Hadapi Ancaman Kemarau Panjang, Pemkab Bojonegoro Perkuat Mitigasi Kekeringan dan Pembinaan HIPPAM
Jumat, 08 Mei 2026 11:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten Bojonegoro mulai memperkuat langkah antisipasi menghadapi potensi musim kemarau panjang tahun 2026. Salah satu upaya yang dilakukan yakni melalui kegiatan Pembinaan Himpunan Penduduk Pemakai Air Minum (HIPPAM) dan Mitigasi Dampak Kekeringan yang digelar di Ruang Angling Dharma Gedung Pemkab Bojonegoro.
Kegiatan tersebut dihadiri para camat, kepala desa, 73 pengurus HIPPAM dari 20 kecamatan, Direktur PDAM Bojonegoro, serta sejumlah tamu undangan dari instansi terkait lainnya. Forum ini menjadi langkah awal memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menghadapi ancaman kekeringan yang diprediksi terjadi akibat fenomena El Nino.
Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah menegaskan bahwa akses terhadap air bersih menjadi salah satu prioritas utama pemerintah daerah, terutama saat memasuki musim kemarau yang diperkirakan berlangsung lebih panjang dan ekstrem dibanding tahun sebelumnya.
Menurutnya, berdasarkan prediksi cuaca tahun 2026, Kabupaten Bojonegoro perlu meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi dampak El Nino yang berpotensi memicu kekeringan di sejumlah wilayah.
“Masalah air adalah persoalan vital bagi masyarakat. Musim kemarau diperkirakan mulai masuk pada Mei, sementara puncak kekeringan diprediksi terjadi secara ekstrem pada Agustus hingga September mendatang,” ujar Nurul Azizah.
Ia menjelaskan, sebanyak 73 desa di 20 kecamatan telah masuk dalam peta wilayah rawan kekeringan dan menjadi prioritas penanganan pemerintah daerah. Karena itu, diperlukan pemetaan pembangunan dan penguatan HIPPAM secara bertahap, baik dalam jangka pendek, menengah, maupun panjang.
Selain itu, Pemkab Bojonegoro juga mulai melakukan penyisiran dan pendataan secara mendalam terkait kebutuhan teknis di lapangan, termasuk kesiapan sumber air serta jadwal distribusi air bersih bagi wilayah terdampak. Upaya tersebut dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak, terutama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Cipta Karya Kabupaten Bojonegoro, Satito Hadi, menyampaikan bahwa ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus dipastikan tetap terpenuhi, terutama saat musim kemarau.
Menurutnya, keberadaan HIPPAM memiliki peran sangat penting sebagai garda terdepan dalam pelayanan dan distribusi air bersih di tingkat desa.
“Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas kelembagaan HIPPAM, khususnya dalam manajemen mitigasi kekeringan. Dari 73 pengelola HIPPAM yang hadir hari ini, kami lakukan penyisiran satu per satu, mulai dari kendala di lapangan hingga kesiapan operasionalnya agar masyarakat tidak mengalami kesulitan air bersih saat musim kemarau nanti,” jelas Satito.
Melalui penguatan koordinasi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, pengelola HIPPAM, hingga BPBD, Pemkab Bojonegoro berharap dampak kekeringan tahun ini dapat diminimalisir secara efektif. Sinergi tersebut diharapkan mampu memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi secara berkelanjutan meskipun menghadapi ancaman kemarau panjang.
Reporter: Tim Redaksi
Editor: Mulyanto
Publisher: Mohamad Tohir






































