Sinergi Dharma Wanita Persatuan Dukung Visi Bojonegoro Sejahtera dan Program Prioritas Daerah
Jumat, 03 April 2026 14:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro - Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Bojonegoro dinilai memiliki posisi strategis dalam menyukseskan berbagai program pembangunan daerah. Hal tersebut mengemuka dalam pertemuan rutin yang digelar di ruang rapat DWP Bojonegoro pada Kamis (02/04/2026) kemarin, yang menekankan pentingnya kolaborasi seluruh komponen masyarakat di bawah kepemimpinan Bupati Setyo Wahono dan Wakil Bupati Nurul Azizah.
Pembina DWP Kabupaten Bojonegoro, Edi Susanto, menegaskan bahwa peran para anggota DWP sangat krusial dalam mewujudkan cita-cita daerah yang lebih baik. Ia menyebutkan bahwa pemerintah sangat mengandalkan kontribusi dari organisasi wanita ini untuk menyentuh lapisan masyarakat paling dasar.
“Pemerintahan di bawah kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati sangat mengharapkan adanya sinergi dari semua pihak di seluruh komponen Kabupaten Bojonegoro, termasuk Dharma Wanita Persatuan. Peran ibu-ibu sangat penting dalam mewujudkan visi Bojonegoro yang bahagia, makmur, dan membanggakan,” ujar Edi Susanto dalam arahannya.
Selain penguatan organisasi, Edi juga menyinggung mengenai kebijakan efisiensi energi yang kini mulai diterapkan di lingkungan Aparatur Sipil Negara. Salah satu langkah nyatanya adalah imbauan penggunaan transportasi non-BBM setiap hari Senin bagi pegawai dengan jarak tempuh tertentu. Menurutnya, kebijakan ini tidak hanya soal penghematan bahan bakar, tetapi juga bagian dari kampanye gaya hidup sehat.
“Kebijakan ini tidak hanya untuk efisiensi bahan bakar, tetapi juga mendorong pola hidup sehat. Dengan bersepeda, secara tidak langsung kita sudah berolahraga sebelum memulai aktivitas kerja,” kata Edi.
Dalam kesempatan yang sama, Edi memaparkan target besar Pemerintah Kabupaten Bojonegoro pada tahun 2026, yakni pencapaian Zero Stunting dan Zero TBC. Ia meminta anggota DWP aktif melakukan deteksi dini serta pelaporan di lingkungan masing-masing karena peran ibu-ibu sangat besar dalam meminimalisir stunting dan membantu pelacakan kasus TBC di lingkungan sekitar. Dengan keterlibatan aktif, diharapkan Bojonegoro dapat mencapai target Zero Stunting dan Zero TBC, jelasnya.
Merespons arahan tersebut, Ketua DWP Kabupaten Bojonegoro, Emi Edi Susanto, menyatakan kesiapan organisasinya untuk turun langsung ke lapangan. DWP telah menyiapkan program khusus bernama DWP Cerdas yang menyasar kelompok remaja sebagai langkah pencegahan stunting dari hulu.
“Melalui program DWP Cerdas, kami menitikberatkan pada edukasi remaja usia 12 hingga 15 tahun sebagai langkah preventif dalam mencegah stunting. Edukasi tidak hanya terkait gizi, tetapi juga bagaimana membentuk pola hidup sehat dan gizi seimbang,” kata Emi.
Sebagai bentuk komitmen nyata, DWP juga berencana melaksanakan program turun ke bawah atau turba. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa setiap program edukasi dan kesehatan yang dijalankan pemerintah benar-benar tepat sasaran serta memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan keluarga di seluruh wilayah Bojonegoro.












































.md.jpg)






