Penghapusan Ujian Nasional Dapat Berakibat Siswa Malas Belajar
Senin, 05 Desember 2016 12:00 WIBOleh Muliyanto
Oleh Muliyanto
Bojonegoro Kota - Rencana penghapusan Ujian Nasional (UN) oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy dikhawatirkan berdampak pada turunnya minat belajar anak. Hal itu mengacu dari hasil Ujian Nasional yang selalu turun ketika tidak lagi menjadi pedoman kelulusan sekolah.
Anggota Komisi C DPRD Bojonegoro, Choirul Anam, mengatakan, jika Ujian Nasional dihapus maka akan berdampak pada kemajuan siswa. Sebab, selama ini Ujian Nasional yang bisa membuat anak semangat belajar.
"Jika UN dihapus, maka kemungkinan siswa semakin malas belajar," katanya, Senin (5/12/2016).
Kalau nanti memang dihapus, imbuh Anam, harus ada satu ujian pengganti yang bisa membuat siswa giat belajar kembali. Ujian ini sebagai cara mengukur kemampuan siswa dalam materi yang diajarkan oleh guru.
"Apalagi tahun lalu, masih tinggi jumlah siswa yang mendapat nilai dibawah Standar Kompetensi Lulusan (SKL) atau kurang dari 55. Misalnya saja untuk jenjang SMP atau MTs di Jatim, pada 2015 lalu 21,55 persen peserta UN mendapat nilai di bawah SKL, tahun 2016 meningkat menjadi 65,15 persen," jelas Choirul Anam.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro Hanafi, mengatakan, terkait penghapusan Ujian Nasional, daerah akan menjalankan sesuai perintah yang ditetapkan oleh Kemendikbud.
"Kita mesti yakin, Kemendikbud pasti akan mencari cara terbaik untuk kemajuan pendidikan negeri ini," ujarnya. (mol/tap)











































.md.jpg)






