PGRI Bojonegoro Setuju Siswa Tidak Dibebani PR
Rabu, 26 Oktober 2016 22:00 WIBOleh Muliyanto
Oleh Muliyanto
Bojonegoro Kota - Ketentuan yang saat ini masih dibahas oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan tentang penghilangan pekerjaan rumah (PR) bagi siswa pelajar sangat didukung oleh Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) wilayah Bojonegoro.
Ketua PGRI Bojonegoro Ali Fatikin mengatakan penghilangan PR untuk siswa sangat setuju sebab selama ini siswa di rumah disibukkan oleh PR sehingga tidak bisa bersosialisasi dengan tetangga dan keluarga.
"Siswa di sekolah itu aktivitas menggunakan otak kiri, sehingga saat di rumah biarkan mereka bersosialisasi dan mengasah hobi sehingga bisa mengembangkan otak kanan,” ujarnya, Rabu (26/10/2016).
Menurutnya, abad sekarang manusia harus mempunyai keahliah spesifik. Siswa hanya menggunakan nilai rapot tidak cukup sehingga harus didukung dengan kemampuan keahlian.
Dengan bersosialisasi nantinya siswa bisa mempunyai pemikiran berpikir kritis sehingga nantinya akan menjadi siswa yang cerdas dalam menghadapi tantangan apa pun.
Ali Fatikin menambahkan dengan tidak adanya PR harapannya siswa bisa bersosialisasi dan melakukan kreatifitas di sekitar rumah. Jika sekolah memberikan tugas maka harapannya tugas itu berkaitan dengan komunikasi sosial. (mol/kik)
Ilustrasi www.solopos.com











































.md.jpg)






