IGTKI Bojonegoro Dorong Guru TK Adaptif di Era AI Lewat Workshop Pembelajaran Digital Kreatif
Jumat, 08 Mei 2026 09:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro - Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) PGRI Kabupaten Bojonegoro terus memperkuat kapasitas guru PAUD dan TK agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Upaya tersebut diwujudkan melalui workshop bertajuk “Transformasi Pembelajaran di Era AI: Koding Anak, Game, Gambar, dan Video Edukatif” yang digelar di Ruang Angling Dharma Gedung Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari IGTK PGRI Provinsi Jawa Timur dan diikuti sebanyak 278 peserta yang terdiri dari kepala sekolah serta guru TK dari 10 kecamatan di Kabupaten Bojonegoro. Workshop berlangsung dalam tiga sesi dan menjadi penutup rangkaian program peningkatan kompetensi guru PAUD dan TK di tengah pesatnya perkembangan teknologi pendidikan.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro, Muhammad Zamroni, menegaskan bahwa perkembangan teknologi digital merupakan tantangan yang tidak dapat dihindari. Karena itu, para guru dituntut memiliki kemampuan dalam memilah serta mengarahkan pemanfaatan teknologi agar memberikan dampak positif bagi anak usia dini.
“Anak-anak harus terlindungi dari berbagai konten negatif seperti kekerasan maupun judi online. Melalui workshop ini, kami berharap para guru mampu memahami materi yang diberikan dan menerapkannya secara berkelanjutan dalam proses pembelajaran,” ujarnya.
Ia menambahkan, kemajuan teknologi tidak hanya membawa peluang, tetapi juga potensi ancaman apabila tidak disikapi secara bijak. Peran guru menjadi sangat penting sebagai benteng utama dalam melindungi anak-anak dari dampak negatif dunia digital, termasuk potensi kekerasan seksual melalui media daring.
“Konsep utama kegiatan ini adalah membangun kecerdasan anak yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga terlindungi dari pengaruh negatif dunia digital. Anak usia dini sangat cepat menyerap apa yang mereka lihat dan pelajari,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua PGRI Kabupaten Bojonegoro, Muhammad Kuzaini, mengapresiasi antusiasme para guru TK yang mengikuti workshop hingga akhir kegiatan. Menurutnya, transformasi digital dalam dunia pendidikan menuntut para pendidik untuk terus belajar dan berkembang.
“Sekarang semuanya bergerak ke arah digital. Jika tidak mau belajar dan beradaptasi, kita akan tertinggal. Workshop ini menjadi momentum penting bagi guru TK untuk meningkatkan kemampuan dan kesiapan menghadapi perubahan pendidikan di era AI,” ungkapnya.
Ketua IGTK PGRI Kabupaten Bojonegoro, Anita, menjelaskan bahwa workshop ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru PAUD dan TK agar lebih kreatif, inovatif, dan adaptif dalam memanfaatkan teknologi sebagai media pembelajaran. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari program IGTK PGRI Provinsi Jawa Timur sekaligus tindak lanjut kegiatan PORSENI tingkat provinsi.
Menurut Anita, perkembangan teknologi telah mengubah pola pembelajaran abad ke-21. Guru tidak lagi hanya berperan sebagai penyampai materi, melainkan juga sebagai fasilitator yang mampu membangun kreativitas, imajinasi, dan inovasi anak melalui pendekatan pembelajaran modern.
“Pemanfaatan teknologi secara tepat dapat menjadi sarana efektif untuk menstimulasi perkembangan kognitif, sosial emosional, hingga kreativitas anak usia dini. Karena itu, guru perlu memahami cara menggunakan teknologi secara bijak dan edukatif,” jelasnya.
Melalui workshop ini, para guru TK di Kabupaten Bojonegoro diharapkan semakin siap menghadapi era digital serta mampu menghadirkan pembelajaran yang kreatif, interaktif, aman, dan menyenangkan bagi anak-anak usia dini.(red/mol)
Reporter: Tim Redaksi
Editor: Mulyanto
Publisher: Mohamad Tohir






































