Atasi Genangan Kronis, Wabup Bojonegoro Sidak Drainase dan Temukan Pompa Tidak Maksimal
Kamis, 07 Mei 2026 12:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus memacu langkah nyata demi mewujudkan target kota bebas banjir pada tahun 2026. Sebagai bentuk keseriusan, Wakil Bupati Nurul Azizah memimpin langsung inspeksi mendadak ke sejumlah titik krusial guna membongkar hambatan teknis yang selama ini menyumbat aliran air di kawasan jantung kota pada Selasa (05/05/2026).
Penyisiran lapangan ini melibatkan tim gabungan lintas sektor mulai dari Dinas PU SDA, BPBD, Dinas PKP Cipta Karya, hingga Bappeda. Dari hasil pemantauan tersebut, terungkap bahwa persoalan banjir di wilayah perkotaan bukan hanya disebabkan oleh faktor alam atau tingginya intensitas hujan, melainkan adanya ketidaksiapan infrastruktur pendukung yang tidak beroperasi secara optimal.
Salah satu temuan fatal yang didapati tim adalah kondisi pompa air di beberapa lokasi strategis, termasuk di Jalan Hartono kawasan Ledok Wetan serta Gang Irigasi. Petugas menemukan fakta bahwa meski mesin pompa dalam kondisi menyala dan mengeluarkan suara, namun daya sedot air yang dihasilkan sangat lemah sehingga gagal membuang debit air menuju hilir dengan cepat.
"Kami melihat langsung bahwa aliran air tidak lancar. Ada mesin yang bunyi tapi tenaganya tidak ada," ungkap Nurul Azizah.
Kondisi anomali juga ditemukan pada sistem drainase di Jalan Hasanuddin. Aliran air yang seharusnya mengarah ke utara menuju Bengawan Solo justru ditemukan berbalik arah ke selatan menuju kawasan Jalan Panglima Sudirman. Fenomena inilah yang teridentifikasi sebagai pemicu utama munculnya genangan kronis yang selama ini dikeluhkan oleh warga di area pusat kota tersebut.
Nurul Azizah mengidentifikasi dua akar masalah besar pada sistem drainase perkotaan saat ini, yakni terjadinya pendangkalan hebat serta ukuran saluran yang sudah tidak memadai untuk menampung beban air saat hujan deras. Menindaklanjuti temuan lapangan ini, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro akan segera memanggil seluruh Organisasi Perangkat Daerah terkait untuk melakukan koordinasi teknis secara menyeluruh.
Langkah cepat tersebut diambil guna memastikan setiap kendala, mulai dari perbaikan mesin pompa hingga normalisasi tata kelola aliran air, dapat segera dituntaskan. Pemerintah daerah berkomitmen untuk melakukan evaluasi total demi mengejar target ambisius Bojonegoro bebas banjir sepenuhnya pada tahun ini.(red/toh)






































