Pemprov Jawa Timur Jajaki Kerja Sama Sister Province dengan Alexandria, Fokus pada Sektor Perdagangan Hingga Pendidikan
Senin, 20 April 2026 10:00 WIBOleh Tim Redaksi
Jawa Timur - Pemerintah Provinsi Jawa Timur tengah mematangkan rencana kerja sama strategis berskala internasional dengan Pemerintah Alexandria, Mesir. Dalam pertemuan yang berlangsung di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Wakil Duta Besar Mesir untuk Indonesia, Dr. Amr Ahmad Mukhtar Abdul Hadi, membahas keberlanjutan kemitraan dalam format sister province yang diharapkan segera memasuki tahap nota kesepahaman.
Pertemuan yang digelar pada hari Minggu (20/04/2026) tersebut menjadi momentum penting untuk menindaklanjuti Letter of Intent yang telah disepakati sebelumnya. Khofifah menyatakan optimisme kuat bahwa kolaborasi lintas negara ini akan membawa dampak positif bagi kedua belah pihak.
"Alhamdulillah, kami berdiskusi dengan Wakil Duta Besar Mesir di Masjid Al-Akbar Surabaya terkait rencana kerja sama antara Jawa Timur dan Alexandria," ujar Khofifah di sela kegiatan tersebut.
Rencana kerja sama ini telah mengantongi restu dari DPRD Jawa Timur dan diproyeksikan bakal memperkuat hubungan di bidang ekonomi dan pengembangan sumber daya manusia. Khofifah menilai terdapat banyak titik temu yang bisa disinergikan antara Jawa Timur dan kota pelabuhan utama di Mesir tersebut.
"Ada potensi link and match antara Jawa Timur dan Alexandria, khususnya di bidang perdagangan dan pendidikan," ujarnya.
Dalam lingkup pendidikan, Jawa Timur membidik penguatan kapasitas akademik melalui transfer pengetahuan dan pemanfaatan khazanah keilmuan yang berkembang di Alexandria. Secara khusus, terdapat rencana kolaborasi antara perguruan tinggi Nahdlatul Ulama dengan Universitas Al-Azhar yang akan difokuskan pada upaya pencegahan serta penanggulangan terorisme.
"Ini bisa menjadi fondasi awal untuk penguatan pendidikan, transfer pengetahuan, serta pemanfaatan khazanah keilmuan yang berkembang di sana," ucap Khofifah.
Selain membahas agenda bilateral, Gubernur juga sempat memaparkan model pengelolaan masjid modern sebagai pusat layanan sosial dan edukasi berbasis lingkungan kepada delegasi Mesir. Fasilitas seperti perpustakaan digital hingga area hijau di lahan terbatas menjadi contoh konkret inovasi pelayanan keagamaan di Jawa Timur.
"Dengan keterbatasan lahan, kami memaksimalkan fungsi masjid melalui berbagai fasilitas, seperti greenhouse, mini soccer berbasis pendidikan Al Quran, perpustakaan digital, hingga taman tematik dan fasilitas ramah lingkungan," ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Duta Besar Mesir Dr. Amr Ahmad Mukhtar Abdul Hadi menyampaikan apresiasi atas manajemen masjid di Jawa Timur yang mampu mengoptimalkan fungsi rumah ibadah sebagai pusat kegiatan keagamaan yang representatif dan multifungsi bagi jamaah.(red/oh)






































