Musim Hujan, Penderita Demam Berdarah Meningkat
Sabtu, 23 Januari 2016 11:00 WIBOleh Vera Astanti
Oleh Vera Astanti
Kota – Seiring memasuki musim hujan, penderita demam berdarah dengue (DBD) di Bojonegoro pada Januari 2016 ini meningkat. Hingga 22 Januari ini tercatat ada 75 penderita DBD.
Menurut Kasi Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Bojonegoro, dr Wenny Diah, upaya pencegahan penyebaran demam berdarah dengan pengasapan (fogging) sebenarnya kurang efektif. Pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dinilai lebih efektif. Seperti pembersihan got yang airnya tidak mengalir, sampah dan menjaga kebersihan.
“Kami sekarang getol mencanangkan upaya pemberantasan sarang nyamuk,”ujar dr. Wenny Diah.
Upaya pemberantasan penyakit yang dibawa oleh nyamuk aedes aegypti selama ini masih dilakukan dengan cara fogging. Fogging biasanya dilakukan setelah ada laporan penderita di daerah tertentu. Serta jika hasil penyelidikan epidemiologi (PE) ditemukan indikasi kasus menunjukkan penularan. Penyelidikan biasanya dilakukan di 100 rumah sekitar penderita.
"Apabila ditemukan 1 lagi penderita atau 3 penderita panas tersangka DBD dan ditemukan jentik lebih dari 5 persen. PE ini untuk memastikan penderita DB ketularan di daerah situ," jelasnya.
Pada Januari ini sudah ditemukan 20 titik penderita DBD yang tersebar di Kabupaten Bojonegoro seperti Kecamatan Balen, Baureno, Bubulan, Bojonegoro, Sumberejo, Sukosewu, Kedungadem, Dander, Kepohbaru, dan Sugihwaras. Dinkes kemarin juga melakukan fogging di Desa Pumpungan, Kecamatan Kalitidu, dan Jalan Pondok Pinang, Sukorejo.
Sekadar diketahui, pada tahun 2015 jumlah penderita DBD sebanyak 561 orang yang tersebar di 26 kecamatan. Sehingga dari 28 Kecamatan yang ada di Bojonegoro hanya dua kecamatan yang tidak ada penderita DBD. Dua kecamatan itu Kecamatan Sekar dan Margomulyo.
Peningkatan jumlah penderita DBD biasanya terjadi pada saat memasuki musim penghujan. Seperti pada bulan November 2015 lalu ada 45 penderita, meningkat di bulan Desember 60 penderita dan Januari 2016 ada 75 penderita. "Pada puncaknya memang terjadi di Januari dan akan menurun pada bulan Februari," pungkasnya. (ver/kik)











































.md.jpg)






