Jelang Ramadan, Mulai Muncul Penjual Kembang Api dan Petasan
Minggu, 29 Mei 2016 13:00 WIBOleh Betty Aulia
Oleh Betty Aulia
Kota - Bulan Ramadhan ditunggu banyak kalangan. Termasuk penjual kembang api dan petasan. Sebab, di bulan Ramadanlah petasan dan kembang api paling ramai diminati pembeli.
Salah satu penjual petasan itu adalah Rasidin (74), warga Kelurahan Ledok Wetan Kecamatan Bojonegoro yang membuka lapak di Jalan Mastrip, Bojonegoro Kota. Dia mengatakan, sudah menjadi tradisi dia berjualan kembang api dan petasan di tempat itu, di saat-saat tertentu, seperti saat bulan Ramadan dan tahun baru.
Katanya lagi, dia mengaku bahwa apa yang dilakukannya itu ilegal, sudah mendapat ijin dari Polisi. "Ya saya jualan kembang api gini pada saat menjelang lebaran dan tahun baru saja Mbak. Selain itu saya berjualan ini juga sesuai dengan prosedur, diketahui oleh pihak berwajib," tuturnya saat ditemui beritabojonegoro.com (BBC), Minggu (29/05).
Selain itu, dia juga menuturkan bahwa, ia menjual 229 jenis kembang api, dengan harga yang bervariasi, dari Rp1000 hingga Rp400.000. Dalam sehari, Rasidin mengaku, omset penjualan kembang api dan petasan bisa mencapai jutaan. "Ini ada 229 jenis kembang api yang ada di sini Mbak. Untuk omset perharinya ya tidak bisa ditebak Mbak. Kalau ramai ya banyak, tapi paling sedikit mencapai 1 juta rupiah," kata dia.
Salah satu pembeli kembang api Rasidin, Vera (28), dia selalu membeli kembang api untuk setiap bulan puasa atau menjelang lebaran. Sudah menjadi tradisi di keluarganya, kata Vera, khususnya anak-anaknya, menyalakan kembang api.
Vera mengaku tidak khawatir terjadi hal yang tidak diinginkan. Dia sengaja memilih sendiri untuk anaknya, mencari yang sekiranya tidak membahayakan. "Ya karena bermain kembang api sudah menjadi tradisi di keluarga kami Mbak. Namun saya juga selektif dalam memilih jenis kembang api yang aman untuk anak saya," kata dia menerangakn. (ety/moha)












































.md.jpg)






