Pihak Swasta Harus Bangga Berdirinya PTN di Bojonegoro
Sabtu, 19 November 2016 07:00 WIBOleh Piping Dian Permadi
Oleh Piping Dian Permadi
Bojonegoro Kota - Ketua Pendirian Akademi Komunitas Negeri (AKN) Bojonegoro menyebutkan dampak positif berdirinya perguruan tinggi negeri di Bojonegoro. Salah satunya adalah keuntungan bagi para pemilik perguruan tinggi swasta.
"Pihak swasta seharusnya bangga dengan lahirnya PTN di Bojonegoro, karena di mana pun kalau daerah itu ada PTN-nya pasti PTS juga ikut merasakan limpahan dari perguruan tinggi negeri tersebut," kata Yudi Pramono, Jumat (18/11/2016).
Dia mencontohkan, Politeknik Negeri Malang (Polinema) yang menerima pendaftaran mahasiswa baru hingga 60.000 orang. Sementara yang diterima hanya sekitar 4.000.
"Akhirnya banyak ke serap di PTS-nya. Apalagi AKN Bojonegoro hanya D-II, dengan bekerja sama yang baik bisa nantinya diarahkan transfer ke PTS di Bojonegoro bagi yang mampu, dengan menyesuaikan prodinya," lanjutnya.
Sebelumnya Yudi, juga mengungkapkan, terkait proses pendirian AKN Bojonegoro yang hingga saat ini belum segera mendapatkan SK dari Kemenristek, timnya sudah bekerja keras. Pihaknya hanya bisa menyiapkan persyaratan dan administratif, sedangkan urusan sharing sarana prasarana tentunya itu urusan Pemkab dan DPRD Bojonegoro.
"Kita berfikir ke depan, kalau kita punya anak atau cucu tidak bisa menguliahkan ke sekolah negeri di luar kota dan terkendala biaya tinggi, maka PTN D-II Akademi Komunitas Negeri Bojonegoro adalah solusinya," ungkap Yudi.
Dia menambahkan, Akademi Komunitas itu pendidikan tinggi vokasi setingkat D-II yang lahir setelah terbitnya Undang-Undang Pendidikan Tinggi terbaru, yakni UU No. 12 Tahun 2012. Pendirian AKN di Indonesia, menurutnya, sudah sesuai aturan Kemenristek Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti). Tim pendiri melangkah juga atas instruksi Dikti, jika masih ada yang meragukan lebih baik konfirmasi langsung ke Dikti.
"Karena semua mengikuti arahan dari Dikti dan yang membiayai juga Dikti sendiri melalui APBN, memang sementara DIPA-nya masih dititipkan ke Poltek Negeri Malang selaku pembina sampai mandiri," pungkasnya. (pin/tap)











































.md.jpg)






