Milad Muhammadiyah ke-107 di Bojonegoro
Teguhkan Langkah Bentuk Pribadi Yang Tak Suka Merusak Alam
Minggu, 25 Desember 2016 17:00 WIBOleh Muliyanto
Oleh Muliyanto
Bojonegoro Kota - Milad Muhammadiyah ke-107 yang dilaksanakan di Aula At-Taqwa, Jalan Teuku Umar, Minggu (25/12/2016), dihadiri ribuan anggota Muhammadiyah se-Kabupaten Bojonegoro. Tampak hadir pula, anggota DPR RI Kuswiyanto, Wakil Ketua DPRD Bojonegoro Syukur Priyanto, Kapolres Bojonegoro, Dandim 0813, dan Ketua Majelis Tabligh PW Muhammadiyah Jawa Timur.
Dalam sambutannya, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Bojonegoro Drs H Suwito, mengatakan, dalam Milad kali ini mengusung tema, Membangun Karakter yaitu membentuk kepribadian yang khas berbasis nilai-nilai Islam al-akhlaq al-karimah untuk melahirkan sosok insan muslim Indonesia yang berbuat kebajikan-kebajikan serba utama dalam kehidupan di lingkup individu, keluarga, masyarakat, bangsa, dan kemanusiaan global.
"Hal itu senafas dengan misi risalah Nabi sebagaimana dalam salah satu hadisnya, Innama bu’itstu li-utammima makarima al-akhlaq, bahwa aku diutus untuk menyempurnakan perangai manusia," tuturnya.
Bangsa Indonesia yang mayoritas muslim harus dibangun di atas pribadi-pribadi yang berkarakter mulia. Seperti kuat dalam memegang prinsip kebenaran, berbuat berbagai macam kebaikan, dan menepati batas-batas kepantasan dalam kehidupannya berinteraksi dengan sesama dan lingkungannya.
"Mereka adalah pribadi-pribadi yang beraqidah, beribadah, berakhlaq, dan bermuamalah dengan benar dan baik, serta memancarkan keutamaan-keutamaan dalam hidupnya yang membawa kemaslahatan pada kehidupan semesta," imbuhnya.
Masih kata Suwito, mereka menjauhkan diri dari dosa, salah, dan keburukan serta tidak berbuat kerusakan di muka bumi dalam bentuk apapun. Seperti kekerasan, korupsi, kejahatan, merusak alam, dan hal-hal yang dilarang ajaran Islam serta menimbulkan mafsadat di persada alam raya.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Bojonegoro yang diwakili Asisten I Djoko Lukito mengatakan, dalam Milad ke-107 ini Muhammadiyah sudah semakin dewasa sehingga selayaknya menjadi contoh yang baik.
"Hari ini berbarengan dengan Natal, sehingga harapannya bisa menjaga Milad dan Natal secara damai," ungkapnya.
Djoko berharap, Muhammadiyah bersama pemerintah kabupaten mampu membangun Bojonegoro menjadi masyarakat yang sehat, cerdas, dan bahagia.
"Saat ini gerakan di desa, kami gencarkan dengan program Gerakan Desa Sehat dan Cerdas (GDSC) yang nantinya mampu merubah karakter warga tingkat desa," katanya.
Selama ini Muhammadiyah sudah membantu dengan pendidikan, yakni mendirikan sekolah kesehatan dan sekolah-sekolah di tingkat desa. Peran ini sangat penting bagi pemerintah untuk bersama mencerdaskan masyarakat. (mol/tap)












































.md.jpg)






