P-APBD TA 2015 Turun, Jamkesda Tetap Penuh
Rabu, 30 September 2015 22:00 WIBOleh Vera Astanti
Oleh Vera Astanti
Kota - Penurunan pendapatan Pemkab Bojonegoro dari sektor migas menyebabkan beberapa program pembangunan terancam gagal bayar. Turunnya pendapatan tersebut adalah karena anjloknya harga minyak dunia yang semula 60 dolar menjadi 45 dolar per barel.
Dalam rapat P-APBD Tahun Anggaran 2015 kemarin (29/09), disepakati adanya efisiensi dan efektifitas anggaran dari beberapa dinas. Berkaitan dengan hal tersebut, dikhawatirkan Jaminan Kesehatan Daerah juga akan dipotong oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro. Namun Kepala Dinas Kesehatan, Sunhadi membantahnya.
"Karena pelayanan kesehatan merupakan prioritas, maka Jamkesda tetap dipenuhi walapun mengalami penurunan anggaran. Karena untuk penggunaan Jamkesda juga sampai ke Surabaya. Seperti orang yang di rawat di rumah sakit Dr. Sutomo," kata Sunhadi dengan tegas saat ditemui BeritaBojonegoro.com (BBC).
Sunhadi juga menambahkan, bila masyarakat yang memiliki Jamkesda Provinsi, maka pembiayaan kesehatan dibagi dua. Dari Provinsi dan Daerah. Namun bila hanya memiliki Jamkesda saja maka ditanggung oleh dana APBD. (ver/moha)































.md.jpg)






