News Ticker
  • Masa Libur Sekolah 2026, Volume Pelanggan Kereta Api di Stasiun Bojonegoro Naik 13 Persen
  • PMI Bojonegoro Gandeng Australia Red Cross Perkuat Pelayanan Bencana di DAS Bengawan Solo
  • Pelajar SMAN 1 Bojonegoro Raih Juara I Duta SMA Jatim, Siap Melaju ke Tingkat Nasional
  • Pengurus MUI Jawa Timur Resmi Dikukuhkan, Fokus Dakwah Digital dan Kesehatan Mental Masyarakat
  • Kunjungan Kerja di Bojonegoro, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Tinjau Rencana Pengembangan Batalyon TP 885 dan Brigif 33 di Dander
  • 11 Juli dalam Sejarah
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 11 Juli 2026
  • Kandang Ayam Senilai Rp6 M di Malo, Bojonegoro Ludes Terbakar
  • Panen Melon Bersama, Bupati Bojonegoro Ajak Generasi Muda Bangun Pertanian Modern
  • Pemkab Bojonegoro Alokasikan Rp11,03 Miliar untuk Lima Program Beasiswa Mahasiswa
  • Seorang Lansia Bojonegoro Tewas Tertabrak Kereta Api Jayabaya di Perlintasan Baureno
  • Perkiraan Harga Emas Hari Ini, 10 Jul 2026
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 10 Juli 2026
  • 10 Juli dalam Sejarah
  • Kecamatan Kota Dominasi Emas Kickboxing, Klasemen Sementara Porkab II Bojonegoro Masih Memimpin
  • Dalam Sehari Terjadi Enam Kebakaran Lahan di Bojonegoro, Ini Daftarnya
  • Pemkab Bojonegoro Berikan Pembinaan Ribuan Mahasiswa Penerima Beasiswa Daerah
  • "El Último Tango", Sepatu Spesial Adidas untuk Perjalanan Terakhir Messi di Piala Dunia
  • Kejari Bojonegoro Terima Tahap II Kasus Dugaan Peredaran Rokok Ilegal
  • Paripurna DPRD, Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025 Disetujui
  • Hadapi Musim Kemarau, Pemkab Bojonegoro Distribusikan Air Bersih ke Sejumlah Desa
  • Pemkab Bojonegoro Dorong Setiap OPD Lahirkan Inovasi Lewat BIA 2026
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 9 Juli 2026
  • Rumah Kosong di Kapas, Bojonegoro Terbakar, Kerugian Capai 150 Juta Rupiah
Dari BUMDes Daya Karya Mulia, Air Bersih Mengalir ke Desa Tetangga

Program Akses Air Bersih PEPC

Dari BUMDes Daya Karya Mulia, Air Bersih Mengalir ke Desa Tetangga

*Oleh Imam Nurcahyo

Bojonegoro - Awalnya hanya 10 rumah tangga yang bisa menikmati  lancarnya air bersih di Desa Jatimulyo Kecamatan Tambakrejo Kabupaten Bojonegoro. Padahal di desa itu berpenghuni sekitar 334 keluarga atau 1.025 jiwa. Artinya, mayoritas warga di desa itu awalnya selalu kesulitan mendapat akses air bersih, khususnya saat musim kemarau.

Warga terpaksa harus menempuh puluhan kilo meter untuk mendapat air bersih. Itu masa lalu. Kini,  berkat kegigihan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Daya Karya Mulia,  sekitar 350 pelanggan mendapat pasokan air bersih. Bahkan, saat ini akses air bersih tidak hanya bisa dinikmati warga di Desa Jatimulyo, namun sudah berkembang ke desa  tetangga. Sebanyak 30 rumah tangga yang ada di Dukuh Pepe, Desa Nganti sekarang bisa menikmati mudahnya mendapat air yang menjadi kebutuhan pokok. 

Bagaimana itu terjadi? Menurut Kades Jatimulyo, Teguh Widarto, awalnya untuk mengatasi kelangkaan air bersih ini pihak desa mendapatkan bantuan air bersih dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro dalam bentuk pengiriman tangki air sebanyak 40 tangki setiap musim kemarau. Namun  warga masih saja kekurangan air untuk kebutuhan sehari-hari.

Kepala BUMDes Daya Karya Mulia, Isnuri, membenarkan, masalah kekeringan yang terjadi di Desa Jatimulyo sudah berlarut sejak puluhan tahun lalu. Dari enam RT, ada empat RT sangat krisis air saat kemarau tiba.

Untuk mengatasi masalah kekeringan ini, perangkat desa dan warga bergotong-royong mencari solusi permasalahan air bersih. Hingga akhirnya, Pertamina EP Cepu selaku operator Lapangan Gas Jambaran Tiung Biru (JTB) meresponnya dengan program akses air bersih menggunakan metode survey geolistrik, yang telah diresmikan sejak Agustus 2014.

Selama proses pembangunan program air bersih tersebut, sejak tahun 2014, akhirnya bisa terbangun mulai dari pengeboran sumur air, pembangunan tandon air hingga fasilitas perpipaan, pengadaan dan instalasi pompa serta pemasangan instalasi listrik dan panel. Sistem pengelolaan air bersih ini seperti jaringan PDAM, mereka menggunakan meteran air untuk para pelanggannya. Hingga akhirnya mampu mencukupi sedikitnya 350 sambungan rumah tangga.

“Jaringan pipa terpasang sepanjang 3,8 kilometer (KM), yang disalurkan ke 10 titik sambungan fasilitas umum seperti masjid, sekolah dan lebih dari 350 sambungan rumah tangga,” jelasnya.

Berjalan dua tahun, akhirnya BUMDes Daya Karya Mulia bisa mengelola secara mandiri program air bersih itu. Sekarang sudah ada tiga sumur air. Namun yang masih aktif dua sumur. “Dua sumur itu dikelola BUMDes yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan air bagi warga," ujar Isnuri.

Sistem yang digunakan dalam pengelolaan air bersih seperti PDAM. Masing-masing warga yang menjadi pelanggan diberi meteran air untuk menghitung kebutuhan dan konsumsi air per bulan. Per meternya warga hanya membayar Rp 2.000 per bulan. Dari pembayaran pelanggan itu, kini BUMDes Daya Karya Mulia sudah bisa menggaji lima orang karyawan dan untuk biaya pengelolaan dan perawatan alat. Bahkan, BUMDes kini sudah memiliki uang kas sendiri sekitarRp 1 juta.

"Ini masih kurang. Kita rencananya akan mengembangkan lagi untuk membangun penampungan air. Sehingga mesin penyedot airnya tidak bekerja terus-menerus,” ujarnya.

 

 

Terus Dikembangkan

Keberhasilan  pengelolaan air bersih yang dilakukan oleh BUMDes tentu tak hanya karena PT Pertamina EP Cepu menyediakan anggaran untuk membangun infrastruktur semata. Kunci keberhasilan program ini justru pada komitmen dan konsistensi kemandirian masyarakat lewat kerja sama dengan Institute Development of Society (IDFoS) Kabupaten Bojonegoro.

Menurut Direktur IDFoS, Joko H Purnomo, sesuai dengan spirit Pertamina EP Cepu, pendampingan terhadap masyarakat yang membutuhkan akses air bersih itu lebih menitikberatkan pada pengembangan sumber daya manusia. Salah satunya dengan memberikan edukasi dan sarana pembelajaran terkait pengelolaan organisasi desa dalam rangka meningkatkan kelembagaan pengelola air bersih yang profesional dan berkelanjutan.

“Pendampingan yang kita lakukan dalam program ini untuk pengembangan kapasitas sumber daya manusianya, sehingga masyarakat nantinya bisa mengelola program secara mandiri,” ujarnya.

Program akses air bersih yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Daya Karya Mulia ini lebih dikenal dengan Program Pelatihan Penguatan Organisasi Desa dan Peningkatan Kapasitas Pengelola Akses Air Bersih (Desa). Memilih BUMDes sebagai pengelola diharapkan rasa kebersamaan antarwarga ini lebih erat, memiliki dan tanggung jawab dari kelembagaan/organisasi desa dalam pengelolaan air bersih yang lebih efisien, efektif dan berkelanjutan.

Beberapa pelatihan juga dilakukan, sehingga secara kelembagaan organisasi desa pengelola air bersih lebih mandiri, berkelanjutan dan mengakar di masyarakat dan mampu melaksanakan kegiatan pengelolaan sarana dan prasarana air bersih. “Sebagai pendukung juga perlu membangun sistem informasi dan teknologi, di mana telah diserahterimakan satu unit komputer dan printer untuk operasional kegiatan BUMDes unit air bersih,” lanjutnya.

Masalahnya, bukan hanya Desa Jatimulyo Kecamatan Tambakrejo yang rawan air bersih di musim kering.  Di Kabupaten Bojonegoro sedikitnya ada 18 Kecamatan yang mengalami kekeringan saat musim kemarau. 

Kecamatan yang masih mengalami kekeringan itu, di antaranya Kecamatan Kedewan, Sugihwaras, Kedungadem, Sukosewu, Tambakrejo, Balen, Kasiman, Ngasem, Baureno, Trucuk, Kepohbaru, Dander, Ngraho, Bubulan, Malo, Tambakrejo, dan Margomulyo.

Dari 18 kecamatan di wilayah selatan Bojonegoro  yang mengalami kekeringan saat musim kemarau meliputi 77 desa dan kelurahan. Akibatnya, sekitar 27 ribu kepala keluarga atau sekitar 87 ribu jiwa mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Sebagian besar, daerah yang mengalami krisis air dan kekeringan lokasinya jauh dari daerah aliran Sungai Bengawan Solo.

Kecamatan Tambakrejo merupakan salah satu wilayah operasi Pertamina EP Cepu (PEPC) di mana terdapat salah satu desanya, yaitu Desa Jatimulyo, yang selalu mengalami kekeringan air setiap tahun. Menurut Abdul Malik, selaku PGA & Relations Superintendent,meskipun pengembangan Lapangan Gas Jambaran Tiung Biru (JTB) itu belum berproduksi, namun upaya untuk membantu kebutuhan masyarakat  di sekitar wilayah operasi terus dilakukan agar bisa mengangkat kesejahteraan masyarakat. 

Melalui program pemberdayaan masyarakat mereka dididik untuk mengelola jaringan air bersih agar bisa dimanfaatkan dengan baik. 

Setelah berhasil mengembangkan program air bersih di  Desa Jatimulyo, Kecamatan Tambakrejo, seharusnya bukan cuma PT Pertamina EP Cepu yang tergerak untuk memperluas program penyediaan air bersih. Warga di kawasan lain yang  mengalami krisis air bersih, sesungguhnya juga bisa bangkit mengikuti jejak warga Desa Jati Mulyo.

Dari keberhasilan BUMDes Daya Karya Mulia di Desa Jatimulyo, Kecamatan Tambahkrejo, tidak berlebihan jika berharap 77 desa lainnya juga bisa segera terbebas dari krisis air bersih.  Lewat air bersih, cita-cita  “Wong Jonegoro yang Cerdas, Kreatif, Produktif dan Bahagia” lebih cepat terwujud. Semoga. (*/inc)

 

Berita Terkait

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Berita Video

Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026 Resmi Ditutup

Berita Video

Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026 Resmi Ditutup

Setelah berlangsung selama empt hari mulai Rabu (17/06/2026), ajang Bojonegoro Wastra Batik Festival (BWBF) 2026 resmi ditutup oleh Ketua Dekranasda ...

Teras

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

Menyoroti Konsep Penanggulangan Bencana di Bojonegoro

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

"Berdasarkan Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007, tentang Penanggulangan Bencana, Pemerintah dan Pemerintah Daerah menjadi penanggung jawab dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana. ...

Opini

Merayakan Detik Ini: Menemukan Kedamaian dalam Jejak Hidup yang Singkat

Merayakan Detik Ini: Menemukan Kedamaian dalam Jejak Hidup yang Singkat

Pernahkah Anda terbangun di suatu pagi, menatap cermin, dan menyadari bahwa garis-garis halus di wajah bukan sekadar tanda penuaan, melainkan ...

Sosok

Bocah 9 Tahun Asal Bojonegoro Jago Otak-Atik Elektronik, Bercita-cita Jadi Insinyur

Bocah 9 Tahun Asal Bojonegoro Jago Otak-Atik Elektronik, Bercita-cita Jadi Insinyur

Bojonegoro - Berbeda dari anak-anak seusianya, seorang bocah dari Desa Growok, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro ini justru memiliki minat besar ...

Infotorial

Dari Ladang Migas ke Ladang Wirausaha: Jejak Nyata PEPC Zona 12 Membangun Kemandirian Desa

Dari Ladang Migas ke Ladang Wirausaha: Jejak Nyata PEPC Zona 12 Membangun Kemandirian Desa

Bojonegoro - Berakhirnya fase pengembangan Proyek Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB) pada 2021 menjadi titik balik bagi ratusan pemuda Desa Bandungrejo, ...

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Blora - Petugas gabungan dari TNI, Polri, BPBD dan warga sekitar terus melakukan pencarian terhadap serpihan pesawat tempur T-50i Golden ...

Religi

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Judul itu menjadi tema pembekalan sekaligus pengajian Rabu pagi (24/01/2024) di Masjid Nabawi al Munawaroh, Madinah, kepada jemaah umrah dari ...

Wisata

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, pada Rabu malam (18/03/2026), bertempat di Jalan Mas Tumapel Bojoonegoro, melaunching Kalender Event Bojonegoro ...

1783949588.2705 at start, 1783949588.7262 at end, 0.45576405525208 sec elapsed