Rintisan AKN Bojonegoro Tak Masuk Daftar 4 AKN yang Segera Mandiri
Kamis, 17 November 2016 10:00 WIBOleh Piping Dian Permadi
Oleh Piping Dian Permadi
Bojonegoro Kota - Meski mengklaim memiliki jumlah mahasiswa terbanyak dari seluruh rintisan AKN di Indonesia, ternyata rintisan Akademi Komunitas Negeri (AKN) Bojonegoro tidak termasuk dalam daftar 4 rintisan AKN yang akan segera mandiri dan diberi SK oleh Kemenristek Dikti.
Hal ini diungkapkan Wakil Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Bojonegoro Anam Warsito sepulang dari kunjungan kerja di Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Dari kunjungan kerja itu, Komisi A memperoleh informasi bahwa rintisan AKN Bojonegoro masih masuk daftar evaluasi lebih lanjut.
"Evaluasi mencakup syarat mandiri, yakni jumlah mahasiswa yang terus meningkat setiap tahun, program studi sesuai kebutuhan industri setempat, dan lulusannya ada jaminan langsung kerja," katanya.
Anam menyatakan, meski jumlah mahasiswa AKN di Bojonegoro banyak, Kemenristek Dikti menganggap program studi yang ada belum sesuai potensi lokal Bojonegoro.
"Justru prodi yang berhubungan migas tidak ada. Selain itu juga belum ada jaminan lulusan AKN langsung dapat kerja dengan jaminan gaji yang bagus," ungkapnya.
Artinya di sini, imbuhnya, proses kemandirian AKN Bojonegoro masih harus melalui banyak tahap, dan tidak menutup kemungkinan akan gagal. Karena menurut Kemenristek Dikti, hingga saat ini mereka masih melakukan pengkajian terhadap rintisan AKN di seluruh Indonesia.
"Jadi intinya untuk rintisan AKN Bojonegoro masih harus melewati rute yang panjang untuk bisa jadi AKN," pungkas Anam. (pin/tap)











































.md.jpg)






