News Ticker
  • Dinkes Bojonegoro Imbau Warga Tidak Sembarang Mencium Bayi Saat Silaturahmi Lebaran
  • Pemprov Jatim Fasilitasi 2.230 Perantau Mudik Gratis dari Jakarta Menuju Jawa Timur
  • 19 Maret dalam Sejarah
  • 2 Motor 'Adu Banteng' di Kanor, Bojonegoro, Seorang Pemotor Meninggal, 3 Lainnya Luka-luka
  • Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro
  • Polisi dan Pemkab Bojonegoro Sidak SPBE, Temukan Pangkalan Jual LPG Melon di Atas HET
  • Dinas Kesehatan Bojonegoro Siagakan Fasilitas Medis dan PSC 119 Kawal Arus Mudik 2026
  • Sambut Pemudik, Pemkab Bojonegoro Intensifkan Aksi Bersolek dan Gotong Royong
  • PMI Bojonegoro Siagakan Layanna untuk Pemudik di Rest Area UPT PKB
  • Kado Spesial Lebaran, Pemprov Jatim Gratiskan Tarif Trans Jatim Selama Dua Hari
  • Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Hiruk Pikuk Perayaan Lebaran
  • 18 Maret dalam Sejarah
  • Disdagkop UM Bojonegoro Sebut Cuaca Buruk Jadi Pemicu Kelangkaan Elpiji Melon
  • 2.245 Penumpang Manfaatkan Layanan Kereta Api di Stasiun Bojonegoro Hari Ini
  • Warga di Bojonegoro Mulai Keluhkan Kelangkaan Elpiji Melon Jelang Idulfitri
  • Film One Battle After Another Menang Best Picture Oscar 2026
  • Jelang Idulfitri , Pemkab Bojonegoro Salurkan Bansos untuk Warga di Kecamatan Gayam
  • Lautan Bumi Cegah Mega Kekeringan Global Selama Seabad
  • Lebaran Tinggal Hitungan Hari Lagi, Perbaikan Jalan di Jatim Capai 100 Km
  • Mie Instan Saat Buka Puasa, Praktis tapi Perlu Waspada
  • Prediksi Cuaca Hari Ini di Bojonegoro
  • 17 Maret dalam Sejarah
  • Banjir Genangi Jalan Raya di Kecamatan Gondang, Bojonegoro, Arus Lalu Lintas Sempat Terganggu
  • Hasil Riset: Kantong Teh Tertentu Bisa Lepaskan Miliaran Partikel Plastik Saat Diseduh
Bukan Buku Panduan Beristri Banyak

Buku Istriku Seribu Karya Emha Ainun Nadjib

Bukan Buku Panduan Beristri Banyak

Oleh Mulyanto

Judulnya memang provokatif. Buku ini adalah sebuah esai panjang yang ditulis oleh Emha Ainun Najib alias Cak Nun. Mungkin sepintas lalu buku ini berisi panduan panduan bagaimana cara menaklukkan wanita, atau semacam curhat seorang lelaki yang mampu bersitri banyak.

Kalau demikian, Anda bakal kecewa. Sebab justru buku ini menyuarakan hal yang bertolak belakang. Dengan gayanya yang khas, Cak Nun menulis esai, meskipun dengan begitu santai, tidak mengurangi kedalamannya. Nampak jelas di sini sikap seorang Cak Nun tentang poligami atau lelaki beristri lebih dari satu.

Yang paling menarik dari uraian panjang Cak Nun adalah saat memaparkan ayat al-Qur’an yang kerapkali dijadikan landasan atau dalil berpoligami, yaitu ayat 3 surat An-nisa. Cak Nun tidak langsung menerjemahkan ayat ini dengan mentah. Ia mengaitkan teks dengan konteks. Sebab teks selalu berkaitan dengan konteks. Yakni tempat, waktu dan juga peristiwa yang melatarbelakangi ayat tersebut.

Ayat itu menyinggung tentang perintah menikah kepada laki-laki, nikahilah perempuan yang kamu sukai dua, tiga, atau empat. Tetapi kalau kamu takut tidak berlaku adil, cukup satu saja. Ayat itu turun di sebuah kondisi bangsa Arab saat itu yang cenderung bebas berpoligami atau menikahi istri tanpa batas. Orang mau bersitri sepuluh atau seratus bisa dan boleh-boleh saja.

Nah, menurut Cak Nun, sekali lagi menurut Cak Nun dalam buku ini, teks itu muncul sebagai semacam sindiran kepada realitas tersebut. Dalam keadaan itu Allah melakukan revolusi dari fakta ratusan istri diradikalkan menjadi paling banyak empat istri dengan peringatan keras jangan mengekspolitasi mereka dalam hal apapun.

Maka jelas sudah, bahwa dalam hal ini bukan berarti agama menyuruh untuk poligami. Tetapi yang terjadi aga,a sedang merespons realitas. Di ujung ayat tersebut terbaca jelas “kalau kamu tidak bisa berlaku adil ya satu saja.”

Masih menurut Cak Nun, bahkan masih di surat yang sama di ayat yang berbeda, yakni ayat 129 Allah menegaskan lagi, “tidaklah engkau (wahai lelaki) sesekali akan pernah mampu berbuat adil.” Sebetulnya kalimat itu sudah jelas, seperti tegas Cak Nun, adalah inti sindiran terhadap poligami.

Serta yang tidak terlewat dalam pembahasan pembahasan poligami, adalah tentang poligami Nabi Muhammad Saw yang seringkali dijadikan potret atau alasan siapapun yang berpoligami. Mengenai ini Cak Nun menempatkan praktek beristri Nabi dalam konteks ar-Rahim. Bahwa dalam konteks ar-Rohim ini, istri Nabi hanyalah Khadijah. Setelah Khadijah wafat, posisinya beralih pada Aisyah. Istri-istri yang lain setelah itu masuk dalam kontkes ar-Rohman, yakni pertimbangan-pertimbangan sosial.

Panjang sekali uraian tentang poligami yang terpapar dalam buku ini. Bagi yang mengikuti buku-buku Cak Nun atau yang biasa menikmati tulisan atau cara menulis Cak Nun, dijamin tidak kecewa. Cak Nun bukan hendak menggugat habis-habisan apa yang saat ini mungkin masih dipegang teguh kebanyakan masyarakat kita dalam beragama, Islam khususnya, tetapi membongkar cara berpikir kita seringkali dangkal. Seringkali kita memahami mentah-mentah sebuah teks yang ujung-ujungnya menimbulkan gejolak sosial di masyarakat padahal sebenarnya teks yang ada tidak mengharuskan demikian.

Dan cara Cak Nun menulis inilah bagi saya menarik. Tidak dipungkiri Cak Nun adalah penulis esai atau kolom yang piawai. Di sini Cak Nun memunculkan nama Yai Sudrun, sebagaimana Ahmad Tohari yang memunculkan nama Mas Mantri dalam esai-esainya di buku Mas Mantri Menjenguk Tuhan dan Mas Mantri Gugat, atau Mohamad Sobary dengan Kang Sejo dalam Kang Sejo Melihat Tuhan. Dengan Yai Sudrun inilah Cak Nun sepanjang buku berdialog sehingga membentuk esainya yang segar, cerdas, menggelitik, atir, dan dalam. Sebab dalam bahasa Arab sudrun atau shodr berarti dada, tempat iman bersemayam di dalamnya.

Menurut saya buku ini tidak dosa dibaca oleh para da’i, mahasiswa, pemerhati masalah agama, pemerhati masalah perempuan, dan siapapun yang ingin lebih serius dan dalam belajar denga pikiran dan hati yang terbuka.

Penulis adalah jurnalis beritabojonegoro (BBC) dan owner Book Cafe

Banner Ucapan Idulfitri 1447 H ADS
Berita Terkait

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Berita Video

Bupati Resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark Bojonegoro

Berita Video

Bupati Resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark Bojonegoro

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark (PIGG) Bojonegoro, yang berlokasi di Jalan Panglima Sudirman, Bojonegoro, ...

Teras

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

Menyoroti Konsep Penanggulangan Bencana di Bojonegoro

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

"Berdasarkan Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007, tentang Penanggulangan Bencana, Pemerintah dan Pemerintah Daerah menjadi penanggung jawab dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana. ...

Opini

Trump Naikkan Tarif China: Perang Dagang Dimulai Lagi, Siapa yang Akan Paling Terluka?

Trump Naikkan Tarif China: Perang Dagang Dimulai Lagi, Siapa yang Akan Paling Terluka?

Surabaya - Ketegangan perang dagang (trade war) antara Amerika Serikat dan China kembali memanas pada tahun 2025. Situasi ini seperti ...

Quote

Memaknai Hadits Nabi tentang Bau Mulut Orang Berpuasa Secara Bijak Agar Tidak Menggangu

Memaknai Hadits Nabi tentang Bau Mulut Orang Berpuasa Secara Bijak Agar Tidak Menggangu

Aroma mulut saat berpuasa seringkali menjadi perbincangan yang menarik karena mempertemukan dua sisi yang tampak bertolak belakang, yakni aspek medis ...

Sosok

Pratikno, di Mata Mantan Bupati Bojonegoro, Kang Yoto

Sosok

Pratikno, di Mata Mantan Bupati Bojonegoro, Kang Yoto

Bojonegoro - Salah satu putra terbaik asal Bojonegoro, Prof Dr Pratikno MSoc Sc, pada Minggu malam (20/10/2024) kembali dipilih menjadi ...

Eksis

Latihan Serius Berujung Manis, Nyafica Juarai Lomba Bertutur tentang Nilai Hidup Orang Samin

Latihan Serius Berujung Manis, Nyafica Juarai Lomba Bertutur tentang Nilai Hidup Orang Samin

Bojonegoro - Pemkab Bojonegoro menggelar Lomba Bertutur tingkat Kabupaten. Lomba ini berakhir pada Jumat (31/10/2025) kemarin. Sepuluh finalis bersaing memperebutkan ...

Infotorial

ExxonMobil di Blok Cepu Siap Hadapi Target Produksi 2026

ExxonMobil di Blok Cepu Siap Hadapi Target Produksi 2026

Bojonegoro - Sepanjang 2025, produksi minyak Blok Cepu kembali melampaui target pemerintah. ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), sebagai operator salah satu ...

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Blora - Petugas gabungan dari TNI, Polri, BPBD dan warga sekitar terus melakukan pencarian terhadap serpihan pesawat tempur T-50i Golden ...

Religi

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Judul itu menjadi tema pembekalan sekaligus pengajian Rabu pagi (24/01/2024) di Masjid Nabawi al Munawaroh, Madinah, kepada jemaah umrah dari ...

Wisata

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, pada Rabu malam (18/03/2026), bertempat di Jalan Mas Tumapel Bojoonegoro, melaunching Kalender Event Bojonegoro ...

Hiburan

Film One Battle After Another Menang Best Picture Oscar 2026

Film One Battle After Another Menang Best Picture Oscar 2026

Academy Awards ke-98 atau Oscar 2026 telah digelar pada 15 Maret 2026 di Dolby Theatre, Hollywood, Los Angeles. Berikut adalah ...

1773895232.1482 at start, 1773895232.5127 at end, 0.36451101303101 sec elapsed