serta pengenalan karakteristik wilayah secara mendalam.
“Melalui KaGeT, kami ingin menghadirkan pengalaman wisata yang berbeda, dimana peserta tidak hanya menikmati perjalanan tetapi juga mengenal kekayaan geopark, budaya lokal, serta potensi desa-desa wisata di Kecamatan Kedewan,” ungkap Elsa sapannya.
Sepanjang pelaksanaan simulasi, seluruh rombongan peninjau menyisir setiap sudut lokasi kunjungan secara mendetail, mulai dari pengaturan manajemen keberangkatan, perhitungan estimasi durasi antar-objek wisata, hingga ketersediaan sarana penunjang kenyamanan di area terbuka. Proses simulasi tersebut berjalan dinamis dan mendapat respons positif dari masyarakat lokal yang menunjukkan keseriusan bersama dalam menyukseskan pertumbuhan ekonomi dari sektor pariwisata daerah.
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata menaruh harapan besar agar paket wisata Geopark KaGeT ini nantinya mampu menjelma sebagai salah satu produk pariwisata unggulan bermuatan edukasi dan petualangan yang memiliki daya saing tinggi untuk menjaring kunjungan pelancong.
“Program ini juga diharapkan memperkuat promosi Geopark Bojonegoro di tingkat regional maupun nasional,” pungkasnya.
Melalui sinergi antar-lembaga dan keterlibatan aktif warga desa, rintisan paket wisata berbasis kelestarian alam ini diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi berganda bagi masyarakat Kecamatan Kedewan khususnya, serta meningkatkan popularitas Kabupaten Bojonegoro di peta pariwisata nasional.






































