Swadaya Warga Balenrejo Atasi Krisis Air, HIPPAM Layani 67 KK dengan Tarif Rp1.000
Sabtu, 09 Mei 2026 10:00 WIBOleh Tim Redaksi
Balen - Pemerintah Desa Balenrejo, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro terus memperkuat pengelolaan Himpunan Penduduk Pemakai Air Minum Balenrejo Makmur guna menjamin pasokan air bersih bagi warganya. HIPPAM ini menjadi bukti kemandirian masyarakat dalam mencukupi kebutuhan pokok, khususnya menjelang musim kemarau.
Kepala Desa Balenrejo Imam Priadi mengisahkan proses panjang pengelolaan air bersih di wilayahnya. Menurut dia, kendala utama yang dihadapi sejak awal adalah biaya operasional, terutama tagihan listrik untuk pengoperasian pompa sedot-dorong. Meski begitu, pemerintah desa tetap melanjutkan upaya pengembangan jaringan.
"Kami terus berupaya pengajuan tandon dan Sambungan Rumah. Saat ini, fokus pengembangan ada di wilayah RT 16 RW 02 Desa Balenrejo," ujar Imam Priadi.
Hingga kini HIPPAM Balenrejo Makmur tercatat sudah menjangkau 67 rumah tangga. Selain kemudahan akses, beban iuran yang ditetapkan juga sangat terjangkau. Warga cukup membayar Rp1.000 per meter kubik, jauh lebih murah dibanding tarif umum. Jika tidak ada pemakaian, warga hanya dikenakan beban minimal Rp5.000.
"Semua dikerjakan secara swadaya. Pemasangan dilakukan langsung oleh pengurus HIPPAM. Manfaatnya sangat dirasakan warga untuk kebutuhan MCK sehari-hari," lanjutnya.
Peran HIPPAM semakin vital ketika kemarau datang. Saat debit air permukaan menurun, sumur bor milik HIPPAM dengan kedalaman sekitar 60 meter menjadi andalan warga. Sistem ini turut mendukung ketahanan pangan desa.
Adanya HIPPAM berbasis air tanah membuat warga tidak lagi bergantung pada saluran irigasi untuk keperluan rumah tangga. Dengan begitu, air irigasi dapat dioptimalkan untuk mengairi sawah pada musim kering tanpa terbagi kebutuhan domestik.
"Airnya jernih, namun pengurus, dengan Ahmad Ketua HIPPAM Balenrejo Makmur terus berinovasi menambah sistem penyaringan agar kualitasnya semakin meningkat hingga layak konsumsi bagi masyarakat," imbuhnya.
Pemdes bersama pengurus HIPPAM menargetkan perluasan layanan ke dusun lain. Walau dihadapkan kendala teknis seperti harus melewati jalan nasional dan jembatan, mereka yakin penambahan toren dan sistem gravitasi akan membuat distribusi air tetap lancar.
"Kami tidak bosan untuk mengajukan pengembangan. Harapan kami, akses air bersih ini merata, sehingga tidak ada lagi warga yang kesulitan air meski di puncak kemarau sekalipun," pungkas Kades Balenrejo.






































