Persiapan Akreditasi, PN Bojonegoro Lakukan Simulasi Bencana
Jumat, 07 April 2017 18:00 WIBOleh Piping Dian Permadi
Oleh Piping Dian Permadi
Bojonegoro Kota - Satu unit mobil pemadam kebakaran bersama 5 petugas damkar hari ini, Jumat (07/04/2017), diterjunkan di kantor Pengadilan Negeri (PN) Bojonegoro. Kedatangan mereka adalah untuk memenuhi permintaan pihak PN untuk melakukan simulasi penanganan bencana.
Dalam pemaparannya Kepala Bidang Pemadaman Dinas Pemadam Kebakaran (PMK) Taji Supatno, melakukan pengenalan alat-alat perlengkapan pemadam kebakaran. Mulai dari alat pemadam, helm, baju khusus tahan api, sepatu lapisan baja bawah telapak kaki dan depan, alat pemadam api ringan (APAR), dan sebagainya.
"Kita berikan pengenalan terlebih dahulu, lalu praktik di lapangan," kata Taji.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua PN Bojonegoro Fransis Sinaga SH MH, menjelaskan, permintaan simulasi ini adalah sebagai persiapan untuk bahan akreditasi pengadilan umum. Akreditasi rencananya akan dilakukan pada akhir April nanti oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Timur.
"Setiap kantor pengadilan sekarang harus memahami penanggulangan terhadap segala bencana," kata Fransis.
Untuk tahap awal ini baru pelatihan mengenai bencana kebakaran, selanjutnya akan pula dijalin kerjasama dengan pihak kepolisian mengenai pelatihan huru-hara.

Humas Pengadilan Negeri Bojonegoro Isdariyanto SH MH, menambahkan, mengenai peralatan yang dimiliki oleh PN Bojonegoro untuk pemadam kebakaran masih ada sedikit kekurangan. Seperti ketersediaan APAR yang kurang memenuhi standar dan jalur evakuasi yang harus sedikit diperbaiki. "Alat pemadam api ringan masih terlalu kecil, ada dua buah," ujarnya.
Pegawai PN Bojonegoro sekitar 55 orang diajak untuk praktik memadamkan api menggunakan karung, serta APAR. Selanjutnya di luar ruangan para pegawai diajak untuk memegang alat pemadam kebakaran yang ada di mobil damkar.
"Yang pertama memadamkan api dengan kain basah atau karung basah, dan harus dengan keyakinan. Kalau tidak yakin api malah akan mendekati kita," jelas Isdariyanto.
Dia menambahkan, kegiatan ini merupakan salah satu syarat akreditasi pengadilan, dan kegiatan ini baru pertama kali dilakukan. Tujuannya untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan setiap personel PN Bojonegoro dari level bawah dan pimpinan. Supaya mengetahui tindakan apa yang diambil ketika ada kebakaran.
"Audit eksternal dari pengadilan tinggi, yaitu penilaian kinerja secara menyeluruh apakah kinerja yang dilakukan oleh setiap bagian sesuai SOP yang dimiliki PN Bojonegoro. Tujuan akreditasi untuk mewujudkan pelayanan pengadilan yang unggul dan prima," pungkasnya. (pin/tap)












































.md.jpg)






