BPBD Bojonegoro Keluarkan Peringatan Dini Potensi Pergerakan Tanah dan Longsor
Senin, 03 April 2017 17:00 WIBOleh Heriyanto
Oleh Heriyanto
Bojonegoro Kota - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bojonegoro, pada Senin (03/04/2017) siang, sampaikan peringatan dini potensi gerakan tanah dan kemungkinan ancaman bencana tanah longsor di wilayah Kabupaten Bojonegoro. Peringatan dini tersebut sebagai langkah antisipasi sehubungan adanya data dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung , perihal adanya potensi gerakan tanah di kecamatan dalam wilayah Kabupaten Bojonegoro.
Adapun data kecamatan sebagaimana disampaikan PVMBG Bandung meliputi, Kecamatan Sugihwaras, Trucuk, Malo, Bubulan, Margomulyo, Tambakrejo, Purwosari, Kasiman, Ngambon, dan Temayang. Selain itu, data riil kejadian pergerakan tanah ditambah Kecamatan Kedewan, Sekar, Gondang dan Sukosewu.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bojonegoro, Andik Sujarwo, melalui media ini menyampaikan himbauan agar wilayah kecamatan yang berpotensi terjadi pergerakan tanah sebagaimana tersebut di atas agar meningkatkan kewaspadaan dengan melakukan pemantauan secara berkala pada pemukiman yang berada di bawah lereng perbukitan (kemiringan tebing).
“Mengingat wilayah Bojonegoro pada bulan April ini masuk cuaca transisi antara musim penghujan dan kemarau, sehingga masih dimungkinkan terjadi hujan deras dengan durasi lama.” terang Andhik.
Aapun tanda-tanda awal pergerakan tanah meliputi, terjadi hujan deras dengan durasi sangat lama, penurunan tanah, dijumpai tiang listrik atau tiang telepon maupun pepohonan yang miring, sejajar dengan kemiringan lereng, keluarnya air bercampur lumpur dari dalam tanah dan munculnya suara gemuruh dari atas bukit sesaat sebelum longsor.
“Apabila dijumpai tanda dimaksud segera mengambil langkah cepat penyelamatan jiwa serta melaporkan kepada pihak berwajib.” lanjut Andhik.
Lebih lanjut, pemerintah kecamatan dan desa, dimohon mengaktifkan seluruh potensi relawan kebencanaan berbasis masyarakat dan sedini mungkin memberikan peringatan (early warning sistem) kepada warga masyarakat terdampak, jika terjadi potensi atau ancaman bencana serta melakukan pemantauan berkala di wilayah rawan bencana.
Sedangkan upaya awal yang dapat dilakukan guna mengantisipasi longsor atau pergerakan tanah meliputi, menutup retakan tanah dengan lumpur, terasiring lahan pertanian yang miring dan menutup genangan air di atas bukit serta menanami lerengan dengan tanaman keras yang berakar tunjang.
“Lapor cepat dan dan langkah tepat akan menyelamatkan banyak nyawa.” pungkas Andhik. (her/inc)
*) Foto: Kepala Pelaksana BPBD Bojonegoro, Andhik Sujarwo












































.md.jpg)






