Dorong Budaya Inovasi, Pemkab Bojonegoro Wajibkan Setiap OPD dan Kecamatan Lahirkan Minimal Satu Inovasi per Tahun
Kamis, 09 Juli 2026 15:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro terus berkomitmen mendorong lahirnya budaya inovasi di berbagai sektor guna mendongkrak kualitas tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik. Langkah ini dipertegas melalui agenda Sosialisasi Pelaksanaan Bojonegoro Innovative Award (BIA) Tahun 2026 yang digelar di Ruang Angling Dharma, Gedung Pemkab Bojonegoro pada Rabu (08/07/2026) kemarin.
Acara sosialisasi tersebut dihadiri langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bojonegoro Edi Susanto, jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para camat, serta tamu undangan dari berbagai unsur akademisi dan perwakilan masyarakat.
Dalam arahannya, Sekda Bojonegoro Edi Susanto menegaskan bahwa pengembangan inovasi merupakan instruksi langsung dari pimpinan daerah yang wajib diimplementasikan secara konkret oleh seluruh aparatur sipil negara. Menindaklanjuti hal tersebut, Pemkab Bojonegoro kini memberlakukan kebijakan wajib bagi setiap OPD dan pemerintah kecamatan untuk menelurkan minimal satu inovasi saban tahunnya untuk diikutsertakan dalam ajang BIA.
"Setiap OPD dan kecamatan tidak hanya mendaftarkan inovasi, tetapi sifatnya wajib. Minimal setiap tahun harus ada satu inovasi. Dari inovasi yang masuk nantinya akan dilakukan penilaian sesuai kriteria yang telah ditetapkan," tegas Edi Susanto.
Edi menambahkan, esensi utama dari inovasi yang digagas oleh perangkat daerah harus berorientasi pada kemanfaatan riil bagi masyarakat luas. Gagasan baru tersebut harus mampu memangkas birokrasi, mempercepat waktu pelayanan publik, serta menghadirkan solusi taktis atas berbagai problem sektoral yang dihadapi warga di lapangan.
Melalui pelaksanaan BIA 2026, Pemkab Bojonegoro membuka empat kategori kepesertaan yang jangkauannya diperluas. Tidak hanya bagi jajaran internal birokrasi, Edi turut mengajak keterlibatan aktif dari pemerintah desa, kalangan akademisi, pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum agar iklim kreativitas tumbuh merata di seluruh lini kehidupan masyarakat bumi Angling Dharma. Selain sebagai bentuk apresiasi, ajang ini didesain sebagai ruang replikasi praktik-praktik baik (best practices) antardesa maupun antar-OPD guna mendongkrak daya saing daerah di kancah provinsi dan nasional.
Sementara itu, Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Bojonegoro, Dilli Tri Wibowo, membeberkan bahwa lini masa pendaftaran Bojonegoro Innovative Award 2026 akan resmi dibuka mulai tanggal 10 Juli hingga 10 Agustus 2026 mendatang.
Dilli menjelaskan, selain krusial untuk memperkuat capaian Indeks Inovasi Daerah (IID) Kabupaten Bojonegoro di mata pemerintah pusat, BRIDA menaruh harapan besar agar pada gelaran tahun ini, jumlah proposal inovasi yang lahir dari klaster masyarakat umum dan akademisi mengalami lonjakan signifikan. Dengan begitu, terobosan-terobosan yang terjaring nantinya akan lebih variatif, membumi, dan mampu menjawab tantangan pembangunan daerah berbasis kearifan lokal.






































