Disnakertransos Janji Rehab Rumah Mbah Sular
Selasa, 10 Mei 2016 10:00 WIBOleh Hariyanto
Oleh Hariyanto
Kota – Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Sosial (Disnakertransos) Bojonegoro berjanji akan merehab rumah Mbah Sular, 70, warga RT 04 RW O5 Gang Caraka VII, Kelurahan Ledok Kulon, Kota Bojonegoro. Mbah Sular bersama anaknya yang menderita gangguan jiwa tinggal di rumah reyot di tengah kota yang dikenal kaya minyak.
Kepala Disnakertransos Bojonegoro, Adie Witjaksono, melihat langsung kondisi rumah Mbah Sular di tengah perkampungan padat penduduk. Rumah berdinding papan dan berpenyangga kayu itu sudah lapuk. Adi Witjaksono sempat ditemui anak Mbah Sular bernama Selamet. Selamet berambut gimbal dan diduga sedang mengalami gangguan jiwa.
“Rumah Mbah Sular akan direnovasi. Kami masih mencarikan tukangnya,” ujar Adie Witjaksono.
Anggaran yang digunakan untuk merenovasi rumah Sulari sebesar Rp 10 juta yang diambilkan dari anggaran renovasi Rumah Tak Layak Huni (RTLH). Besaran anggaran tersebut disamakan dengan anggaran program RTLH yang diberikan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro kepada warga lainnya.
“Dana yang digunakan kami samakan dengan rumah yang lain,” paparnya.
Selain merenovasi rumah, Adie juga berencana membawa Selamet ke Puskesmas Kalitidu untuk mendapatkan perawatan. Namun, syaratnya, selama menjalani perawatan di Puskesmas Kalitidu, Selamet harus didampingi keluarganya.
“Kami juga akan memberikan kartu jamkesda (jaminan kesehatan daerah) agar Pak Sular bisa berobat gratis dan sembako,” ujarnya.
Rumah Sular bertolak belakang dengan rumah tetangganya yang berdinding tembok dan tak sedikit berlantai dua. Genting yang menutupi rumah Sular sudah berongga. Kala hujan tiba, air menetes dimana-mana.
Kayu peyangga rumah sudah lapuk. Hampir seluruh dinding berlapis debu sudah lama tak dibersihkan. Ia sudah mendiami rumah itu sejak tahun 1976. Berbagai barang rongsokan berada halaman samping rumah bisa menyiutkan mata orang yang melihatnya.
Sular adalah satu-satunya orang termiskin di lingkungan RT 04 RW 05 Gang Caraka VII, Kelurahan Ledok Kulon. Selama ini, ia seolah terlupakan oleh aparat pemerintah Bojonegoro. Tak ada bantuan satu pun yang diterimanya. Sular harus menanggung pengobatan sendiri ketika sakit menjangkitinya. (har/kik)












































.md.jpg)






